
Hari berlalu,hari yang di natikan Akbar dan Vivi tinggal sehari lagi,karena besok adalah hari pernikahan mereka.
Vivi sudah mencoba kebaya dan gaun pernikahan nya di antar mamah dan Akbar,Vivi juga sudah melihat gedung tempat pesta pernikahannya di gelar.
Karena besok adalah hari pernikahan Vivi dan Akbar,hari ini keduanya tidak boleh bertemu,keduanya harus di kamar saja,kalau mau makan di Antarkan ke kamarnya,karena mereka masih satu rumah jadi masih bisa bertemu,makanya Mamah dan Papah melarang mereka untuk keluar dari kamarnya.
Dan hp pun di sita,makanya keduanya sama sama merasa bosan karena di kamar seharian ful.
Malam harinya, keduanya yang merasa bosan keluar dari kamar,Akbar hanya keluar ke balkon,sedang Vivi ke depan kamar nya dan duduk di bangku.
Ternyata mereka malah bisa bertemu,Keduanya tersenyum bahagia.
"I Love you,,"kata Akbar pakai bahasa isyarat sambil cium kiss bay.
Vivi lalu menggerakan tanganya seperti menangkap ciuman jarak jauh dari Akbar dan di letakan nya di dada.
Akbar masuk ke kamarnya dengan buru buru,Vivi yang melihat Akbar masuk sedikit kesal,kenapa masuk,pikir Vivi,tapi ternyata Akbar ambil kertas dan sepidol,Vivi yang melihat Akbar keluar lagi langsung tersenyum.
"Mas ngga bisa tidur,,"Akbar menulis di kertas.
Vivi membacanya,Vivi lalu menganggukan kepalanya.
Saat Vivi sedang bicara bahasa isyarat,dari belakang mba Iis bertanya.
"Vi,,kamu lagi ngapain di situ,ini sudah malam,kamu harus tidur,besok kan kamu akan menikah,"Vivi langsung memberi kode agar Akbar masuk ,takut mba Iis melihatnya.
__ADS_1
"Oh,,ini Bi,,Vivi gerah,pengin keluar kamar dulu,"
"Tapi ini sudah malam,ngga baik nanti kamu masuk angin,udah Sanah masuk kamar dan tidurlah,"Kata Mba Iis sambil melihat ke sekeliling juga ke atas.
Untungnya Akbar tadi langsung masuk,jadi Mba Iis ngga lihat.
"Iya Bi,,"Vivi pun masuk ke kamarnya,sebelum pergi tadi Vivi melirik ke atas,ternyata Akbar sudah tidak ada.
Vivi tiduran di kasur,dan memeluk guling sambil matanya di pejamkan,Vivi terus mencoba untuk tidur agar jam cepat berlalu.
Begitu juga dengan Akbar,"Ayo mata,,tidurlah,biar jam cepat berlalu aku sudah tidak sabar nunggu esok pagi datang,"Akbar mulut berbicara tapi mata mencoba untuk terus terpejam.
Akbar dan Vivi akhirnya sama sama tertidur,jam 6 pagi Vivi dan Akbar belum bangun,padahal nanti jam 9 akan ijab Qobul.
Mba Iis mengetuk kamar Vivi,sedang mamah mengetuk kamar Akbar.
"Abang,,bangun sayang,ini sudah jam 6 pagi,ayo kamu harus mandi dan bersiap,"Mamah sambil membuka pintu kamar Abang.
Vivi dan Akbar yang mendengar suara bilangnya sudah jam 6 pagi langsung bangun.
"Iya Bi,,Vivi langsung mandi,,"Teriak Vivi tanpa membuka pintu dan masuk ke kamar mandi.
"Iya Mah,,sudah pagi yah,,Abang mau mandi dulu ya Mah,,"Akbar loncat dari kasur langsung ke kamar mandi,Mamah yang melihatnya hanya geleng geleng kepala.
Mamah menyiapkan baju setelan yang akan di pake Abang saat ijab nanti.
__ADS_1
Sedang mba Iis menemani orang yang mau mendandani Vivi di bangku depan kamar Vivi.
Vivi sudah selesai mandi,Vivi memakai baju handuk,lalu membuka pintu kamarnya,dan menyuruh orang yang mau mendandaninya masuk ke kamar,sedang Mba Iis lanjut dengan kerjaan nya.
Akbar sudah selesai mandi,langsung memakai baju yang sudah di siapkan oleh Mamahnya,Mamah tadi pergi lalu datang lagi ke kamar Akbar setelah Akbar ganti baju.
"Tampan sekali sih anak mamah,,kamu sudah dewasa ya sayang,tidak terasa kamu sudah 25 tahun,,"
"Terimakasih Mah,,terimakasih buat semuanya,hari ini Abang akan menikah,akan menjadi kepala rumah tangga,semoga Abang menjadi suami yang bertanggung jawab ya Mah,mohon doanya dari mamah,"
"Iya sayang,doa terbaik pokoknya untuk Abang dari mamah,,sudah siap belum,kalau sudah ayo turun,kamu harus sarapan,"
"Iya mah,tunggu Abang mau rapikan rambut dulu,"
"Ya udah,,mamah tunggu di bawah,"
Sedang mba Iis membawa makanan di piring,mba rupanya sambil menyuapi Vivi makan,agar tidak lemas saat nanti acara.
"Kamu sangat cantik Vi,,pasti Kaka di surga sangat bangga pada kamu,menikah setelah kamu sudah sukses jadi dokter,"sambil menyuapi Vivi.
"Makasih Bi,,ini juga berkat bantuan Bibi,kalau ngga ada Bibi Vivi juga ngga tau akan gimana,Vivi sangat berterimakasih pada Bibi dan Paman yang selama ini selalu mendukung dan mendoakan Vivi,"
"Iya,,kamu kan keponakan Bibi pasti Bibi akan mendoakan yang terbaik untuk kamu,semoga pernikahan kamu sampai kakek nenek yah,"
"Amin Bi,,"
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...