
Frengki duduk di dekat Jihan dan terus menemaninya,Frengki yang juga merasa lelah sampai tertidur di bangku dengan kepalnya di letakan di pinggir kasur.
Vivi dan Akbar baru saja sampai di kos kosan Vivi,Akbar yang lelah langsung tiduran,sedang Vivi ke kamar mandi untuk bersih bersih.
"Mas,,kamu cepetan telfon papah Mas,dan tanyakan no telfon Papahnya Jihan,agar Jihan ada yang mengurus,"selesai bersih bersih Vivi duduk di pinggir kasur sambil bicara pada Akbar.
"Sayang,Mas kok sedikit malas yah berhubungan dengan Papahnya Jihan lagi,dan Mas juga takutnya Papah Jihan itu tidak terima,nanti minta ganti rugi lagi,kasihan Sifa kan,,"
"Ya kita berdoa aja semoga papah Jihan sudah berubah,dan tidak akan mempersulit semuannya,semua kan musibah dan Sifa juga tidak ingin menabrak kalau Jihan tidak sembarangan menyebrang,"
"Tapi Mas pikir orang seperti papah Jihan itu sulit untuk berubah,"
"Jangan bicara seperti itu,semua apa sih yang tidak mungkin kalau Tuhan sudah berkehendak,"
"Iya iya,,,sayang,,Mas akan telfon Papah sekarang,,"Akbar menelfon Papahnya tapi tidak di angkat,lalu menelfon ke mamahnya tapi sama aja tidak di angkat.
"Ngga di angkat,mungkin Papah sama Mamah sudah tidur,,"
"Ya udah besok lagi aja telfonya,tapi Mas harus telfon yah,jangan sampai lupa,kasihan Sifa kalau nanti Frengki selalu jagain Jihan,Vivi soalnya takut perasaan Frengki ke Jihan masih ada,apalagi Frengki dan Sifa baru jadian,takutnya Sifa nanti curiga dan tau,pasti Sifa akan sangat sedih,,"
"Iya sayangku,,,"Sambil Akbar menarik Vivi,dan Vivi pun jatuh di atas badanya.
__ADS_1
"Mass,,iihh,,,lepas,,"
"Cium,,,"Akbar sambil memonyongkan bibirnya.
"Iihh,,ngga mau,,"
"Ya udah ngga akan Mas lepasin,,"
Vivi dengan kesal lalu mencium Akbar,dan Akbar justru langsung mengulingkan badan Vivi ke kasur,jadi posisinya sekarang justru Vivi yang ada di bawah Akbar.
"Mas,,ini sudah malam,,Sanah pulang,,"
Di rumah sakit Frengki bangun karena merasa tidurnya tidak nyaman,lalu Frengki bangun dan akan pindah ke sofa,tapi Frengki mengecek keadaan Jihan dulu,saat sedang mengecek ternyata jari Jihan bergerak,Frengki takut salah lihat terus menatapnya.
Dan benar jari tangan Jihan bergerak dengan pelan,lalu Frengki melihat ke matanya,mata Jihan dengan pelan terbuka.
Jihan membuka matanya,Frengki berdiri di sampingnya sambil terus menatapnya.
Mata keduanya saling tatap ,Jihan yang masih belum sepenuhnya sadar tidak mengeluarkan suara apa pun,dan terus menatap Frengki,karena Jihan berfikir kalau dirinya sedang berhalusinasi.
"Apa ada yang sakit,,sebelah mana yang sakit,biar Aku periksa,,"kata Frengki pelan,tapi Jihan masih diam saja.
__ADS_1
Frengki lalu memeriksa denyut tangan dan juga yang lainya,karena Jihan terus saja diam.
"Ji,,Apa kamu mendengarku,,kamu melihatku apa tidak,"sambil menggoyang kan telapak tanganya di depan mata Jihan,karena Jihan terus saja diam dan menatapnya.
"Apaa,,,be,,benar in,,i ka,mu,,,"Sambil terbata dan bicaranya sangat pelan.
"Iya ,,ini Aku,,"jawab Frengki.
"A,,ku haus,,"Frengki lalu mengambilkan minum dan mengunakan sedotan ,Jihan pun minum.
"Aku kenapa,,dan kenapa Aku di sini,,? rasanya badanku sakit semua,,"Frengki lalu duduk di dekat Jihan.
"Kamu habis kecelakaan,,"Jihan lalu mengingat kejadian sebelum kecelakaan.
Jihan di Brunai sedang melakukan pemotretan bersama tim nya,selesai pemotretan Jihan dan tim nya pergi ke Bar,dan itu di manfaatkan managernya mencari ke untungkan,rupanya managernya itu menawarkan Jihan pada laki laki yang beruang,Managernya itu sudah janjian bertemu di bar itu.
Jihan di kasih minuman oleh managernya yang sudah di kasih air bius,agar Jihan lemas.
Setelah obat bekerja,Jihan dibawanya ke mobil oleh Manager dan orang yang sudah membayar ke managernya itu,Jihan di bawa ke hotel,saat di jalan Jihan sedikit sadar karena tadi Jihan baru minum sedikit,jadi pengaruhnya tidak lama,lalu Jihan meminta berhenti pada orang itu,tapi orang itu tidak mau,dan Jihan berontak lalu memukuli laki laki itu, Akhirnya laki laki itu pun berhenti,laki laki itu berusaha mengikat tangan Jihan agar tidak berontak,tapi Jihan melawan,sampai akhirnya Jihan bisa keluar,dengan badan lemasnya Jihan berusaha lari,tapi karena tidak melihat kanan kiri akhirnya Jihan tertabrak mobil.
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1