
Pagi harinya Akbar sudah bersiap untuk berangkat ke kantor,Vivi dari tadi sebenarnya merasa takut terjadi apa apa dengan suaminya,tapi Vivi tetap tenang dan selalu berdoa semoga urusan suaminya berjalan lancar dan masalah cepat selesai.
"Mas berangkat dulu yah,"
"Iya Mas,Mas hati hati yah,kabari Vivi kalau ada apa apa,"
"Iya sayang,,"Akbar mencium kening Vivi,dan Vivi cium tangan Akbar.
Setelah itu Akbar masuk ke mobil dan pergi,Akbar langsung menuju toko bangunan yang semalam.
Hanya 20 menit Akbar sudah sampai,Akbar turun dari mobil lalu masuk ke toko.
"Silakan pak,ada yang bisa kita bantu,,?"kata pegawai toko bangunan.
"Saya ingin bertemu pemilik toko ini,apa bisa,,?"
"Bisa pak,, Bos saya ada di dalam ,mari saya antar,,"Akbar mengikutinya.
"Maaf Bos,ada orang ingin bertemu,"
"Siapa,,"tanya si Bos.
"Bapak ini Bos,,"
"Pagi Pak,maaf saya mengganggu,bisa Sanya bicara sebentar dengan bapak,,?"
"Oh boleh silakan,tapi wajah bapak serasa ngga asing yah,apa bapa Artis,,?"Akbar tersenyum.
"Bukan Pak,,"Sambil Akbar duduk.
"Saya langsung aja Pak,,saya datang ke sini ingin meminta bantuan bapak,,,"Akbar menceritakan semuanya dan pemilik toko langsung paham.
"Oh ya pantas wajah anda saya seperti paham,rupanya Anda yang kemarin beritanya di media sosial firal,,"
__ADS_1
"Iya begitu lah,apa saya bisa lihat CCTv nya sekarang pak,,"
"Oh iya,,bisa,,"pemilik toko langsung melihat ke komputernya dan mencari hasil rekaman hari dan tanggal kejadian.
"Ini pak coba lihat pak yang mana video nya,"Akbar lalu mendekati Pemiliki toko.
"Boleh saya yang melakukan pencarian,?"
"Oh iya silakan,"pemilik toko bangun dari duduknya,lalu membiarkan Akbar yang melakukanya.
Akbar akhirnya menemukanya,Akbar langsung mengirim ke hpnya agar gampang,pemilik toko juga melihat nya.
"Sudah pak,terimakasih banyak untuk semuanya,semoga rezeki bapak di beri kelancaran oleh Tuhan,"
"Amin,,iya pak sama sama,,"
Akbar lalu berpamitan kepada pemilik toko,setelah itu Akbar pergi ke kantornya,dari tadi hp Akbar sudah bunyi tanda panggilan dari orang kantornya.
Akbar membawa mobilnya dengan kencang,sampai di kantornya terlihat sudah banyak wartawan yang berkumpul.
Akbar berjalan untuk masuk,"Kalian semua masuk lah ikuti saya,"kata Akbar kepada semua wartawan.
Akbar masuk dan di belakangnya ada sekitar 10 orang wartawan yang mengikutinya.
Di dalam ruangan sudah ada ibu Andini bersama pegawai Akbar.
"Silakan kalian duduk,,"Akbar mempersilahkan para wartawan.
Akbar menyalami Bu Andini,"Bu Andini,,Terimakasih untuk kehadirannya ,"
"Iya pak,,"
Akbar dan ibu Andini duduk,lalu Akbar mulai berbicara dan menjelaskan hubungannya dengan Bu Andini.
__ADS_1
"Lalu kenapa bapak berpelukan di depan Restoran,,?"salah satu wartawan bertanya.
"Itu karena saya menolong Bu Andini yang akan terjatuh,karena tarikan tangan saya cukup kuat,sehingga Bu Andini menabrak badan Saya,jadi kita seperti berpelukan,"
"Tapi di foto itu terlihat ibu Andini seperti menikmati pelukannya,"
"Iya,seperti orang yang nyaman gitu,,"
Wartawan banyak yang mempertanyakan itu dan Bu Andini yang memang saat itu nyatanya merasa nyaman jadi sedikit malu dan bingung mau menjelaskan nya.
"Itu buka seperti yang kalian bayangkan,saya bukan merasa nyaman atau menikmati pelukan itu,tapi saya saat itu sedang merasa takut,saya tidak bisa bayangkan kalau sampai saya jatuh,makanya saya memejamkan mata,"
Itu pembelaan dari Bu Andini,Akbar lalu memutar rekaman Video hasil dari CCTv yang di dapat dari toko bangunan.
Semua wartawan melihatnya,dan juga ikut mengkopi rekaman itu,setelah semua jelas wartawan pun membubarkan diri dan bilang terimakasih pada Akbar karena sudah mau menjelaskan semuanya.
"Bu Andini,,maaf sebelumnya, saya melihat dan mengamati masalah ini dari kemarin, dan hasilnya saya mencurigai semua kejadian di lakukan oleh orang orang suami anda,apa suami anda di rumah tidak bicara apa-apa,,?"
"Maaf Pak,saya sudah pisah rumah,jadi saya tidak bertemu suami saya,"
"Oh seperti itu,,baiklah,,mari kita bicara di ruangan saya aja,karena saya ingin secepatnya membawa gugatan perceraian anda ke pengadilan,"
"Iya pak,,"
Akbar dan Bu Andini masuk ke dalam ruang kerja Akbar,sekitar satu jam lamanya mereka baru selesai,mereka tidak hanya berdua tapi ada asisten Akbar juga.
Vivi menelfon Akbar karena ingin tau gimana hasilnya,"Semua sudah beres sayang,sebentar lagi pasti akan ada berita,"
"Syukur lah Mas,Vivi sudah merasa lega,"
"Iya sayang, Mas juga sudah merasa lega,semua berkat doa dan bantuan kamu sayang,makasih yah sudah selalu ada untuk Mas,,"
"Iya Mas,,,"
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...