Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Tiba Tiba Telfon Vivi


__ADS_3

Jihan setelah berkenalan dengan Frengki lalu keluar ruangan Vivi,dan Vivi lanjut mengobrol.


"Vi,,Jihan cantik juga,dah punya pacar belum,?"tanya Frengki.


"Belum,tapi dia lagi suka sama seseorang,"


"Belum jadian kan,,?"


"Belum,,kenapa emangnya,,"


"Aku ada harapan buat masuk dong,,"sambil tersenyum senang .


"Bisa aja kalau kamu niat mah,"


"Oh iya,,imbalan tutup mulutku minta no telfon nya Jihan aja gimana Vi,,?"


"Kalau kamu minta nomernya Jihan,Saya harus ngomong dulu dong ke orangnya,takutnya dia marah nanti,,"


"Ngga usah ngomong lah Vi,dia ngga bakalan marah pasti,orang di minta no telfonya sama orang ganteng kaya Aku gini kok,"


"Tapi Laki laki yang dia taksir lebih ganteng dari kamu Freng,"


"Serius,,kamu kenal,,?"Vivi mengangguk.


"Siapa dia,,biar Aku tau sainganku,"


"Dia,,,"Vivi diam tidak lanjut bicara.


"Dia siapa Vi,jangan buat Aku penasaran deh,,buruan jawab,,"


"Laki laki yang Jihan Suka adalah Akbar,,Akbar Pamuji,,"

__ADS_1


"Apa,,Akbar Pamuji,Bu,,bukanya dia ,,"Vivi mengangguk sambil tersenyum.


"Serius,,kok bisa,,"


"Mereka teman sekolah,,"


"Teman sekolah,,kok bisa,Akbar bukanya udah S1 yah,,"


"Mereka bukan seangkatan tapi Jihan adik kelasnya,"Vivi lalu menceritakan semuanya tentang Jihan dan Akbar,juga Jihan yang seorang model juga.


"Wah sepertinya dia menarik,"


"Kalau Kamu bisa membuat dia mencintai Kamu ,Saya justru merasa senang dan berterimakasih padamu,,"


"Ya kalau gitu mana no telfonya,"


"Ya nanti Saya kasih ,tapi Saya izin dulu yah,"


"Freng,,Akbar telfon saya angkat dulu,"Frengki mengangguk.


"Halo Mas,,ada apa ,tumben jam segini telfon,?"


"Emang ngga boleh kalau Aku telfon jam segini,?"


"Ya Boleh,tapi tumben aja,ada apa sayang,,"Vivi sedikit pelan bicaranya,karena ada Frengki,Vivi bilang sayang karena suara Akbar terdengar sedikit lagi BT.


"Aku juga ngga tau tiba tiba ingin telfon kamu,kamu baik baik saja kan,kamu sekarang lagi ngapain,?"


"Aku lagi sendiri ,"Vivi yang ngga pernah Bohong suaranya terdengar aneh.


"Yang,,kamu lagi bohong yah,,Aku tau kamu loh,Aku merasa kamu sedang berbohong,"Vivi langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


"Ya Tuhan dia sampai tau Aku sedang bohong,"


"Yang,,kok diam,kamu beneran bohong,?"karena Vivi diam,Frengki yang melihat Vivi seperti bingung bertanya.


"Ada apa,,?"tanya Frengki,Vivi langsung menggeleng dan mengarahkan telunjuk nya di bibirnya,Frengki mengangguk,untung saja Frengki bicaranya pelan.


"Aku ngga bohong kok Mas,seriusan Deh,"Akbar yang tidak percaya langsung mengubah panggilanya menjadi Vc.


"Freng,,kamu keluar dulu yah,Akbar Vc Nih,,"sebelum mengangkat pangilan vcnya,Frengki pun menurut dan keluar dari ruangan Vivi.


Vivi mengangkat pangilan Vc nya Akbar,dan langsung memasang wajah senyum.


"Kamu tuh Mas orangnya ngga percayaan amat sih,Vivi hanya sendiri,"


"Tapi Aku merasa ngga enak Yang,"


"Itu perasaan kamu aja kali Mas,,"


"Ya mungkin,,karena Aku mencintaimu dan sangat merindukanmu,jadi rasanya Aku takut kamu kenapa kenapa,"


"Vivi ngga kemana kemana kok Mas,di Kelinik terus,tapi tadi Vivi di ajak Jihan makan baso di luar,"


"Kenapa ngga suruh orang aja sih yang beliin,kamu ngga usah pergi pergi deh,"


"Kan cuman ke warung bakso Mas,ngga jauh kok,"


"Iya tapi kan Aku tetap takut kamu kenapa kenapa,"


Saat Vivi dan Akbar masih mengobrol,tiba tiba Frengki masuk ,Frengki kira Vivi sudah selesai telfonanya.


"Vi,,,Aku pulang dulu yah,,,"

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih..


__ADS_2