Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Jihan Makin Akrab


__ADS_3

Jihan diam saat Vivi menanyakan tentang Akbar,dan Vivi menunggu jawaban Jihan dengan rasa was-was.


"Aku masih suka sama Abang,tapi saat Abang bilang masih menganggap ku teman,itu rasanya ngga enak banget di hatiku,kenapa dari dulu Abang selalu menganggap ku teman dan tidak bisa mencintaiku rasanya sedih,apalagi saat Abang menyuruhku untuk buka hati buat laki laki lain,sampai Aku selalu berdoa pada Tuhan untuk membuat Abang balik suka padaku,tapi justru jawaban doaku sepertinya lain,Aku minta pada Tuhan membuat Abang mencintaiku tapi sekarang sepertinya nama Abang di hatiku berlahan hilang,tapi Aku masih belum bisa sepenuhnya menghilangkan nama Abang dari hatiku Vi,"


"Pasti pelan pelan kamu bisa melupakan Abang kalau kamu ada niat untuk itu,ngga enak loh Ji mencintai orang yang ngga mencintai kita,banyak sakitnya,Sekarang kan ada Frengki siapa tau Frengki bisa membantumu untuk melupakan Abang, Aku jamin kok dia bukan playboy,"Jihan tersenyum dan mengangguk.


Lalu selesai makan siang Jihan kembali ke ruanganya,sedang Jihan karena masih jam istirahat dia masuk kamar.


Saat di kamar hp Jihan berbunyi tanda pangilan,dan ternyata dari manager nya,managernya bilang kalau Minggu ada pemotretan produk kecantikan Jihan bingung mau trima atau ngga.


"Nanti akan Aku kabarin kamu Jes,,"


"Tapi kamu harus mau dan harus datang,produk ini sangat bagus,kalau kamu terpilih jadi Ambassadornya ,kamu pasti akan makin terkenal,,"


"Iya,,,"


Telfon lalu mati,Jihan bingung mau ambil apa ngga,karena Jihan bingung mau gimana bilang ke Papahnya.

__ADS_1


Jihan lalu keluar dari kamarnya,dan menuju ruang Vivi,Jihan lalu curhat lagi ke Vivi .


"Kalau kamu suka dan mau melakukanya ya lakukan saja,lagian kan itu hari Minggu ,dan hari libur buat kamu,jadi kamu bebas mau kemana,"


"Tapi Aku bingung mau izin bilang ke Papah nya,gimana kalau Aku bilang pergi sama kamu Vi,"


"Bohong dong,,"Jihan mengangguk.


"Kalau ngga ke kamu Aku minta tolong ke siapa lagi Vi,,aku mohon tolongin Aku yah,sekali ini aja,,yah ,,yahh,,"Vivi pun yang melihat Jihan seperti itu akhirnya menyetujui.


"Makasih ya Vi,,kamu memang teman terbaik,"Vivi hanya tersenyum ,melihat Jihan yang terlihat senang.


Malam harinya Jihan yang baru selesai makan malam bersama Vivi masuk ke kamarnya,lalu Jihan duduk di kursi sambil membuka laptopnya,Jihan sedang mencatat tugas kuliah,tidak lama hpnya berbunyi pesan masuk.


"Malam,,,Lagi ngapain Ji,,"ternyata pesan dari Frengki.


"Malam juga,Aku lagi ngerjain tugas kuliah,"

__ADS_1


"Oh gitu,ya udah kalau lagi sibuk mah,sambung besok lagi yah,"


"Eh tunggu,,Kamu bisa telfon ngga,? Aku mau minta tolong dong,"


"Bisa,,minta tolong apa,,"


"Udah telfon Aku aja dulu,"Frengki langsung senang dan menelfon Jihan.


"Halo Aku mau minta tolong,Aku lagi ngerjain tugas kuliah tapi Aku ada yang ngga faham,bisa bantu ngga,,"


"Oh,,bisa,kamu bacakan coba bagian mana yang kamu ngga faham,,"Jihan pun membacakannya,


Saat Jihan dan Frengki sedang bertelfonan,beda dengan Vivi dan Akbar,Vivi tidur sedang Akbar sibuk dengan skripsinya,cuman tadi mereka hanya berkirim pesan saja.


Di rumah Agung ada tamu yang sedang ikut makan malam bersamanya,ya itu Papah Jihan.


"Kalau Dinda sih ngikutin anak saja,kalau mereka pada mau,Dinda setuju aja,tapi Dinda harap jangan ada pemaksaan,,,"

__ADS_1


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2