
Jihan diam mendengarkan perkataan Frengki dan sambil berfikir mau bicara apa.
"Eemmm,,,beri aku waktu ,Tapi Aku ngga janji kapan jawaban itu Aku berikan padamu,"
"Iya,,Silakan saja kamu berfikir,Aku akan sabar menunggu jawabannya kok,"
Akhirnya Frengki selesai sarapan,dan kopi pun sudah habis,lalu Frengki bersiap akan pulang.
Frengki pun pamit pulang kepada Vivi ,setelah itu Jihan mengantar Frengki sampai mobil.
"Hati hati di jalan,jangan ngebut ngebut,,"Frengki tersenyum senang,karena Jihan menyuruhnya hati hati.
"Iya,,Aku akan pelan pelan bawa mobilnya,seperti hubungan kita,pelan tapi pasti ,"sambil tersenyum Frengki berkata,Jihan tersenyum tipis.
Frengki masuk mobil, lalu menyalakan mobilnya,setelah itu dengan pelan mobil pun melaju meninggalkan Kelinik.
Jihan masih berdiri dan melihat ke mobil Frengki terus,setelah tak terlihat Jihan baru masuk ke dalam.
Jihan masuk keruangan Vivi,setelah itu Vivi mengajak Jihan untuk memeriksa pasien inap.
Jam berlalu,Jihan sering melihat ke hpnya,sekarang sudah jam setengah dua belas siang,rupanya Jihan kepikiran Frengki sudah sampai apa belum.
"Pasti dia sudah sampai,tapi kenapa ngga ngabarin sih,,bikin fikiran aja,,"kata Jihan di dalam hatinya.
__ADS_1
"Ji,,Jihan,,"Vivi memanggil Jihan tapi tidak menengok juga,Jihan ada di ruangan Vivi sekarang.
"Eh iya Vi,,,maaf kamu ngomong apa,,?"
"Kamu tuh ngelamunin apa sih Ji,,?"
"Ngga ngelamun kok,,Aku cuman lagi lihat hp aja,,"
"Lagi nungguin pesan dari Frengki yah,,?"
"Iihh,,apa an sih Vi,,"Jihan langsung malu.
"Kita makan siang yuk,,"Jihan menjawab Iya.
Keduanya lalu menuju dapur,dan makan siang bersama.
"Iya,,nanti main kesini yah kalau ada waktu,,"
"Iya siap,,,"
"Trus kamu sama Frengki ada kemajuan ngga,,? "
"Kemajuan apa,,?"
__ADS_1
"Jangan gitu deh,kamu pasti tau maksudku,"Jihan tersenyum tipis.
"Ya begitu lah,,Frengki orangnya baik dan Aku nyaman sih ngobrol sama dia,orangnya nyambung kalau buat ngobrol,,"
"Kamu kayanya udah mulai suka deh Ji,,"
"Iihh,,tau dari mana kamu,,kok bisa bilang gitu,"
"Dari caramu bicara tentang Frengki tuh beda,"
"Tapi Aku aja belum tau yang Aku rasa ini Vi,karena Aku masih bimbang,"
"Kenapa bimbang ,apa kamu masih mengharapkan Abang,,"Jihan diam.
Vivi melihat Jihan yang diam langsung merasa takut,takut benar dengan dugaannya,kalau Jihan masih mengharapkan Akbar.
"Apa benar yang Aku katakan Ji,kamu masih mengharapkan Abang,bukanya Abang sudah pernah bilang ke kamu kalau dia hanya menganggapmu sebagai teman saja,di depanmu sekarang ada laki laki baik yang tidak kalah tampan dengan Abang,dan yang jelas Dia mencintai kamu,tapi kenapa kamu malah mengharapkan orang yang tidak mencintai kamu Ji,lebih bahagia di cintai Ji dari pada mencintai,,"Vivi bicara sedikit kesal rupanya,karena Jihan masih saja mengharapkan Akbar.
"Aku juga belum tau dengan perasaanku ini Vi,di satu pihak Aku sudah nyaman dengan Frengki,tapi di satu pihak Aku masih mengharapkan Abang,"
"Tapi kamu harus pilih salah satunya,kamu ngga boleh egois begitu,"
"Iya Vi Aku tau kok,,"
__ADS_1
Saat keduanya masih mengobrol,hp Vivi yang ada di atas meja berbunyi tanda panggilan,dan ternyata dari Akbar,Jihan yang duduk di dekat Vivi pun melihat hp Vivi berbunyi tanda panggilan,Jihan cukup kaget karena melihat nama kontak itu ,namanya Cintaku ,dan Jihan lebih kaget lagi saat melihat foto profil orang itu,,,ternyata.....
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...