
Esok pagi nya Frengki akan mengajak Jihan periksa ke dokter kandungan dan Dokter tulang juga,Vivi sudah membuatkan janji dengan Dokter,dan jam 9 Jihan akan bertemu dengan dokter tulang dulu,setelah itu baru Dokter kandungan.
"Ji,,sarapan yang banyak,dari kemarin Aku perhatikan makan mu selalu sedikit,"Kata Vivi,Frengki yang mendengarnya cukup kaget karena Frengki tidak tau kalau ternyata Jihan makanya sedikit.
"Yang,,kenapa makanya dikit,?"Frengki langsung bicara.
"Aku ngga enak makan Mas,sedikit juga untungnya ngga di keluarkan lagi,"
"Sudah berapa hari ngga enak makan nya,"
"Dari sebelum ke sini juga Aku udah ngga begitu enak makan,"
"Ya memang begitu kalau orang hamil,pasti ngga enak makan,dan ada aja yang di rasa,kamu kan juga tau pastinya Freng,"kata Vivi.
"Iya ,,Aku tau,,cuman kenapa aku baru tau sekarang, kalau Jihan ngga enak makan,"
"Sekarang kamu sudah tau kan,,jadi siap siap kalau kamu akan merasa Pusing dan terganggu,,"
"Pusing dan terganggu gimana Bar maksudnya,,?"
"Orang hamil itu suka makan yang aneh aneh,dan ngga kenal waktu,kita harus turuti kalau ngga dia akan ngambek,kalau sudah di belikan dia makan cuman sedikit,,dan sifatnya orang hamil itu berubah ubah,kadang tiba tiba senang,tiba tiba sedih dan banyak lagi yang bisa bikin kita pusing,,"Frengki tersenyum,walaupun belum pernah merasakan tapi Frengki sudah sering mendengar cerita seperti itu dari para pasien atau teman yang lainya.
__ADS_1
"Kamu merasakan ya Bar,,?"
"Iya,,Aku merasakannya,dan bentar lagi kamu yang akan merasakan itu,,"
"Oh jadi Mas ngga ikhlas kalau Vivi minta sesuatu nih,,jadi ngerasa terganggu iya,,"Bara langsung sadar salah tempat bicara.
"Ng,,ngga gitu Yang maksudnya,ini Mas cuman kasih tau Frengki saja,,mas ikhlas melakukan semuanya kok,,"
Frengki dan Jihan malah tersenyum melihat Vivi yang melotot ke Akbar,selesai sarapan Akbar pamit untuk berangkat ke kantor,dan Frengki bersama Jihan juga langsung akan pergi ke rumah sakit.
Vivi sebenarnya ingin ikut tapi Akbar melarangnya,Sampai di rumah sakit Frengki langsung menemui Dokter tulang,karena sudah janjian jadi Frengki dan Jihan tidak menunggu lama,mereka langsung masuk.
"Silakan Bapa Ibu,,"Dokter mempersilakan Keduanya untuk duduk.
"Iya Dok,,benar,,"
"Oh jadi Bapak ini Dokter juga yah,,"Frengki mengangguk dan tersenyum.
"Jadi apa yang bisa saya Bantu Dok,,"
"Istri saya dua tahun yang lalu kecelakaan Dok,dan tulang punggungnya dulu retak dan lama dia baru bisa jalan,sekarang sudah sembuh dan bisa jalan,tapi karena belum sembuh total,menurut Dokter tulang yang sebelumnya selalu memeriksa Istri saya bilang ,untuk tidak hamil dulu karena tulang punggungnya belum sembuh 100 persen,tapi saya kecolongan Dok,istri saya sekarang hamil,Saya takut kalau kehamilan Isti saya ini justru membahayakan istri saya nantinya,jadi saya ingin memeriksakan tulang punggung Istri saya sekarang,apa tidak akan apa apa kalau istri saya hamil,"Frengki menjelaskan nya sangat panjang agar lebih jelas.
__ADS_1
Dokter pun langsung mengerti,"Apa Ibu masih sering merasa sakit di punggungnya,?"Jihan mau jawab tapi lihat ke Frengki dulu karena sedikit takut,Frengki menganggukan kepalanya.
"Kalau saya duduk terlalu lama suka sakit Dok,"
"Kalau jalan lama gitu,sakit ngga,?"
"Saya ngga pernah jalan jauh Dok,dulu waktu habis nikah kita ke Belanda,saya jalan jauh merasa sakit Dok,dan dari situ Suami selalu melarang saya untuk berjalan jauh,"
"Oh seperti itu,,baiklah silakan ibu naik ke ranjang pasien,saya akan periksa yah,"Frengki membantu Jihan naik ke ranjang,Posisinya Jihan tiduran di ranjangnya ada kacanya yang ternyata itu ada alat untuk memeriksa tulang punggung .(ini cuman cerita yah,aku aslinya ngga tau)
Suster membantu Jihan menaikan bajunya ke atas,dan Jihan juga di selimuti,tangan Jihan menggenggam tangan Frengki karena merasa takut.
Dokter lalu menyalakan alat pemeriksaanya,tulang punggung Jihan langsung terlihat di layar komputer .
Dokter melihatnya dengan teliti,karena tulang Jihan sudah kembali semula tapi terlihat belum sepenuhnya sembuh.
"Tulang punggung Istri Dokter sudah tidak ada masalah atau retakan,hanya ini memang belum kuat untuk istri Dokter untuk hamil,dan memang sangat membahayakan,"Jihan yang mendengarnya langsung sedih,dan menggenggam tangan Frengki dengan kuat.
Frengki yang merasakan Jihan takut dan sedih lalu mengusap tangan Jihan dengan tangan satunya.
"Trus sekarang istri saya harus gimana Dok,?"
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...