Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Vivi Malu Pada Frengki


__ADS_3

Vivi merapikan bajunya dan juga merapikan rambutnya,Akbar membuka pintu.


"Ganggu aja deh,,"


"Kamu jangan berbuat mesum di vila ku ya Bar,"


"Apaan sih,sembarangan ngomongnya , Yang buruan,itu yang buat Frengki sekalian di bawa yah,"Akbar lalu keluar duluan bersama Frengki setelah Vivi menjawab iya.


Vivi lalu mengambil kotak oleh oleh buat Frengki,setelah itu Vivi keluar dari kamar dan menuju tempat makan.


"Ini oleh oleh buatmu,"Vivi meletakan kotaknya di meja depan Frengki.


"Apa nih isinya,?"


"Buka aja sih,"kata Vivi sambil duduk di sebelah Akbar.


Frengki lalu membuka kotak oleh olehnya,dan ternyata ikat pinggang.


"Maaf yah hanya itu,Aku soalnya bingung beliin apa buat kamu,"


"Ya ngga papa,ini aja udah bagus banget,makasih yah,,"


Lalu ketiganya lanjut makan,Vivi mengambilkan untuk Akbar,sedang Frengki mengambil sendiri.


"Enak juga yah punya pacar,makan aja di ladenin ,"


"Makanya punya pacar,"kata Akbar sambil tersenyum.


"Brengsek emang kamu mah,awas aja kalau nanti Aku punya pacar,pasti Aku lebih romantis dari pada kamu,"


Makan akhirnya selesai,Frengki lalu mengajak Vivi untuk pulang,karena takut kemalaman.

__ADS_1


"Besok kesini lagi yah,,"


"Ya kalau ada yang jemput,"Kata Vivi,dan Akbar melihat ke Frengki.


"Ngga,,Aku ngga mau,Aku capek,,aku mau ke Jakarta,"


"Terus kalau kamu ke Jakarta Vivi ke sini sama siapa,,?"


"Bisa kan taxsi onlaine,,awas kalian jangan berbuat mesum di sini,,"


"Iya,,kita juga tau belum halal,,ya udah jam datang lusanya yah,sekalian Aku balik ke Jakarta,,"


"Ya,,ya udah yu Vi pulang,,"


"Saya ambil oleh oleh dulu di dalam,tunggu yah,,"Vivi masuk ke kamar,lalu Akbar mengikutinya dari belakang.


Vivi mengambil coklat dan tas nya,saat mau keluar Akbar memeluknya dulu.


"Hati hati di jalan,kalau sudah sampai kabarin,"Vivi mengangguk.


"Eeemmmm,,,"Vivi berusaha melepaskan ciuman Akbar,tapi Akbar menekan leher belakang Vivi.


Vivi mendorong dada Akbar,ciuman pun terlepas,Vivi langsung menghirup nafasnya yang kehabisan.


"Maaf,,"Akbar sambil mengusap mulut Vivi.


Lalu keduanya keluar sambil pegangan tangan.


"Lama amat sih kalian,,"teriak Frengki sedikit kesal juga.


Akbar dan Vivi hanya tersenyum saja,Akbar lalu membukakan pintu mobil untuk Vivi.

__ADS_1


"Freng,,hati hati yah bawa calon istriku yang cantik ini,,"


"hemmm,,,"jawabnya hanya berdehem.


Frengki membawa mobilnya meninggalkan Vila.


"Akbar ganas banget ya Vi,,?"Vivi menghadap Frengki karena tidak faham dengan pertanyaannya.


"Maksudnya ,,?"


"Itu bibirmu sampai bengkak gitu,"Vivi langsung menutup mulutnya,dan merasa malu pada Frengki.


Frengki tersenyum melihat Vivi yang terlihat malu,Vivi langsung membuang mukanya ke arah kaca.


Akhirnya mobil sampai di depan klinik,Vivi langsung turun,sedang Frengki ngga mampir karena sudah malam dan harus balik ke Jakarta.


Vivi masuk dan langsung ke kamar,karena sudah malam,Jihan pun sudah tidur,hanya ada suster penjaga dan mantri.


Vivi menjatuhkan badanya di kasur,lalu tanganya meraba bibirnya,"Ya Tuhan Aku malau banget sama Frengki,,"lalu Vivi ambil kaca dan benar bibirnya seperti bengkak.


Vivi lalu mengirim pesan pada Akbar kalau sudah sampai,tapi tidak di balas.


"Mungkin udah tidur,,Aku juga ngantuk,tidur ah,,"


Pagi harinya Vivi membagi coklat buat bibi sama mamang,dan juga suster yang lainya.


Saat Vivi masuk ke ruangan kerjanya,Jihan datang ke dapur,dan melihat coklat mahal ada di meja makan.


"Bi,,ini coklat punya siapa,,?"


"Oh,,ini coklat di kasih Dokter Vivi Non,,"Jihan langsung mengerikan keningnya,karena merasa Aneh,kok Vivi punya coklat mahal dan coklat itu dari Amerika.

__ADS_1


"Mencurigakan banget itu Anak,,Aku harus selidiki bener bener nih,,,jangan sampai kecurigaanku benar adanya,"


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2