Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Jihan Mengizinkan No Telfonnya Di Berikan Ke Frengki


__ADS_3

Vivi langsung kaget saat Frengki masuk kedalam ruanganya, karena Vivi belum selesai telfonan dengan Akbar.


"Sayang,, itu suara siapa,,?"


"Eemm,,,i,,itu eemm,,Frengki lagi main kesini,"jawab Vivi dengan pelan,sedang Frengki langsung keluar lagi karena merasa ngga enak.


"Ngapain dia ke situ,dari kapan,mau apa,,kenapa kamu tadi ngga bilang,benar kan firasatku,,"Vivi langsung mengusap wajahnya.


"Dia lagi liburan ke Bandung sama keluarganya Mas,trus karena dekat sini,jadi Frengki mampir,,"


"Kamu ngga bohong kan Yang,,?"


"Ngga Mas,dia sudah tau hubungan kita kok,"


"Tapi tetap saja kalau dia itu dulunya suka sama kamu,pasti sekarang juga masih ada rasa walau sedikit buat kamu,"


"Mas,,ngga boleh berfikiran seperti itu,ngga baik,,yang penting kan Vivi ngga suka padanya,Vivi cinta matinya sama kamu Mas,"


"Hemmm,,bohong ngga tuh,,"


"Ya Tuhan,,Mas ngga percaya sama cintanya Vivi ke Mas,,"


"Percaya,,tapi Mas ngga percaya pada Frengki itu,pasti dia datang ke situ karena ingin menemui kamu,,"


"Ya iya,,Frengki datang kesini karena ingin bertemu Aku lah Mas,emang mau ketemu siapa lagi di sini,kan kenalnya sama Aku doang,kita kan teman Mas,,jadi silaturahim sama teman itu ngga salah kan,,"


"Pokoknya Mas ngga suka,suruh dia pergi dan bilang padanya suruh jangan datang lagi,"

__ADS_1


"Iya Sayang,,Nanti Vivi bilang padanya,Frengki juga sudah mau pulang kok,,"


"Bagus lah,,"


"Ya udah dulu ya Mas,ngga enak Frengki mau pulang Vivi ngga nganterin ke depan,,"


"Ngga usah di anatar,kalau dia mau pulang ya biar keluar sendiri saja,"Vivi salah bicara lagi dan langsung menutup mulutnya.


"Iya Sayang,Vivi ngga mengantarnya,"


Telfon akhirnya mati,dan Vivi bisa bernafas lega,,lalu Vivi keluar melihat ke Frengki.


"Udah telfonanya,,?"tanya Frengki yang melihat Vivi keluar dari ruanganya.


"Udah,,maaf yah,,"


"Ngga papa,,Aku justru yang minta maaf,Dia ngga marah kan,,"Vivi hanya tersenyum.


"Memang dia mah dari dulu gitu kan,cemburunya parah,,dia benar benar bucin ya Vi sama kamu,"


Vivi belum menjawab,Jihan datang mendekat,dan jam sudah sore jadi Jihan mau istirahat,Frengki terus menatap ke Jihan tanpa berkedip ,"Ya sudah Sanah kamu istirahat aja dulu ,"kata Vivi,Jihan pun pergi menuju kamarnya.


"Udah Feng,,jangan lihatin terus ,entar matanya sakit loh kalau ngga berkedip,"Kata Vivi pada Frengki yang matanya terus melihat ke Jihan,Frengki lalu tersenyum.


"Ya udah Aku pulang yah,,sampai jumpa lain waktu,,"


"Iya,kamu hati hati yah,,"

__ADS_1


"Siap,,kamu juga jangan lupa,bilang pada Jihan Aku minta no telfonya,"


"Siap,,nanti saya akan bilang,,"


Frengki pun lalu masuk mobilnya dan pergi meninggalkan klinik,Vivi masuk ke dalam,dan akan masuk kamar karena sudah sore.


Saat mau masuk Vivi ingat Frengki yang minta no Jihan,lalu Vivi mengetuk kamar Jihan.


"Masuk aja Vi,,"kata Jihan satelah Vivi mengetuk pintu.


"Maaf ganggu sebentar Ji,,"


"Ya ngga papa,ada apa Vi,,sinih duduk,"Vivi lalu duduk di pinggir kasur.


"Itu,,,tadi Frengki minta no telfon mu,tapi Aku belum kasih karena Aku belum izin kamu,apa boleh Aku kasih no mu padanya,,"


"Buat apa dia minta no ku yah Vi,,"


"Ya mungkin pengin kenal,dia DOKTER muda yang hebat loh,Ibu Dinda aja sangat menyukainya,,"


"Dia kenal Tante Dinda,,?"


"Kenal,dia kesini aja minta alamatnya ke Bu Dinda,,"


"Oh,,boleh deh,kasih aja no telfonku sama dia,siapa tau nanti bisa bantu Aku kalau Aku lagi ada kesulitan buat skripsi,"


"Baiklah,Aku nanti kasih ke Frengki no kamu,ya udah yah Aku ke kamarku dulu,selamat beristirahat,,"Jihan menjawab iya.

__ADS_1


Sambil masuk ke kamarnya,Vivi langsung mengirim no Jihan ke Frengki,Vivi tersenyum senang,karena Vivi berharap Frengki bisa membuat Jihan jatuh cinta padanya.


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2