
Frengki dan Jihan bersama mamah masuk ke dalam ruang kerja Frengki.
Frengki bukanya ngga mau bicara ke Jihan,tapi Frengki takut salah bicara dan nanti Jihan malah jadi sedih.
Frengki sebenarnya setuju dengan usulan dokter agar Jihan di rawat,tapi ngga tau kenapa Jihan selalu ngga mau kalau di suruh di rawat.
"Mah,,Frengki keluar dulu mau lihat pasien,titip Jihan ya mah,,"
"Iya udah Sanah,biar Jihan sama mamah,jangan lama lama yah,"Frengki jawab iya.
Frengki sebelum keluar mencium kening Jihan dulu.
Frengki sengaja pergi agar mamah bicara pada Jihan.
"Sayang,,kenapa ngga mau di rawat di rumah sakit Hem,,"Sambil mengambil tangan Jihan.
Mamah duduk di kursi depan meja kerja Frengki,sedang Jihan masih di kursi roda.
"Jihan takut Mah kalau di rawat,dan Jihan seperti ngap karena selalu di dalam ruangan,"
"Kenapa takut,di sini ada dokter dan suster,dan Frengki pasti akan menemani kamu di sini,kalau kamu bosen pagi sama sore kan bisa jalan jalan ke taman rumah sakit,"Jihan diam.
"Kamu tau kan Frengki sangat mencintai kamu,dan Frengki juga tidak ingin melihat kamu kesakitan,ini semua demi kamu Dan anak kamu,hanya sebulan kamu di rawat di sini,ini demi anak kamu,anak yang sangat kamu inginkan,"
"Kamu pasti ingin Anak kamu sehat kan,asal kamu tau Frengki sangat sedih setiap melihatmu kesakitan,dia sering menangis di depan mamah,Frengki di depan kamu terlihat kuat tapi sebenarnya dia sudah sangat rapuh,"
"Demi Frengki dan anak yang ada di perut kamu,,kamu mau kan di rawat di rumah sakit,Mamah dan Papah pasti akan setiap hari ke sini,,kita akan selalu temani kamu,,Mamah dan Papah juga ingin lihat cucu kita lahir ke dunia dengan sehat,,"
"Frengki menyuruh Mamah yang bicara sama kamu,karena Frengki tidak ingin kamu melihatnya menangis,pasti Frengki tidak akan mampu bicara dan memaksamu untuk mau di rawat,dan Frengki takut salah bicara dan akan membuatmu jadi sedih ,,Frengki sangat mencintai kamu dan Frengki tidak ingin melihatmu kesakitan,"
Jihan mendengarkan semua perkataan mamah,Jihan juga menangis karena ternyata Frengki juga merasakan sedih dan sakit melihat kondisinya sekarang ini.
"Iya Mah,,Jihan mau di rawat di rumah sakit,demi anak Mas Frengki dan cucu mamah,,"Jihan sambil menangis,Mamah langsung memeluk Jihan,Mamah langsung mengucap Syukur di dalam hatinya.
Tiya hari ini kerja ngga semangat,badanya terasa lemas dan malas mau ngapa ngapain,dan maunya tiduran aja.
__ADS_1
"Aku tuh kenapa lemas gini sih,,malas mau ngapa ngapain lagi,perut lapar tapi malas banget makan,,"kata Tiya sambil meletakan kepalanya di meja.
"Makan apa yang enak,kayanya makan rujak buah seger kali yah,"Tiya memanggil suster,lalu meminta tolong untuk menyuruh OB belikan rujak buah.
Sambil menunggu rujak buahnya datang,Tiya menelfon Torik,rupanya Tiya merasa kangen.
"Halo Mas,,"
"Iya Halo sayang,,lagi apa Hem,,"
"Tiya lagi duduk ,Tiya tumben banget Mas lagi malas ngapa ngapain,dan rasanya ngantuk,,"
"Ya udah istirahat aja dulu,sudah makan,,?"
"Belum,,"
"Loh kok belum,,makan dong sayang nanti kamu sakit,,"
"Tapi Tiya malas makan,,"
"Pengin makan tapi di suapi Mas,,"Torik tersenyum dengar permintaan Tiya,karena baru kali ini Torik merasa Tiya seperti manja gitu.
"Serius nih,tumben lagi manja,,"
"Tiya juga ngga tau Mas,Tiya rasanya kangen banget sama Mas,,"Torik makin tersenyum lebar mendengar perkataan Tiya yang bilang kangen.
"Ya udah kamu ke sini ya Yang,nanti kita makan siang bareng,gimana,,"
"Emang ngga papa kalau Tiya ke situ,,?"
"Ya ngga papa lah,,mau ke sini ngga,kalau mau ke sini Mas pesan makanan,"
"Boleh deh,,Tiya ke situ sekarang ya Mas,"
"Iya,,Mas tunggu yah,,hati hati di jalan,,"
__ADS_1
"Iya Mas,,"
Tiya lalu bersiap sambil menunggu rujak buahnya,rupanya Tiya mau bawa rujak buahnya ke tempat kerja Torik.
Saat Tiya keluar dari ruangannya ,suster pas sekali mau masuk mau kasih rujak buahnya.
"Makasih ya Sus,,Sus saya mau pergi,nanti kalau ada apa apa telfon saya aja yah,"
"Iya Dok,,,"
"Ya sudah saya pergi,,"
"Iya Dok hati hati,,"
Tiya pergi ke tempat kerja Torik baik taxsi,sekitar 25 menit Tiya sudah sampai,Tiya langsung menuju ruang kerja Torik.
Saat di dalam Lif ,ada dua perempuan yang sedang mengobrol, tadinya Tiya bodo amat dengan mereka,tapi saat kedua wanita itu bicara Tiya mendengar nama suaminya di sebut,Tiya langsung menguping.
"Iya Pak Torik selain ganteng dan muda,dia orangnya sangat baik dan ramah,idaman banget deh jadi suami,,"
"Iya bener,,kita bisa memperbaiki keturunan kita kalau bisa menikah dengannya,,"
"Iya,,tapi katanya Pak Torik sudah punya istri,"
"Ya Aku tau,tapi ngga papa deh kalau Aku jadi yang kedua juga,,"
"Kamu ngarep amat sih,,"Tiya yang mendengarnya merasa kesal ,karena mereka rupanya sedang mengagumi suaminya.
Tiya dan dua wanita itu keluar dari dalam lif bersama,Tiya langsung masuk ke dalam ruang Torik,dua wanita itu merasa aneh kenapa itu wanita langsung masuk ke dalam.
"Mba Widi,,wanita itu siapa,kok langsung masuk ke dalam ruangan pak Torik sih,?"satu wanita tanya ke sekertaris Torik.
"Oh itu Bu Tiya,istrinya pak Torik,"Dua wanita itu saling pandang,mereka sadar tadi habis membicarakan Torik di dalam Lif.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1