Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Coklat Lumer Di Mulut


__ADS_3

Setelah puas ciuman,keduanya sekarang sedang membongkar koper,Vivi menemani Akbar ,karena Akbar mau kasih Frengki oleh oleh juga.


"Sayang,,cincin yang dariku dulu masih ngga,,?"


"Mas,,Vivi simpan,,kenapa emangnya,,?"


"Ngga,Aku hanya tanya saja,soalnya Aku dah beli cincin dari Amerika buat cincin pernikahan kita,bukalah coba,,"Sambil Akbar memberikan kotak perhiasan pada Vivi.


Vivi lalu membukanya,dan saat dilihat ternyata cincinnya sangat bagus,Vivi mengambilnya.


"Coba di jarimu,pas ngga,,"Vivi lalu mencobanya.


"Di jari manis agak longgar mas,tapi di jari tengah pas,,"


"Berarti kamu harus gemukan lagi,biar di jari manisnya muat,"


"Iih,,nanti Vivi gemuk jadi jelek lagi,"


"Justru Aku suka kamu gemukan,kalau kurus nanti dikira orang ngga pernah makan lagi,"


"Tapi Vivi dah 57 kg loh,"


"Berarti 3 kg lagi,ini coklat kesukaan Kamu Aku belikan,biar cepat naiknya,"Vivi langsung tersenyum senang saat mendapat 3 kotak coklat.


"Makasih ya Mas,,kamu ingat coklat kesukaanku ,"


"Iya,,kalau Frengki Aku kasih ini gimana Yang,,dia mau ngga yah,?"Akbar menunjukan ikat pinggang.

__ADS_1


"Pasti mau Mas,ini harganya gila banget,,"sambil makan coklatnya.


"Aku minta coklatnya dong Yang,"Vivi lalu membukakan bungkusnya.


Saat mau menyuapkan ke Akbar,Akbar ngga mau.


"Aku maunya coklat yang ada di mulutmu,yang sudah meleleh,,"Vivi membuka matanya lebar dengar permintaan Akbar.


"Iih,,kamu tuh jorok banget sih Mas,,"


"Jorok gimana sih,kita kan juga sering tukeran ludah,iya kan,,"Akbar langsung mencium Vivi selesai bicara,dan Akbar melum*at bibir ,lidah dan menyedotnya juga,Vivi hanya diam dan menikmati permainan mulut Akbar,Vivi benar benar hanya bisa menyerah dengan kelakuan Akbar.


"Hemmm,,coklatnya benar benar manis yah Yang,"setelah melepaskan ciumannya.


Vivi mengusap mulutnya yang basah karena ulah Akbar,setelah itu Akbar memberikan jam tangan untuk Vivi,dan juga tas kecil.


"Banyak banget sih Mas,ini tas mahal banget lagi,"


"Ngga papa,itu cuman berapa sih,coba jamnya pake bagus ngga,"Vivi lalu memasangnya di tangan.


"Bagus banget Mas,,"Sambil melihatkan tangannya,Akbar tersenyum senang karena Vivi suka dengan oleh olehnya.


Akbar menyuruh Vivi agar duduk di pangkuannya,Vivi menurut,saat Vivi mau duduk ,Akbar menyuruhnya untuk duduk menghadap kearahnya,dan kakinya suruh di buka.


Badan mereka pun menempel,dan saling hadap.


"Mas udah makan belum,?"sambil mengusap rambut Akbar,sedang tangan Akbar memeluk pinggang Vivi.

__ADS_1


"Belum,,tapi Aku ngga lapar,tapi rasanya haus"


"Vivi ambil in minum dulu kalau gitu,"


"Aku maunya minum dari sumbernya Yang,"


"Maksudnya,,"Vivi ngga paham,lalu Akbar kasih kode dengan matanya.


"Mas,,iih kamu tuh omes banget deh,"Karena mata Akbar mengarah ke dada Vivi.


Akbar tersenyum lalu memendamkan wajahnya di tengah tengah dada Vivi,Vivi mengusapi kepala belakang Akbar.


"Mass setop,,jangan lanjutkan,,"Rupanya tangan Akbar mau membuka kancing baju Vivi.


"Buka satu aja kok,boleh yah,,"


"Mas,kamu tuh iih nyebelin banget tau ngga,"Vivi pun ngga bisa tegas untuk melarangnya,karena Vivi selalu terbuai dengan ucapan Akbar.


Saat kancing baju sudah terbuka,Akbar langsung menciumi atas nya saja,daging kenyal yang harum menurutnya.


Saat Akbar sedang menikmati bau dan sesekali menjilatinya,suara pintu di ketuk terdengar.


Tokk,,, Tokk,,,


"Akbar,,Vivi,,ayo kita makan malam dulu,"


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2