
Walaupun Dinda marah dan melarang Akbar untuk mendekati Papahnya,Akbar tetap mengikuti Dinda yang sedang memapah Agung.
Sampai di mobil Akbar duduk di depan bersama pak supir,sedang Dinda di belakang bersama Agung.
Dinda di belakang sambil membuka kancing baju Agung,dan Dinda seorang dokter jadi tau apa yang harus di lakukan saat sedang darurat seperti itu.
Sampai di rumah sakit Akbar langsung keluar memanggil suster,lalu Agung di naikan ke Bankar dan di bawa ke UGD.
Dinda yang seorang Dokter juga merasa takut melihat suaminya kesakitan,dan firasat Dinda Agung terkena serangan jantung.
"Maaf Dokter Dinda,sebaiknya Dokter di luar saja, biar kita yang tangani,Dokter sedang tidak baik baik saja,takutnya justru terjadi hal yang tidak di inginkan,,"kata Dokter saat Dinda ingin ikut masuk.
Akhirnya Dinda pun menunggu di luar,Dinda Duduk sambil terlihat cemas,Akbar datang mendekatinya.
"Mah,,"sambil mengambil tangan Dinda,tapi Dinda menarik tanganya.
"Maafin Abang Mah,Abang mohon,jangan diamkan Abang,Abang sayang sama Mamah dan Papah,,tolong Mah,,maafin Abang,"sambil Akbar berjongkok di depan Dinda.
"Abang Akan lakukan apa saja asal Mamah maafin Abang dan tidak marah lagi,Abang mohon Mah,,Abang janji,,"sambil mengambil tangan Dinda lagi.
Dinda melihat sorot mata Abang,anak laki laki satu satunya yang terlihat sedih dan hancur ,sungguh hatinya juga ikut merasakan sakit.
__ADS_1
Dinda juga sebenarnya Bingung saat Agung dulu tanda tangan perjanjian itu,satu sisi suami dan di satu sisi anaknya,Ingin membela anaknya tapi Suami juga terus memohon untuk ikut setuju.
Dinda lalu memeluk Akbar,Dinda pun ikut menangis,"Maafin Mamah sayang,,Mamah yang salah,,"
Setelah itu Dinda dan Akbar menunggu Dokter keluar sambil saling genggam tangan.
"Mah,,nanti Abang akan pergi ke rumah Jihan yah,Abang mau bicara masalah perjanjian itu,"
"Kamu mau ngapain sayang dengan perjanjian itu,,mamah Mohon jangan berbuat gegabah dulu,kita lihat kondisi papah dulu ,"
"Iya Mah,,Abang ngga akan melakukan hal yang macam macam,tenang lah,,"
Lalu Dokter keluar dan Dinda juga Akbar langsung mendekatinya.
"Dokter Agung sekarang sudah baik baik saja,tapi detak jantungnya belum setabil ,jadi di harapkan untuk tidak membuatnya kaget dan banyak pikiran,,takutnya akan kambuh lagi,pasti Dokter Dinda tau yang harus di lakukan ,"
"Iya Dok terimakasih,apa saya boleh melihat suami saya sekarang,?"
"Oh silakan Dok,,tapi Dokter Agung harus di rawat dulu di sini,karena jantungnya harus terus di pantau,"Dinda menjawab Iya.
Dinda dan Akbar lalu masuk ke dalam,Agung masih memejamkan matanya.
__ADS_1
"Pah,,,"Kata Dinda pelan sambil mengusap tanganya.
Agung membuka matanya pelan,dan tersenyum kepada Dinda.
"Maaf membuat mamah kuatir,Papah baik baik saja,jangan menangis,,"Dinda rupanya mengeluarkan air mata.
"Mamah takut,,"
"Pah,,maaf in Abang,,"kata Akbar,Agung lalu menengok ke sebelah Kiri.
"Papah harusnya yang minta maaf,Papah egois tidak melihat perasaan Abang,Papah pikir kekasih Abang orang Luar negri,makanya Papah ingin menjodohkan Abang dengan Jihan,mungkin kalau Abang bilang dari awal kalau kekasih Abang Vivi,papah tidak akan menyetujui persyaratan nya,kalau Abang tidak mau menikah dengan Jihan ngga papa,nanti Papah akan bilang ke papahnya jihan,untuk uang ganti rugi kita akan jual semua yang kita punya,semoga cukup untuk menutupi semuanya,,"Nafas Agung sedikit tersengal,Akbar langsung menghentikan perkataan papahnya,pasti Agung sedang memikirkan semuanya,Dinda juga sudah bilang untuk jangan bicara lagi.
"Pah,sudah Pah,,Papah ngga usah banyak Pikiran,biar Abang yang urus semuanya,percaya sama Abang,kalau sampai Abang tidak bisa menutup semua ganti ruginya,Abang akan menikah dengan Jihan,,Papah jangan kuatir,,"Akbar bicara seperti itu agar Agung lebih tenang,padahal Akbar belum punya rencana apa apa,apa lagi untuk menikah dengan Jihan,sama sekali tidak terpikirkan.
"Papah sekarang tenang yah,Abang akan urus semuanya,"Agung mengangguk pelan.
Dinda langsung mencium kening Agung,"Papah jangan banyak Pikiran,semuanya akan baik baik saja yah,,kita percayakan semuanya pada Abang,"
Akbar melihat kedua orang tuanya yang begitu saling menyayangi dan mencintai,"Apa Aku akan tega melihat mereka bersedih,ya Tuhan bantu hamba mu ini untuk menyelesaikan semuanya,"kata hati Akbar.
Saat Agung tidur,Akbar pamit pada Dinda,Akbar ingin ke rumah Jihan.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..