
Akbar lalu masuk ke kamar,dan memangil Vivi untuk menemaninya sarapan.
Akbar pun sarapan setelah Vivi menyiapkannya."Nanti Kalau ada yang datang ke sini ,kamu ngga usah buka pintu kalau ngga ada Aku,Abai kan saja,"Vivi mengangguk.
"Belanjanya nanti siang aja kalau Aku pulang kuliah,jangan belanja sendiri,Aku ngga mau kamu pergi sendiri,,"Vivi mengangguk lagi.
"Besok sebelum Aku berangkat kuliah,Aku akan mengantarmu ke rumah sakit dulu,lalu pulangnya nunggu Aku jemput ,kalau Aku belum datang jangan pulang dulu,Aku takut kamu nyasar atau kamu di gangguin orang jahat kalau pulang sendiri,"saat Vivi mau mengangguk,Akbar langsung bicara.
"Kenapa dari tadi cuman ngangguk aja,jawab kek,,"Vivi hanya tersenyum saja.
Selesai makan Akbar bersiap untuk berangkat kuliah,Vivi mengantar sampai depan pintu.
"Aku pergi dulu ,jangan keluar dari sini tanpa Aku,mengerti,"Sambil menarik pinggang Vivi agar mendekat ke badanya.
"Iya Cintaku,,Vivi ngerti,Mas juga hati hati yah,"Akbar tersenyum lalu mencium bibir Vivi sekilas dan ke keningnya juga.
Akbar lalu keluar dari Apartemennya,sebelum pergi Akbar memberi kode pin pintu,Akbar memberinya takut ada apa apa di dalam.
Setelah Akbar Pergi Vivi merapikan dapur,Vivi mencuci piring dan yang lainya,setelah selesai Vivi masuk ke kamar .
Vivi tiduran di kasur sambil matanya melihat keluar jendela,melihat salju yang turun.
Lama lama Vivi pun tertidur karena mengantuk,Vivi masih belum bisa bertukar waktu,Vivi tidur dengan nyenyaknya.
Sedang di kampus Akbar sedang mengerjakan Materi yang Dosen kasih.
Akbar mempunyai dua teman Akrab bernama Jeni dan Brayen,sedang dengan Jek tidak begitu akrab hanya teman biasa aja tapi karena Jek satu apartemen jadi dia sering main dan berangkat bareng dengan Akbar.
"Bar ayo kita berangkat ke rumah sakit ,"Kata Jeni,Jeni biasa mengantar Akbar ke rumah sakit karena rumahnya satu arah dengan rumah sakit tempat Akbar bekerja.
"Maaf Jen,,Aku mau pulang dulu,"saat ini mereka akan pulang karena sudah jam 2.
__ADS_1
"Tumben pulang,biasanya kamu langsung berangkat,"
"Iya,,Aku mau istirahat dulu,,"sambil merapikan tasnya.
"Kata Jek di apartemen mu ada wanita,apa itu benar Bar,,?"tanya Brayen dengan pelan ,agar Jen tidak dengar,Akbar hanya mengangguk.
"Siapa dia,,"
"Besok Aku jelaskan,Aku pergi dulu,,"Akbar lalu pergi,Akbar rupanya sudah merindukan Vivi.
"Akbar kenapa sih,kok tumben dia mau pulang dulu,"
"Aku ngga tau,Aku pergi dulu yah,,"kata Brayen.
Akbar langsung pulang ke apartemen,sedang Jen yang merasa penasaran ada apa dengan Akbar mengikutinya,Jeni suka dengan Akbar dari awal masuk sekolah,tapi Akbar hanya menganggapnya teman saja,Brayen juga tau kalau Jen menyukai Akbar.
Jen mengikuti Akbar sambil membawa mobilnya menuju apartemen Akbar,saat Jen sampai di apartemen Akbar,Rupanya Akbar baru saja turun dengan Vivi,keduanya mau ke supermaket,Akbar menemani Vivi belanja.
"Akbar,,dengan siapa itu,wajahnya kaya orang Asia,apa itu adiknya yah,,kalau pacar ngga mungkin deh, Akbar bilang ngga mau pacaran kok,"Jen lalu menyusul Akbar ke supermaket.
"Boleh sayang,belanja apa saja yang ingin kamu masak,,"
Akbar mengikuti Vivi dari belakang,"Mas harganya mahal mahal yah,masih murah di Indonesia,,"sambil Vivi melihat ke harga yang tertera di bungkusan.
"Iya jelas sayang,,"sambil Akbar tersenyum.
"Beli aja semua yang kamu mau,jangan lihat harganya,nanti kalau kamu lihatin harganya,kamu ngga jadi beli lagi,"Vivi tersenyum sambil menjawab iya.
Vivi membeli yang penting penting saja,dan sekiranya cukup untuk Seminggu.
"Akbar,,,"sambil merangkul tangan Akbar Jen datang.
__ADS_1
"Jen,,ngapain kamu di sini,?"sambil melepaskan tangan jen di tanganya Akbar berkata.
"Aku sengaja ke sini mau main ke apartemen mu,,"
Vivi dari tadi hanya diam dan mendengarkan mereka bicara,Vivi tidak pintar banget basa Inggris,tapi Vivi tau apa yang mereka bicarakan.
"Mau ngapain,,?"tanya Akbar,Jen ngga menjawab justru mendekati Vivi.
"Hai,,Kamu adiknya Akbar yah,kenalin aku Jen,Aku calon pacar kakamu,"Vivi langsung menatap Akbar ,Akbar langsung menggeleng.
"Jangan dengarkan omongan dia,dia teman kampus,nanti Aku jelaskan,"kata Akbar sambil bicara bahasa Indonesia.
Vivi lalu menjabat tangan Jen untuk berkenalan,setelah itu Vivi lanjut belanja,Vivi belanja tidak konsentrasi karena dari tadi Jen selalu menempel ke Akbar,membuatnya kesal.
"Vivi sudah selesai belanja,"Sambil berjalan ke kasir Vivi bicara.
Akbar yang tau Vivi marah hanya bisa pasrah.
"Jen,,sebaiknya Kamu pulang sekarang,Aku mau ke apartemen ku,Aku mau istirahat,"
"Aku ikut yah,biar nanti kita sekalian berangkat ke rumah sakit,"
"Ngga usah,lebih baik kamu pulang sekarang,,"sambil Akbar menarik Jen menuju mobilnya.
"Kamu tuh kenapa sih Bar,biasanya juga kita selalu pergi bersama,sekarang kok kasar gini,"
"Maaf kalau Aku kasar,sekarang kamu pulang yah,udara sangat dingin ,kamu nanti sakit loh,"Akbar membukakan pintu mobil buat Jen dan Akbar lalu mendorongnya masuk.
"Pulang lah,,"kata Akbar,lalu Akbar pun pergi sambil menggandeng Vivi.
Vivi dari tadi diam saja,Akbar tau tapi Akbar akan menjelaskannya di apartemen saja nanti.
__ADS_1
Walau Vivi diam dan kesal,Vivi mau di gandeng tanganya oleh Akbar,karena memang udara sangat dingin.
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...