Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Tiya Malu


__ADS_3

Tiya masuk ke dalam ruangan Torik,hatinya sedang merasa kesal sekarang,karena ternyata di kantor tempat suaminya kerja banyak wanita yang mengaguminya.


"Sayang,,kemari lah,,"Saat Torik melihat Tiya masuk kedalam ruangan nya.


Tiya sambil memanyunkan bibirnya langsung mendekat ke Torik,lalu Tiya duduk di pangkuan Torik sambil memeluknya.


"Mau makan di sini apa di luar Yang,"Sambil menciumi rambut Tiya,dan tangan Torik mengusapi punggung Tiya.


"Terserah Mas aja,,"


"Tumben lagi manja gini,,kamu lagi kenapa sih,hemm,,"


"Oh,,Ngga boleh nih Tiya manja,,"sambil menciumi leher Torik.


"Boleh dong,Mas malah suka kamu manja gini,"Tiya tersenyum.


"Eh,, siang Pak,,maaf,,"Tiya langsung bangun dari pangkuan Torik karena kaget dengar perkataan Torik.


Tapi Torik langsung tertawa karena berhasil ngerjain Tiya,Tiya menengok ke pintu dan tidak ada orang ,Tiya langsung tau di kerjain.


"Iihh,,, Mas kamu tuh nyebelin banget sih ngerjain Tiya,sebell,,"sambil mukulin dada Torik.


"Iya maaf,, maaf,,"Torik sambil tertawa dan memegang tangan Tiya,lalu menyuruhnya untuk duduk lagi di pangkuannya,karena ini sudah jam dua belas sudah waktunya istirahat jadi Torik bisa santai dengan Tiya.


Tiya masih sedikit kesal,tapi Torik memeluknya dan terus minta maaf.


"Udah yah,,maaf tadi hanya becanda,"Torik mencium bibir Tiya sekilas,setelah itu Tiya ngga ngambek lagi.


Tiya meletakan kepalanya di dada Torik,"Mas,,Tiya pengin makan baso yang urat ,pedes dan asem,,beliin itu ya Mas,,"


"Tapi harus pake nasi dikit yah,"

__ADS_1


"Iihh,,mana enak sih baso pake nasi,"


"Tapi kamu belum masuk nasi loh Yang,nanti sakit,"


"Ngga ah,,udah pesenin pokoknya,"


"Ini kamu pilih aja di aplikasi,"Torik memberikan hpnya ke Tiya.


Tiya sedang sibuk memilih sambil duduk di pangkuan Torik,posisi masih sama menyangsikan kepalanya di dada Torik.


"Siang pak,,"sekertaris Torik masuk dan melihat Tiya duduk di pangkuan Torik lalu tutup mulut,dan di belakangnya ternyata pemilik perusahaan ,pak Dirut.


Torik lalu menyuruh Tiya bangun,"Yang bangun,,ada pak Dirut,,"Kata Torik pelan,tapi sekertaris dan pak Dirut mendengar.


"Iihh,,apa an sih Mas,,kamu mau ngerjain Tiya lagi,,ngga mempan,,Tiya ngga percaya,,"


"Yang,,ini beneran,,Mas ngga bohong,,udah bangun dulu,"


"Ngga mau Tiya ngga percaya,,ini Mas mau basonya ngga,,?"


"Ngga mau,,"jawab Tiya.


"Sudah ngga papa pak Torik ,istri bapak mungkin lagi ingin,,,"Tiya langsung menengok dan melihat ada sekertaris suaminya dan Dirut nya juga,Tiya langsung bangun dan menunduk malu,pak Dirut tersenyum melihat Tiya yang kaget.


"Mas Tiya malu,,"pelan suara Tiya.


"Kan Mas tadi udah bilang,kamu ngga percaya,,"


"Mari pak kita bicara di sofa aja,"Torik mengajak duduk.


Tiya yang malu langsung duduk di kursi depan meja Torik,lalu kepalanya di tidurkan di meja ,"Ya Tuhan,, Aku malu banget,"kata Tiya dalam hatinya.

__ADS_1


"Maaf ya Pak Torik saya jadi mengganggu,,"


"Oh ngga pak,,saya justru yang minta maaf,,karena Istri saya tumben hari ini sedang manja,,"


"Ya Saya tau pak Torik kan masih itungannya pengantin Baru,jadi masih mesra mesranya,,saya juga pernah mengalaminya,,"kata Pak Dirut ,Torik tersenyum.


"Ada apa ya Pak ,sampai bapak datang ke ruangan saya,,apa ada hal penting,,?"


"Ini,, Saya mau minta tolong ke Pak Torik untuk menggantikan saya di undangan ulang tahun PT Permata indah nanti malam,Saya ngga bisa hadir karena ada urusan keluarga,"sambil memberikan undanganya ke Torik.


"Oh,,iya Pak,saya akan datang,"


"Iya pak Torik makasih,dan pak Torik bisa ajak istri ke sana,"


"Baik pak,,"


Setelah itu pak Dirut keluar dari ruang Torik,dan Tiya masih terus pura pura sibuk dengan hpnya.


"Sudah yang,,pak Dirut sudah pergi,"Tiya menengok ke belakang,dan ternyata memang sudah ngga ada orang.


"Iihh,,kamu Mas,,kenapa sih ngga bilang kalau ada pak Dirut datang,"Tiya langsung berdiri berhadapan dengan Torik.


"Eehh Mas udah bilang yah,tapi kamu yang ngga percaya,"sambil menarik pinggang Tiya.


"Malu tau ngga sih mas,,"Torik tersenyum.


"Malu kenapa,hemm,,"


"Ya Malu lah Tiya tadi duduk di pangkuan Mas,"


"Kan mereka juga tau kita suami istri,,"Torik langsung mencium bibir Tiya,saat baru saja mereka saling *******,ada suara ketukan pintu.

__ADS_1


Tokk,,,Tokkk,,,


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2