
Akbar sudah sampai di kantornya,dan Akbar langsung mempelajari kasus perceraian Bu Sindi.
Sampai sore pun datang,Akbar langsung pulang ke rumah karena sudah merasa lelah.
Sampai di rumah Akbar langsung masuk ke kamar dan mencari Vivi.
"Mas udah pulang,,"
"Iya,,Mas mau langsung mandi,rasanya gerah banget,"sambil membuka kancing baju kemeja dan celananya,setelah terlepas Akbar berjalan ke Kamar mandi tapi sebelumnya mencium kening Vivi dulu.
"Mas buatkan kopi yah sayang,"
"Iya Mas,,"
Vivi sebelum keluar membuat kopi untuk Akbar ,Vivi mengambil kemeja putih dan celana yang baru Akbar pakai kerja,Vivi melihat ada noda merah di kerah kemeja Akbar,saat di lihat ternyata lipstik.
"Kenapa ada lipstik di kerah baju Mas Akbar,,habis ngapain ini orang,"Sambil Vivi menciumi baju Akbar dan masih bau minyak wangi wanita menempel di baju Akbar.
Vivi langsung merasa kesal,"Kamu mau main main ya Mas,,awas aja Aku potong burung kamu nanti,,"kata Vivi yang kesal.
Akbar keluar dari kamar mandi,tapi Vivi menatap Akbar dengan tatap an tajam.
"Kamu kenapa sayang kok lihatin Mas kaya gitu,,?mana kopi Mas,,,"
"Ini lipstik siapa,,,?"sambil menujukan baju yang terkena lipstik.
"Lipstik,,,kok ada di baju Mas,,?"
__ADS_1
"Mana Vivi tau,,kan Mas yang pake,,ini baju nya juga kena minyak wangi wanita,nih cium,sapa tau Mas langsung paham milik siapa itu minyak wangi,,"sambil melempar bajunya ke Akbar.
Akbar menciumnya dan Akbar yang memang tidak tau itu bau baju siapa sedikit bingung.
"Sudah Ingat ,,enak yah istri sama anak di rumah,tapi suami senang senang di luar sana sama wanita lain,,Vivi udah ngga cantik lagi,Vivi udah kaya badut dan jelek iya,,mas udah bosen gitu sama Vivi,,"sambil bicara Vivi kencang dan emosi.
"Sayang kamu kenapa gini sih,,tunggu dong Mas jelasin,,jangan langsung curiga gitu,,"sambil mendekati Vivi.
"Jelasin apa lagi,,baju mas aja bau minyak wangi wanita pasti Mas habis pelukan kan,,itu lipstik aja menempel di baju Mas,,kamu tuh keterlaluan tau ngga Mas,,"Vivi memukuli dada Akbar.
Akbar melihat Vivi yang emosi langsung memegangi tanganya,"Sayang,,sudah cukup ,Mas akan jelaskan,,kamu ngga percaya sama Mas hahh,,"Akbar membentak Vivi,dan Vivi yang merasa di bentak Langsung menarik tanganya dan pergi dari kamar sambil menangis.
Akbar langsung mengusap wajahnya kasar karena emosi jadi bicaranya kencang ke Vivi,"Sit,,,kenapa jadi gini sih,,"Akbar lalu mengambil baju,setelah memakainya Akbar keluar dari kamarnya dan mencari Vivi.
"Mba,,Ibu mana,,?"
"Oh iya makasih,,"Akbar lalu ke kamar anaknya,di dalam ada Suter dan Vivi yang sedang tiduran sambil memeluk Fatir yang sedang tidur.
"Sus keluar dulu yah,,"
"Baik Pak,,"suster pun keluar dari kamar,Akbar lalu duduk di pinggir kasur dekat Vivi setelah Suster keluar.
"Maafin Mas,,tadi Mas ngga bermaksud bicara keras,tadi Mas reflek ,maafin Mas yah,,"sambil mengusap rambut Vivi,Vivi tetap diam.
"Tadi pagi Mas bertemu Kliyen bernama Bu Sindi di restoran,dan dia seorang perempuan,,dia berusia 30 tahunan,saat kita mau pulang kita berjalan bersama keluar,tapi saat di depan ada lantai yang basah,lalu Bu Sindi terpeleset dan Mas langsung menolong dan menarik tanganya,jadi Bu Sindi jatuh di dada Mas,makanya itu lipstik menempel di baju Mas dan minyak wanginya juga menempel di baju Mas,percaya sama Mas,,ngga mungkin Mas macam macam,,Mas sangat mencintai kamu,,"Vivi mendengarkan penjelasan Akbar sambil menangis,karena Vivi serius takut kalau Akbar benar benar menyukai wanita lain,apa lagi Vivi sekarang merasa gendut karena bobot berat badan Vivi sekarang 67 kg dari yang tadinya 58 kg.
"Sudah jangan menangis,,Mas minta maaf yah,,"sambil menciumi tangan Vivi.
__ADS_1
Akbar lalu ikut tiduran dan memeluk Vivi dari belakang,sambil menciumi rambut Vivi.
Pintu kamar ada yang mengetuk,Akbar lalu bangun,"Ada apa,,?"tanya Akbar saat buka pintu.
"Itu pak ada Non Tiya sama suaminya,,"jawab Mba.
"Oh iya nanti saya keluar,suruh tunggu,,"
"Baik pak,,"
Akbar ke Vivi lagi,"Sayang ada Tiya,,ayo kita keluar,,sudah jangan menangis,,"Vivi sebenarnya malu karena matanya pasti terlihat habis menangis,tapi kalau ngga menemui Tiya ngga enak.
Vivi bangun dan duduk,Akbar membantu merapikan rambut Vivi,"Vivi mau ke kamar mandi dulu,,mau cuci muka,,"
"Ya sudah Sanah,,"Sabar mencium kening Vivi dulu sebelum Vivi pergi ke kamar mandi.
Fatir bangun saat Vivi masih di kamar mandi,"Sayangnya papah bangun,,hemm,,sinih papah gendong,"
Vivi keluar dari kamar mandi lalu mereka keluar untuk menemui Tiya dan Torik.
"Hai Fatir ,,sinih sayang sama Tante,,"Tiya langsung mengambil Fatir di gendongan Akbar.
"Kalian sudah makan malam belum,,kalau belum kita makan malam bareng yuk,"kata Vivi.
"Belum kak,,boleh deh kita makan malam di sini,,kak,, Kaka habis nangis,,kenapa,,,?"tanya Tiya Vivi tersenyum tipis.
Akbar lalu menceritakan Vivi yang habis marah padanya,dan setelah cerita itu mereka langsung bilang kapan mau pergi ke Jakarta.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..