Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Frengki Kaget


__ADS_3

Di rumah sakit Frengki masih menjaga Jihan,karena Jihan belum bisa makan sendiri jadi Frengki membantu menyuapinya,Jihan dengan pelan makan makanan yang di siapkan oleh Frengki.


Saat Frengki sedang menyuapi Jihan,Sifa datang.


"Pagi,,"sapa Sifa.


"Pa,pagi,,"jawab Frengki yang sedikit gugup karena ngga enak sedang menyuapi Jihan.


Jihan yang belum tau siapa Sifa hanya melihatnya saja.


"Hai,, sukurlah kamu sudah sadar,Aku Sifa orang yang menabrak kamu,maaf yah Aku ngga sengaja menabrak mu,itu karena kamu yang tiba tiba nongol,tapi Aku akan tanggung jawab semua biaya perawatan kamu,jadi kamu ngga usah kuatir yah,"Jihan tersenyum.


"Maaf Yah,,dan terimakasih,Kenalkan Aku Jihan,,"


"Hai Jihan salam kenal,Ya sama sama,mungkin ini sudah jalan dari Tuhan buat kita,"


"Iya,,"jawab Jihan.


"Mas,,Aku bawakan makanan untukmu,Aku siapkan dulu yah makanannya,nanti biar Aku yang suapi Jihan,"Sambil sifa menata di meja makananya,setelah tertata Sifa mendekati Frengki dan meminta piring makan Jihan.


"Sanah Mas makan dulu,itu Aku yang masakin,,"Frengki yang memang lapar lalu bangun dari duduknya,dan bergantian Sifa yang duduk.


"Jihan sekarang makanya sama Aku yah,Mas Frengki biar makan dulu,biar dia ngga sakit ,"Jihan tersenyum tipis.


"Apa kamu kenal Frengki,,?"tanya Jihan pada Sifa,Frengki yang sedang makan juga dengar pertanyaan Jihan ke Sifa.


"Iya,,Aku sangat mengenalnya,karena Mas Frengki itu kekasihku,,"

__ADS_1


Deg...


Jihan langsung kaget mendengar jawaban Sifa dari pertanyaannya,dan Jihan langsung melihat ke Frengki yang sedang makan,Frengki juga tau kalau Jihan sedang menatapnya.


"Kamu juga kenal yah sama Mas Frengki,karena Mas Akbar juga Vivi kenal kamu,,"


"Vivi,,Akbar,,apa mereka juga ada di sini,,di negara ini,,"


"Iya,,mereka ada di sini,Vivi kerja bersamaku,di rumah sakit suasta ,dan Mas Akbar sedang liburan,,"Jihan langsung diam.


"Ayo Aaaa lagi,tinggal dikit ,abiskan yah biar kamu cepat sehat,"


Jihan menghabiskan makanannya,setelah selesai makan Jihan minum obat di bantu Sifa juga.


Setelah Itu Jihan sudah tidak banyak bicara lago,hanya diam setelah mendengar semuanya.


"Kamu ngga kerja,?"tanya Frengki,sambil melirik ke Jihan,dan ternyata Jihan memejamkan matanya.


"Aku masuk malam,apa Mas sudah menghubungi keluarga Jihan,,"


"Belum,Akbar nanti yang akan menghubungi keluarganya,,"


"Oh gitu,,semoga keluarganya cepat datang ya Mas,biar kamu ngga menunggu di sini,pasti ngga nyaman kan,,"Frengki hanya menjawab Iya.


Jihan dari tadi sebenarnya dengar cuman pura pura tidur,Jihan merasa sangat sedih sekarang sedang sakit dan sebatang kara.


Akbar lalu datang,Akbar mendekat ke Jihan,saat melihat Jihan tidur Akbar gabung untuk duduk di sofa.

__ADS_1


"Sifa,,Aku mau bicara berdua dengan Frengki sebentar yah,,di cafe bawah,"


"Ada apa sih Bar,ngomong aja di sini,malas ah turun,Aku belum mandi ini,,"


"Ngga papa Mas,Ajak aja Aku di sini temani Jihan,mas Frengki belum mandi juga masih ganteng ini kok,,"sambil tersenyum Sifa berkata.


"Udah yuk,tuh boleh kok,dan kamu masih ganteng kok,"sambil Akbar menarik tangan Frengki.


Keduanya lalu turun ke bawah dan menuju cafe,Akbar memesan dua gelas kopi.


"Ada apa sih Bar,,?"


"Aku sudah menelfon papah ku,"


"Trus dapet ngga no telfon papahnya Jihan,,"Akbar menggeleng.


"Papah mu sudah ngga punya ,?"


"Iya Papah ku sudah ngga punya,karena Papah Jihan sudah meninggal,,"


"Apa,,Bar masalah kaya gitu ngga baik buat becandaan,,"Frengki sangat kaget.


"Aku ngga becanda,Papah ku bilang,Papah Jihan meninggal dua bulan yang lalu karena di tusuk pisau oleh orang yang tak di kenal,"


"Trus berarti Jihan sendirian sekarang,?"Akbar mengangguk.


Frengki langsung mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2