Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Bram Minta Tolong Pada Vivi


__ADS_3

Bram merasa lemas saat tau Sifa sudah ada laki laki lain,Sifa juga menyuruh Bram pergi,karena Sifa masih harus lanjut kerja.


Bram duduk di loby cukup lama karena masih tidak menyangka kalau Sifa sudah punya kekasih.


Padahal Bram masih sangat mencintai Sifa,Bram melihat ke Hpnya,lalu teringat dengan Vivi.


Bram lalu membuka IG nya,dan mencari Nama Vivi,setelah ketemu Bram langsung DM Vivi.


"Vi,,tolong bantu Aku,,"itu DM Bram pada Vivi.


Vivi sedang tiduran bersama Akbar,mereka sedang mengobrol sambil pelukan.


"HP mu itu bunyi Yang,,"Vivi melihat ke hpnya,lalu di lihat.


Vivi melihat ada DM masuk dari Bram,"Siapa?"


"Bram ,,"jawab Vivi sambil membalas DM nya.


"Siapa Bram,,?"Vivi tidak menjawab pertanyaan Akbar,karena sedang berbalas pesan dengan Bram.


Akbar yang di abaykan langsung menarik hp Vivi,"Mas,,kok di ambil sih,,"


"Bram itu siapa,,?"sambil mata Akbar melotot.


Vivi langsung tersenyum,,"Bram itu teman Vivi saat ikut seminar di Amerika Mas,,yang nolong Vivi waktu itu,,"Akbar lalu mengingatnya.

__ADS_1


"Ngapain dia menghubungimu,,"Akbar sambil melihat hp Vivi untuk membaca pesan yang dari Bram.


"Dia minta tolong apa,,?"


"Makanya sinih hpnya,Vivi baru nulis belum di kirim itu,Vivi juga mau tanya minta tolong apa,"Akbar akhirnya memberikan hpnya pada Vivi.


Vivi yang malas ketik akhirnya menelfon Bram,Akbar terus saja di sebelah Vivi karena penasaran ada apa.


"Halo Vi,,"


"Iya Halo Bram,,ada apa,,?"


"Tolong Aku,,"


"Iya,,kamu mau minta tolong apa,,?"


Akbar mematikan suara di hp Vivi,biar saat bicara Bram tidak dengar,"Suruh dia datang ke sini,,"kata Akbar Vivi lalu mengangguk.


"Kamu datanglah ke Hotel Xx ,Aku sedang di sini,,biar kita bicaranya enak,"


"Baiklah,,Aku akan ke situ,,"


Vivi mematikan hpnya,Bram lalu mencari taxsi untuk menuju hotel.


"Jelaskan sama Mas,,ada hubungan apa antara Sifa dan Bram,,"Vivi lalu menjelaskan semuanya pada Akbar.

__ADS_1


Akbar cukup kaget dengar cerita Vivi tentang hubungan Sifa dan Bram.


Di rumah sakit tempat Jihan di rawat,Frengki sedang membantu Jihan minum.


"Trimakasih,,"kata Jihan sesudah minum.


"Iya,,ini sudah malam,tidurlah,,"sambil membenarkan selimut Jihan.


"Besok tidak usah lagi menemaniku di sini,"Kata Jihan saat Frengki jalan ke arah sofa.


Frengki berhenti berjalan ,lalu menengok ke arah Jihan.


"Apa maksudnya ,,?"


"Aku ngga mau merepotkan mu,kamu harus kembali kerja kan,dan Aku ngga enak sama Sifa juga kalau kamu menjagaku terus,di sini ada suster yang menemaniku,"


"Tapi kamu seperti ini karena Sifa dan Aku,jadi kita harus bertanggung jawab,"


"Itu bukan sepenuhnya kesalahan kalian,itu juga salahku ,dengan kalian membawa Aku ke rumah sakit aja itu sudah bertanggung jawab,"


"Lukaku ini penyembuhannya lama,tidak mungkin kan kamu akan terus di sini,jadi lebih baik kamu tidak usah menunggu ku lagi,kamu harus kerja ,"


"Tidak,,Aku akan tetap di sini menjaga dan menemanimu,tidak mungkin Aku meninggalkanmu dengan kondisi seperti ini,Aku akan terus menunggumu sampai kamu membaik,,"


"Jangan lakukan itu,,Aku takut kalau kita terus bersama seperti ini akan ada yang terluka,,"

__ADS_1


"Siapa yang terluka,,,"Frengki dan Jihan melihat ke arah pintu,,,


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2