Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Bertemu


__ADS_3

Beda dengan Akbar Dan Vivi yang sedang menyiapkan pesta pernikahannya,Frengki Di Singapura tidak menyerah untuk menemukan Jihan,sudah 4 bulan ini Frengki berada di Singapura untuk mencari Jihan.


Di bantu Bram Frengki bertanya kepada setiap rumah sakit pasien atas nama Jihan asal Indonesia.


Tapi ternyata tetap belum ketemu juga,Frengki menyewa apartemen untuk di tinggali nya.


Frengki pagi ini mau pergi ke pasar karena bahan masakan sudah habis.


"Aku harus mencarinya kemana lagi ini,sudah hampir 4 bulan Aku mencarinya,tapi belum juga ketemu,Bram belum balik lagi dari Brunai,semoga ngga lama biar bisa bantu Aku lagi,rasanya Aku sudah lelah sekali Tuhan,,tapi Aku ingin menemukanya,,"


Frengki berkata dalam hatinya sambil jalan menuju pasar,Frengki memang lebih suka masak sendiri,karena lebih enak,lebih ngirit dan sehat.


Frengki membeli sayuran dan juga daging,tidak lupa bumbu,satu kantong besar Frengki sudah penuh,sekarang tinggal pulang.


"Buukkk,,,"


Frengki melihat seorang ibu ibu yang belanjaannya jatuh,Frengki lalu mendekatinya.


"Ibu tidak apa apa,,?"tanya Frengki pake bahasa Inggris,(ceritanya)


Si Ibu juga menjawabnya dengan bahasa Inggris,"Trimakasih,,saya tidak apa apa,ini hanya tadi keberatan,,"


"Mari saya bantu Bu,,ibu pulang ke mana,,"


"Saya pulang ke apartemen xx yang ada di sebrang sana,,"


"Oh iya Ibu,saya tau,mari saya antar,,"


"Ngga usah nak terimakasih,,Ibu bisa sendiri,nanti malah merepotkan,,"

__ADS_1


"Ngga kok Bu,,ngga merepotkan,,"


Frengki lalu mengikuti Ibu itu,menuju apartemennya.


Sampai di loby apartemen Ibu itu mengajak Frengki ikut naik ke apartemen,tapi Frengki menolaknya secara halus,karena sudah cukup siang dan belum sarapan.


"Trimakasih ya Nak,,kamu orang baik semoga apa yang kamu inginkan di kabulkan Tuhan,"


"Amin Bu,,terimakasih doanya,,"Ibu itu lalu naik lif,sedang Frengki berjalan ke luar.


Telinga Frengki tidak sengaja mendengar suara yang tidak asing,lalu Frengki mencari sumber suara itu.


"Bi,,,tunggu,,,jalanya jangan cepat cepat,,kaki ku masih sakit,,,"


Frengki melihat seorang wanita yang seperti sedang belajar jalan sedang di gandeng wanita paruh baya.


Posisinya Frengki di belakang nya,jadi tidak tau siapa wanita itu,tapi dari suaranya Frengki sudah paham.


Kedua Wanita itu lalu menengok,dan benar saja apa yang Frengki Duga,ternyata benar Jihan.


Frengki menatap Jihan dan air mata sampai tak terasa menetes,Jihan juga sama melihat ke arah Frengki ,karena tidak menyangka akan bertemu Frengki,padahal sudah 4 bulan dirinya meninggalkannya,dan mencoba bersembunyi agar tidak dapat di temukan oleh nya.


"Frengki,,,"kata Jihan pelan.


Frengki berjalan mendekat ke Jihan,sedang Jihan tetap diam karena Jihan belum bisa jalan begitu lancar.


"Kenapa kamu pergi,kenapa kamu pergi tanpa memberi tau ku,apa kamu tau,,Aku mencari mu selama kurang lebih 4 bulan ini,"


"Maaf,,,sekarang kamu sudah lihat kondisiku kan,,dan Aku baik baik saja,sekarang pergilah,,,Bi,,ayo kita masuk,,"

__ADS_1


"Tidak ,,aku tidak akan pergi dari sini,Aku akan pergi kalau kamu ikut denganku,,"


"Freng,,aku mohon jangan begini,kasihan Sifa,Aku tidak ingin lagi menjadi wanita yang jahat,Aku tidak ingin menjadi wanita merusak hubungan orang lagi,,tolong Freng pergilah,,"Jihan juga menangis.


"Ayo Bi kita pergi,,"Jihan berjalan pelan sambil di gandeng Bibi,tapi Frengki menghadangnya.


"Aku dengan Sifa sudah putus,,"Jihan langsung menatap Frengki tajam.


"Kenapa kamu menutuskan nya,kenapa kamu permainkan perasaan wanita sebaik Sifa,jangan bilang karena Aku,Kalau itu benar Aku sangat membencimu Freng,,"


"Bukan karena kamu,tapi karena kita tidak jodoh,Sifa masih mencintai mantan kekasihnya,waktu kamu pergi mantan kekasih Sifa pun datang,dan mantan Sifa bilang padaku kalau dia masih mencintai Sifa, akhirnya Aku dan Sifa memutuskan untuk mengakhir hubungan kita dengan baik baik,,sekarang Sifa dan Bram kekasihnya itu sedang bertunangan,"


"Apa kamu kira Aku percaya dengan omong kosong mu,,"


"Aku ngga bohong Ji,,kalau kamu tidak percaya lihatlah ini,,setatus Bram ,dia pasang foto saat bertunangan dengan Sifa,,"Frengki menujukan layar hpnya yang memperlihatkan foto Bram dan Sifa, Sifa sambil memperlihatkan jarinya yang terpasang cincin.


"Kamu sudah lihat kan,,kalau kamu tetap tidak percaya Aku akan telfon Vivi,apa Sifa,,"


"Ngga perlu,,,ayo Bi,,kita pergi,,"


Jihan berjalan melewati Frengki,Jihan jalan dengan sangat pelan.


"Non,,Bibi ambil kursi roda dulu aja yah,Non sepertinya sudah lelah,,"


"Iya Bi,,,"Saat Bibi berjalan mengambil kursi roda,Jihan berdiri sendirian,Frengki lalu mendekat ke Jihan,dari belakang Frengki langsung menggendong Jihan.


"Aaaa,,,"Jihan langsung kaget.


"Diam lah,,nanti kamu jatuh,,Bi,,bawa kantong belanjaan saya,ayo bibi jalan depan tunjukan jalanya,,"Bibi melihat ke Jihan takut Jihan ngga mau,tapi Jihan mengangguk pelan.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2