Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Makan Di Restoran Mewah


__ADS_3

Akbar keluar dari kamar hotelnya dan sudah rapi,Akbar mau jemput Vivi di rumah sakit,karena kemarin Vivi ambil cuti jadi Vivi seharian ful kerja.


Sampai rumah sakit,Akbar menunggu Vivi di Loby,dan menelfonnya.


"Mas udah di loby,,"kata Akbar.


"Iya Mas,,tunggu bentar yah,,"


Akbar duduk sambil menunggu Vivi keluar,Vivi di ruangnya sedang merapikan barang barangnya,setelah tas di gendong,Vivi keluar dari ruanganya dan menuju Loby.


Vivi tersenyum saat melihat Akbar yang sedang duduk menunggunya.


"Ya Tuhan,,kenapa dia sangat tampan sih,,Aku sangat beruntung menjadi kekasihnya,orangnya baik dan sangat penyayang lagi,"Kata Vivi dalam hatinya sambil jalan mendekat ke Akbar.


"Hai Mas,,,"Kata Vivi saat sudah dekat Akbar,Akbar dari tadi menunduk karena melihat ke layar hp terus,sampai tidak tau Vivi datang.


"Hai,,sudah selesai,,"Vivi mengangguk.


"Kita pulang sekarang,,"


"Iya,,,"Akbar lalu mengulurkan tanganya agar digandeng ,Vivi dengan senang hati mengulurkan tanganya dan menggandeng tangan Akbar.


Keduanya keluar dari rumah sakit,Malam ini adalah malam terakhir buat mereka,karena besok Pagi Akbar akan pulang ke Indonesia.


Vivi besok masuk sore agar bisa mengantar Akbar ke Bandara.


"Kita makan dulu yah,,"


"Iya Mas,,"


Akbar mengajak Vivi makan malam di Restoran mewah,Akbar ingin membuat Vivi bahagia malam ini.


Vivi mengikuti ke mana Akbar membawanya,saat masuk Restoran mewah,Vivi sangat senang,Akbar ternyata sudah memesan tempat di restoran itu sebelum nya,keduanya di arahkan pelayan menuju sebuah ruangan.

__ADS_1


Keduanya sudah duduk,Vivi melihat harga makanan nya sedikit kaget karena mahal mahal.


"Mas,,,,"


"Sudah pilih saja mana yang kamu mau,,biarkan malam ini Mas melakukan sesuatu yang tidak akan kamu lupakan,,"


Vivi tersenyum tipis,Vivi memesan apa yang dia mau,sambil menunggu makanan datang, ternyata Akbar juga memanggil pemain biola.


Pemain Biola langsung main,setelah Akbar minta sebuah lagu.


Akbar bangun dari duduknya,mendekat ke Vivi dan mengulurkan tanganya.


"Ayo kita Dansa sayang,,,"


"Tapi Vivi ngga bisa Mas,,"


"Pasti bisa,,sudah ayo ,,yang Dansa kan cuman kita,,"Akbar mengambil tangan Vivi,dan Vivi akhirnya bangun.


keduanya saling tatap dan tersenyum,"Mas mencintaimu,,"


"Vivi juga mencintai Mas,,"Akbar mencium kening Vivi,setelah itu Vivi meletakan kepalanya di dada Akbar,keduanya sambil bergerak ke kanan dan kiri dengan pelan.


Vivi sangat menikmatinya dan sangat bahagia sekarang,rasanya Vivi ingin waktu berhenti ,Vivi sambil memejamkan matanya,dan menikmati alunan musik biola.


Setelah setengah jam berdansa,pelayan datang dengan membawa makanan pesanan Akbar dan Vivi.


Akbar dan Vivi berhenti berdansa ,lalu menikmati makanannya.


"Enak Yang,,?"


"Enak banget Mas,, Makasih ya Mas,ini pertama kalinya Vivi makan di tempat yang sangat bagus dan mahal mahal makanannya,"Akbar hanya tersenyum.


Selesai makan,Akbar memangil pelayan untuk membayarnya,setelah di bayar Akbar mengajak Vivi pulang.

__ADS_1


Sambil bergandengan tangan keduanya berjalan kaki menikmati indahnya kota Brunai,keduanya ingin menikmati malam terakhir dengan bahagia.


"Sudah malam,,kita ke Hotel yuk,,"


"Iya Mas,,"


Sampai di Hotel,Akbar ganti baju,sedang Vivi yang merasa lelah dan capek naik ke kasur.


"Ganti baju dulu sayang,,biar nyaman tidurnya,"Akbar sambil memberikan kaos untuk Vivi pakai.


Vivi lalu mengambilnya dan membawanya ke kamar mandi,Vivi Menganti bajunya dengan kaos Akbar.


Akbar sedang merapikan kopernya karena besok pagi akan pulang,Vivi juga membantunya.


"Mas ngga beli oleh oleh buat orang tua mas sama buat kembar,,?"


"Besok Mas belanja dulu sebelum ke Bandara,dari kemarin ngga sempat beli kan,,ngga ada waktu,,"


"Oh gitu,,iya sih kemaren kita sibuk terus,"


"Iya,,udah yuk kita istirahat,sudah jam 12 malam,,"Ajak Akbar.


Vivi dan Akbar lalu naik ke kasur ,dan Akbar menyuruh Vivi tidur di tanganya.


Keduanya saling peluk ,tapi ternyata Vivi tidak bisa tidur,sedang Akbar sudah pulas,Vivi ngga tau kenapa matanya ngga mau terpejam,padahal seharian kerja dan sekarang baru istirahat.


Vivi dengan pelan melepaskan pelukan Akbar,Vivi mendongakan wajahnya,dan sekarang wajah Vivi sudah sejajar dengan Akbar,Vivi tersenyum melihat wajah Akbar yang bertambah tampan saat sedang tidur.


Dengan pelan tangan Vivi mengusap Pipi Akbar,juga ke bibir jari Vivi mengusapnya,dengan pelan Vivi mendekatkan bibirnya ke bibir Akbar,Akbar yang terasa lalu membuka matanya,melihat Vivi yang sedang menciumnya,Akbar lalu mendorong Vivi dan Vivi pun terjatuh ke kasur,Akbar lalu menindih Vivi.


"Kamu yang memancingku Yang,,padahal Mas udah menahannya,jangan salahkan Mas kalau malam ini kamu ngga bisa tidur,,"


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2