Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Meminta Imbalan


__ADS_3

Vivi sebenarnya ngga mau ikut belanja ,tapi Akbar menyuruhnya untuk ikut,karena Akbar akan menemaninya.


Mereka janjian bertemu jam 11 siang,jadi Vivi bisa beres beres apartenemen dulu.


Akbar lanjut menyempurnakan seketsa wajah 4 laki laki semalam,sedang Vivi mulai membereskan apartemen , Vivi mencuci baju di mesin cuci,sambil menunggu baju selesai Selfi menyapu juga mengepel.


Akbar sudah selesai dan seketsa di simpan di dalam laptopnya,Akbar masuk ke kamar ,ternyata Vivi sedang mengganti seprei kasur.


Akbar lalu mendekati Vivi dan memeluknya dari belakang.


"Perlu bantuan ngga,,?"


"Ini udah mau selesai,Mas awas dulu biar ujung seprai ini Vivi masukan ke dalam,"


Akbar melepaskanya,Setelah itu Vivi langsung memasukan nya ke bawah kasur.


Akbar yang melihat Vivi sudah selesai,lalu menyuruhnya untuk duduk di kasur.


"Besok berani pulang sendiri kan,?"


"Kalau ngga berani Mas mau anterin emangnya,?"


"Ya mau kalau kamu ngga berani,tapi ada imbalan nya,,"


"Apa imbalanya,,"Akbar tersenyum sambil mengangkat dua alisnya.


"Aku pengin bermain denganmu di atas kasur"


"Bermain apa di atas kasur Mas,?"


Akbar langsung mendorong badan Vivi dengan pelan ke kasur,Akbar dengan cepat menindihnya.

__ADS_1


"Mas ngapain,,?"


"Kita mau main,,"


"Mainya kok gini,"Akbar tersenyum.


Akbar lalu langsung mencium bibir Vivi dengan rakus,Vivi yang belum siap langsung mendapat serangan sedikit kualahan.


"Kita nikmati waktu dua hari ini bersama yah,Aku ngga akan melampaui batas,jadi jangan takut,,"sambil mencium kening Vivi,Vivi yang terhipnotis dengan perkataan Akbar hanya mengangguk pelan.


Akbar yang di beli lampu hijou langsung aja mencium bibir Vivi lagi,keduanya saling membalas dan saling melu#mat,tangan Vivi di kalungkan di leher Akbar.


Milik Akbar yang bangun menekan inti tubuh Vivi,dan Vivi merasa sakit karena Akbar sambil mengge#sekan miliknya ke inti tubuhnya.


"Eeemmmm,,,,"Vivi melepaskan ciumanya,karena nafasnya habis,Akbar benar benar ngga memberi jeda,terus saja menyerangnya.


Setelah melepaskan ciumanya,Akbar langsung menyerang leher Vivi.


"Maasss,,,,jangan di buat tanda Yah,,"


Akbar lalu menciumi juga menj#ilati leher Vivi sampai ke telinganya juga,leher Vivi sampai basah.


Tangan Akbar melepaskan kancing baju Vivi,dan satu persatu sampai lepas semuanya.


Ciuman Akbar turun ke dada Vivi,Akbar yang melihat Dada Vivi langsung tidak menunggu lama lagi,dan langsung melahapnya.


"Massss,,,,eeeemmmm,,,"Akbar seperti bayi yang kehausan terus saja menye#dotnya dengan rakus secara bergantian.


Saat keduanya sedang merasakan suhu panas di dalam badanya,tiba tiba hp Akbar berbunyi dengan kencangnya,ternyata ada telfon.


"Mas,,,hp kamu berbunyi,"

__ADS_1


"Biarin saja,,"


"Takut penting Mas,,"karena hp terus saja berbunyi,Akbar akhirnya bangun dari atas badan Vivi.


Ternyata Dosen Akbar yang menelfonya,dan Dosennya bilang kalau besok pagi Akbar harus datang ke kampus.


Vivi merapikan bajunya saat Akbar sedang menerima telfon,saat Akbar selesai telfon dan melihat Vivi sudah rapi langsung menjatuhkan badanya di kasur.


"Kenapa sudah di rapikan gitu,"


"Ini sudah siang Mas,kita kan mau pergi,"Akbar melihat jam dan ternyata sudah jam 10.


"Tapi entar malem lanjutin yah,"Vivi mengeleng sambil tersenyum.


"Harus mau ngga boleh bilang ngga,,"sambil Akbar meletakan kepalanya di pangkuan Vivi.


Lalu Vivi dan Akbar mandi bergantian,dan akan langsung bersiap setelah tadi Vivi menganggukan kepala.


"Pakai baju yang hangat,jangan pakai baju kaya gitu,,"Akbar melarang Vivi pakai baju kaos ketat,suruh ganti kaos lengan panjang dan yang tebal.


"Nanti kan di pakai in jaket Mas,,"


"Iya tapi jangan pakai kaos kaya gitu,cuaca lagi sangat dingin,kamu bentar lagi pulang ,jadi harus jaga kesehatan,ganti gih,"Vivi lalu menurut dan mencari bajunya yang lengan panjang.


"Mau ganti baju di mana,,"sambil menarik tangan Vivi saat Vivi mau berjalan ke kamar mandi.


"Di kamar Mandi Mas,"


"Ngga usah di kamar mandi,di sini aja gantinya yah,"Vivi langsung melotot,Akbar hanya tersenyum melihat Vivi melotot.


"Awas dulu Mas,,Vivi ganti baju dulu,"sambil menarik tanganya,Akbar pun melepaskanya.

__ADS_1


Vivi masuk ke kamar mandi setelah Akbar melepaskan tanganya.setelah keduanya rapi dan Siap mereka langsung berangkat.


Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2