Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Mengerjai Vivi


__ADS_3

Sampai di Hotel Vivi dan Akbar langsung ke kamarnya,"Sayang,,Mas mau mandi dulu yah,gerah ,,"


"Iya Mas,,"


Vivi lalu memainkan hpnya sambil duduk di sofa,saat melihat ke media sosial Vivi melihat setatus Bram yang sedang ada di bandara.


"Ini kan bandara Brunai,Bram jangan jangan mau menemui Sifa ,ya Tuhan,,,semoga Bram ngga macam macam,karena Sifa sekarang sudah ada Frengki,"Vivi bicara dalam hati.


Dulu pulang seminar di Amerika,Sifa dan Bram memang dekat,dan akhirnya mereka pacaran,tapi karena beda negara dan keduanya sama sama sibuk,jadi hubungan mereka tidak jelas,Sifa sering bilang ke Bram untuk putus saja ,tapi Bram tidak mau karena Bram bilang akan terus mencintainya dan Bram juga meminta Sifa untuk bersabar menunggu kedatanganya.


Akbar sudah selesai mandi,Akbar hanya pakai handuk yang menutupi bagian bawahnya saja.


"Mas,,kenapa ngga pake baju di dalam sekalian sih,"Sambil Vivi buang muka.


"Sengaja,,,"sambil tersenyum karena melihat tingkah Vivi.


"Iisss,,,Nyebelin banget sih,,"


"Emang kamu ngga kangen sama adik kecilnya Mas Yang,,"


"Ngga,,ngapain di kangenin orang belum halal"


"Ya kalau cuman lihat ngga papa kali,,ini lihatlah,,"Sambil Akbar mendekati Vivi lalu membuka handuknya ,Vivi langsung tutup matanya dengan kedua tanganya,padahal Akbar sudah pakai celana pendek,Akbar melihat Vivi seperti itu tertawa terbahak bahak karena berhasil mengerjai Vivi.


Vivi membuka tanganya dengan pelan,Vivi lalu melihat Akbar yang sudah pakai celana.


"Iseng banget sih,,nyebelin ,,"


Akbar yang gemas lalu menundukan kepalanya,tanganya memegang kedua pipi Vivi,Akbar mencium bibir Vivi sekilas.


Cup...

__ADS_1


Lalu tersenyum,,"Mandi Sanah biar ngga bau asem,"sambil berjalan ke koper untuk ambil kaos.


Vivi lalu menciumi keteknya secara bergantian,"Emang Vivi bau ya Mas,,"


"Iya,,bau asem,,"Vivi lalu bangun dan ke kamar mandi,Vivi malu karena Akbar bilang dirinya bau asem,padahal lagi lagi Akbar hanya mengerjainya.


Vivi di kamar mandi langsung mandi,"Perasaan Aku ngga bau asem deh,Aku kan selalu pakek minyak wangi juga Rolon,"sambil menyanyi badanya.


Akbar lalu mengambilkan kaos dengan celana pendek untuk Vivi pake.


"Sayang,,mandinya jangan lama lama,ini sudah malam,ngga baik,,"karena Vivi cukup lama di kamar mandi.


Vivi membuka pintunya sedikit,"Mas,,ambilin bajunya dong,,"


"Keluar aja kenapa sih Yang,,"


"Ngga,,Vivi malu,,ayo Mas ambilkan, Vivi sudah kedinginan nih,,"Akbar mendengar kata kedinginan langsung mengambilkan baju untuk Vivi.


Vivi memakainya langsung,setelah di pakai Vivi keluar,dan terlihat kedinginan.


"Dingin,,?"Vivi mengangguk.


"Duduk sinih ,Mas akan oleskan minyak angin,,"Vivi menurut dan duduk di sofa sambil selonjor.


Akbar mengoleskan minyak di kaki Vivi sambil di urutinya,"lagian mandi lama-lama,udah tau ini malam,"


"Kan biar ngga bau asem,jadi Vivi sabunanya dua kali,Mas kan tadi bilang Vivi bau asem,jadi Vivi malu,,"


"Ya Tuhan Sayang,Mas hanya becanda,,"


"Iihhh,,becandanya ngga lucu,,"Vivi langsung cemberut.

__ADS_1


"Ya udah deh Mas minta maaf yah,,"


Lalu Akbar juga menggosok tangan dan pundak Vivi,agar badanya terasa hangat.


"Ini kamu perutnya yang olesin,"Sambil memberikan minyak angin ke Vivi.


"Mas pesan makanan yah,kamu belum makan kan,,"


"Iya ,"


Akbar sudah pesan makanan, keduanya masih duduk di sofa sambil Vivi menyadarkan kepalanya di dada Akbar,dan Akbar memeluk Vivi.


"Yang,Papah Jihan sudah meninggal,"


"Apa,,meninggal,"Vivi langsung menegakan duduknya.


"Iya,,dua bulan lalu Papah Jiha meninggal,"


"Jadi Jihan sekarang hanya sendiri,"Akbar mengangguk.


"Ya Tuhan,,kasihan banget dia,,apa Frengki sudah tau Mas,,?"


"Sudah,,makanya Frengki sekarang seperti bimbang,,"


"Bimbang gimana maksudnya,,?"


"Frengki seperti masih suka Jihan,apa lagi Jihan sekarang hanya sendiri,pasti Frengki tidak mungkin tega meninggalkannya dalam kondisi Jihan seperti ini,,"


"Trus kita harus bantu apa ya Mas,,"


"Kita ngga usah ikut campur,mereka sudah dewasa,biarkan mereka menyelesaikan ya sendiri,"Vivi mengangguk.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2