Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Masak Untuk Tamu


__ADS_3

Hari pun berlalu begitu juga tahun,Vivi dan Akbar sedang menunggu kelahiran anak keduanya,Tiya dan Torik saling mendukung untuk mengurus anak kembarnya,walau Tiya masih aktif di rumah sakit,sedang Iza dan Beni mereka paling enak,karena Jani mamah dan papah yang urus walau ada pengasuh juga,Beni makin sukses jadi pengacara dan Iza sibuk mengurus klinik milik mamahnya yang di Jakarta dan Bandung.


Fatir sekarang sudah menginjak umur 6 tahun,dan sudah TK B,Fatir sudah tau kalau sebentar lagi mau punya adik,dan Fatir juga anak yang tidak rewel.


"Mamih,,,Abang pengin bobo sama mamih,,"Fatir membuka pintu kamar Vivi,Akbar ada di kamar mandi.


"Loh tumben pengin tidur di sini,,Abang kenapa,,?"Vivi dan Akbar sudah melatih Fatir memanggil Abang.


"Abang pengin Deket Dedek tidurnya,"


"Ya udah sinih sayang kita Bobo bareng sama Dedek,"Fatir naik ke kasur.


Akbar yang keluar dari kamar mandi melihat Fatir ada di kasurnya langsung tepuk jidat.


"Abang kenapa tidur sini,,?"tanya Akbar.


"Abang pengin tidur sama Dedek Pih,,"


"Tapi Abang sudah besar,ngga boleh tidur sama orang tua,,"Fatir terlihat sedih dan mengupatkan wajahnya di ketiak Vivi.


"Pih,,biarin sih Abang bobo sini,kan ngga tiap malam,,"


"Tapi Yang,,Mas pengin,,"kata Akbar pelan.


"Besok lagi kan bisa,kasihan Abang pengin tidur sini,"kata Vivi sambil melotot.


"Sudah sayang kita tidur yuk,ini sudah malam,besok kan Abang harus sekolah,"Fatir menjawab iya dengan pelan.


Akbar terpaksa malam ini menahan kepalanya yang pusing,dan akhirnya ikut tidur.


Kandungan Vivi baru menginjak bulan 6 dan masih harus menunggu 3 bulan lagi,hasil USG anak kedua Vivi dan Akbar laki laki lagi.

__ADS_1


Esok harinya Vivi dan Akbar mengantar Fatir ke sekolah dulu,Fatir di temani pengasuhnya.


Setelah Fatir dan pengasuhnya turun ,Akbar lanjut mengantar Vivi.


Hp Vivi berbunyi,saat di lihat ternyata Jihan yang telfon,"Halo Ji,,"


"Halo Vi,,gimana kabar,,?"


"Aku baik,,kamu gimana kabarnya,,"


"Aku baik juga,,oh iya Vi Aku lagi di Surabaya sama mas Frengki dan Cantika nih,"


"Serius,,kalian di mana,,?"


"Aku di hotel xx,,"


"Nanti malam main ke rumah ku yah,kita makan malam bersama,gimana,,?"


"Oh boleh deh,nanti malam Aku ke rumah mu sama Mas Frengki dan Cantika yah,,"


"Eh kamu lagi hamil loh,jangan capek capek yah,,"


"Iya,,Aku tau kok,,"Telfon pun mati,Vivi bilang ke Akbar kalau nanti malam Jihan dan Frengki akan main ke rumahnya.


"Mas jemput jam 3 yah bisa ngga,?"


"Lihat nanti,kalau Mas ngga bisa kamu di antar pak supir aja yah,"


"Iya Mas,,"Vivi menelfon mba untuk belanja ke pasar,dan Vivi menyuruh beli ikan,udang cumi dan ayam juga sayuran.


Sampai di rumah sakit Vivi turun,tapi sebelumnya Salim dulu ke Akbar,dan Akbar mencium kening juga perut Buncit Vivi.

__ADS_1


Vivi langsung masuk,Vivi menjabat wakil direktur di rumah sakit,sedang Tiya yang selalu membantu Vivi,mereka berdua saling bantu .


Akbar telfon Vivi dan bilang tidak bisa menjemput jam 3 sore,Akbar menyuruh Vivi pulang bersama supir.


"Ya udah Mas Vivi pulang sekarang,,"


"Iya,,hati hati ya sayang,"


"Iya Mas,,"


Vivi pulang cepat di antar supir,sampai di rumah Vivi ganti baju lalu ke dapur.


"Mamih udah pulang,,"Fatir melihat Vivi.yang mau ke dapur.


"Iya sayang,,Mamih sudah pulang,nanti malam ada teman Mamih sama papih mau datang,jadi mamih mau masak buat kita makan bersama,,"


"Tapi mamih kan kata papih ngga boleh capek,,"


"Iya,,Mamih ngga akan capek,kan yang masak Mba,,Mamih cuman mau kasih tau mba mau masak apa aja kok,,Abang duduk sini aja dulu yah,,"


"Ngga mau,,Abang mau temani Mamih di dapur,takut Mamih kecapean,,"Vivi tersenyum.


"Ya udah ayo temani Mamih sayang,,"


Vivi dan Fatir masuk ke dapur,Fatir duduk di kursi itu juga di suruh Vivi agar Fatir tidak mondar mandir.


"Mba,,cumi sama udangnya goreng tepung yah,ikan nya di bakar,Trus ayam di goreng,Trus bikin sayur capcay ,dan sambel jangan sampai lupa,,"


"Iya Bu,,ya udah yah saya keluar dulu,saya ngga bisa bantu soalnya Fatir ngikutin aja jadi bikin ribed,,"


"Iya Bu,,"

__ADS_1


Setelah mba di kasih tau mau masak apa aja Vivi dan Fatir keluar dari dapur.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2