
Akbar menyuruh semuanya untuk duduk,agar lebih tenang,Jihan masih menangis di dekat Vivi,sedang Frengki diam karena merasa salah,bingung dan takut.
"Freng kamu jangan emosi,kamu harus lebih tenang,ya memang Aku tau perasaanmu,kamu takut Jihan kenapa kenapa kan,tapi ini bisa di bicarakan baik baik,jangan main kasar dan apa lagi menggugurkan darah daging mu sendiri,kamu akan sangat berdosa ,Tuhan sudah mempercayakan anak pada Jihan berarti Tuhan tau Jihan akan mampu dan bisa melewatinya,kamu harusnya mendukung dan menjaganya,agar calon anak kamu dan Jihan keduanya sehat sampai nanti melahirkan,"Akbar bicara panjang lebar ke Frengki.
"Aku tau Bar,Aku tau itu salah dan dosa,tapi Aku takut kehilangan Jihan,kamu tau sendiri perjuanganku kan untuk mendapatkannya,soal anak bisa nanti kalau dia sudah sembuh total,kalau mau Jihan juga bisa adopsi bayi yang baru lahir kan untuk di jadikan anaknya ,tanpa harus menyiksa badanya nanti,"
"Aku faham perasaan dan keinginan mu,tapi sekarang sudah terjadi,sekarang Jihan sudah hamil,dan dia sangat bahagia karena memang Jihan sudah menginginkan kehadiran nya,kamu pasti akan sangat bahagia kalau kamu setiap hari bisa tau perkembangan anakmu,kamu itu dokter hebat,kamu pasti bisa menjaga Jihan dan bayi dalam kandungannya,percayalah pada Tuhan,ini sudah takdir dari Tuhan untuk Jihan dan kamu mendapatkan momongan,jadi kamu lebih baik menerimanya dengan penuh bahagia seperti Jihan yang sangat bahagia,dia butuh dukungan mu,pasti Jihan akan sembuh ,percayalah,,dan banyak lah Doa pada Tuhan ,"Frengki langsung melihat Jihan yang masih mengeluarkan air mata.
Frengki lalu mendekat ke Jihan,dan langsung memeluknya,"Maafkan sikap Mas tadi,Mas seperti itu karena mas ngga mau kamu kenapa kenapa,apa lagi sampai kehilangan kamu,Mas ngga mau,,maafkan Mas yah,ayo kita bersama menjaga anak kita,dan kamu juga harus sembuh,agar bisa melahirkan dengan normal seperti wanita umumnya,"Frengki berbicara sambil menangis.
Jihan juga ikut menangis,mereka saling peluk,Vivi lalu bangun dari duduknya dan mendekat ke Akbar,Akbar tersenyum sambil mengusap perut Vivi.
Setelah Jihan dan Frengki lebih baik,Vivi mengajak semuanya makan malam bersama.
"Vi,,di rumah sakit mu ada Dokter tulang jam berapa kalau besok,,?"tanya Frengki.
"Besok hari Rabu biasanya siang jam satuan,kenapa kamu mau bertemu dengannya,?"
__ADS_1
"Iya,Aku mau memeriksakan tulang punggung Jihan besok,dan sekalian ke Dokter kandungan,"
"Bukanya Kamu bisa memeriksanya ya Freng,?"tanya Akbar.
"Bisa,,tapi kalau kandungan kan lebih baik pada yang ahli juga bidangnya,"
"Oh gitu,Vivi juga bisa kok periksa orang hamil,"
"Iya,tapi kan di sini ngga ada alatnya,lebih afdol di rumah sakit yang alatnya kumplit,"
"Ya terserah kamu aja,tapi Vivi ngga boleh kamu ajak ke rumah sakit yah,"
Vivi lalu menjawab iya nanti akan di buatkan janji bertemu besok di rumah sakit.
Selesai makan malam,kedua pasang masuk ke kamar masing masing.
Jihan tiduran sambil terus mengusap perutnya yang masih rata.
__ADS_1
"Apa kamu bahagia Sayang,?"tanya Frengki sambil duduk di kasur.
"Iya Mas,,Aku bahagia,sangat bahagia,Aku ingin punya anak 4 mas,biar di rumah kita nanti rame,"Frengki tersenyum tipis.
"Ini aja Aku takut malah kamu mau punya anak 4,,"batin Frengki berkata.
"Iya terserah kamu mau punya anak berapa,tapi besok lihat hasil pemeriksaan yah,"
"Tapi walau nanti pemeriksaan menyatakan tulang punggung ku belum sembuh,Mas tetap tidak boleh menyuruh Aku untuk menggugurkannya yah,Mas harus selalu mendukung ku agar Aku makin kuat untuk menjalaninya,"
"Iya sayang,kita akan bersama sama menjaga anak kita,pasti Tuhan sudah punya rencana indah untuk kita,"
"Iya mas,,semoga dengan kehamilan ini tulang ku justru makin sehat,"
"Amin,,semoga,,"
Frengki mencium kening Jihan,dan tanganya juga mengusap perut Jihan.
__ADS_1
***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
Jangan lupa juga untuk mampir ke cerita baruku,dan jangan lupa tinggalkan jejak yah, trimakasih***..