Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Frengki Memohon


__ADS_3

Frengki berjalan ke arah Jihan,setelah itu duduk lagi di sampingnya.


"Besok kita pulang ke Indonesia,Aku akan menikahimu,tanpa kamu setuju atau pun tidak setuju Aku akan tetap menikahimu,"Jihan yang mendengar perkataan Frengki langsung menatap nya.


"Ngga,Aku ngga mau,,Aku akan tetap disini,Aku ngga butuh belas kasihan mu,,"


"Aku ngga ada niat untuk merendahkan mu,Aku tau kamu model yang Top,kalau kamu sembuh pasti kamu akan jadi model lagi kan,Aku ingin menikahimu karena Aku ingin merawat mu,Aku mencintai kamu dengan tulus,makanya Aku ingin menikahimu biar Aku merawat mu tidak ada larangan,kalau kita belum nikah dan bukan muhrim Aku merawat mu ada batasan,"


"Turunkan ego mu sedikit saja,hidup di Singapura itu sangat mahal,Aku mencari mu selama 4 bulan ini juga tidak sedikit yang yang Aku keluarkan,makanya kita pulang ke Indonesia besok,Aku akan menikahimu dan merawat mu,,Aku mohon,,"Frengki turun duduknya dan akan bersujud.


"Apa yang kamu lakukan,jangan seperti itu,ayo bangun,,"


"Tidak,,Aku tidak akan bangun sebelum kamu mau menikah denganku,,"


"Kenapa kamu seperti ini,,Kamu itu laki laki baik,ngga pantas bersamaku,,Aku wanita jahat Aku wanita cacat Aku wanita miskin,untuk apa kamu lakukan ini,,jangan seperti ini Aku ngga mau jadi beban mu,,"Jihan sambil memukuli pundak Frengki,dan Frengki tetap diam,Jihan sampai menangis.


"Karena ada cinta yang tulus di hatiku,Aku tidak melihat dari segi kekuranganmu,Aku menerima kamu apa adanya kamu,Aku akan mencintai kamu sampai kapanpun dan sampai ajal menjemput ku,"Jihan berhenti memukuli Frengki,lalu mata mereka saling pandang.


Frengki mengusap air mata Jihan yang jatuh ke pipinya,Frengki lalu mengambil tangan Jihan dan di ciuminnya.


"Kalau itu sudah keputusan kamu,baiklah Aku terima lamaran mu,tapi kamu jangan menyesal telah menikahi wanita seperti ku ini yang banyak kekurangan,karena Aku pasti hanya akan jadi beban kamu,"Frengki justru tersenyum.


"Trimakasih kamu mau menerimaku,Aku janji akan membahagiakanmu,dan Aku tidak akan menyesal,,"Frengki bangun dan kembali ke sofa,dengan berani mencium kening Jihan.


Bibi dari tadi mendengarnya,saat bibi mau mengantarkan makanan untuk Jihan,Bibi melihat Jihan dan Frengki yang sedang debat,makanya Bibi berhenti di pintu dapur,Bibi melihat Frengki yang terlihat tulus mencintai Jihan merasa senang,karena Jihan akan ada yang menyayanginya.


"Eemm,,maaf Non,,Aden,,ini Bibi bawakan sarapan Non ,,"


"Oh iya Bi,,sinih biar saya yang temani Jihan,bibi lanjut aja sama kerjaan lain,,"


"Iya Den,,ini,,"

__ADS_1


Frengki mengambil mangkuk yang isinya bubur ,"Sinih Mas,,Aku bisa makan sendiri kok,,"


"Biar Aku saja yang suapi,,kamu diam dan tinggal buka mulut aja,"sambil tersenyum senang Jihan mengangguk.


Frengki dengan telaten menyuapi Jihan,mereka juga sambil mengobrol.


"Vivi sama Bang Akbar gimana kabarnya Mas,,?"


"Mereka baik,nanti sekitar dua bulan lagi mereka akan menikah,,"


"Oh gitu, syukurlah,,"


"Makanya kamu harus semangat untuk cepat sembuh,biar nanti saat mereka menikah kita bisa datang,,"


"Iya Mas,,Aku juga ingin cepat sembuh,tapi kaki dan pinggangku terasa linu kalau buat jalan,"


"Nanti Aku akan bantu terapinya yah,,"


Jihan sudah selesai makan,Frengki yang belum sarapan dari pagi menuju dapur untuk melihat Bibi masak apa.


"Bi,,saya lapar,dari pagi belum sarapan,bibi masak apa,,?"Bibi terlihat bingung mau bicara.


"Ada apa Bi,,kok diam,,"


"Ngga,,ngga kok Den,,ngga papa,, Bibi belum masak,soalnya ngga ada uang buat belanja,bibi dari kemarin sama non Jihan hanya buat bubur saja,"Frengki hanya bisa membuang nafas.


"Ya Tuhan,,segitu nya kah kalian hidup,"dalam hati Frengki.


"Tadi saya belanja Bi,,di masak aja yah,dan lainya taro sini aja,"


"Baik Den,,"Frengki mengambil kantong kreseknya dan di berikan ke bibi untuk di masak.

__ADS_1


Setelah itu Frengki ke Jihan untuk membantu minum obat.


Frengki melihat obat obatan yang Jihan minum,"Kenapa belinya yang ini obatnya,ini hanya penghilang nyeri di tulang,bukan untuk penyembuhannya,,"


"Aku ngga tau Mas,,Aku hanya bilang ke dokter obat yang terjangkau aja harganya,"Lagi lagi Frengki membuang nafasnya.


"Jangan minum ini lagi,nanti Aku belikan yang lebih bagus aja,"


"Tapi itu sayang Mas,itu kan baru beli,,"


"Ngga usah sayang sayang kalau obatnya ngga bikin sembuh,"


"Kamu harus istirahat,Aku antar ke kamar yah,,"Jihan mengangguk.


"Mas,,ngga usah gendong,jalan aja,,"saat Dengki membungkuk ingin menggendong Nya.


"Udah ngga papa,,biar Aku gendong aja,"


Frengki masuk ke kamar Jihan,lalu Frengki meletakan Jihan di kasur,Jihan sudah rebahan.


"Makasih ya Mas,,"Kata Jihan setelah posisinya nyaman.


"Iya,,"Jawa Frengki sambil mau menyelimuti Jihan.


"Mas,,ngga usah selimutan,,hawanya panas soalnya,,nanti tolong bukakan jendelanya aja yah,"


"Panas,,kan itu ada AC,,tinggal nyalain biar adem,"


"Eemmm,,ngga usah Mas,, Listriknya biar ngirit,,kalau ngga pake AC sebulan hanya 500 rb,,tapi kalau AC di nyalakan sampai Satu juta"


Frengki diam,ternyata orang yang tadinya hidup berkecukupan dan tidak pernah kurang suatu apapun,sekarang hidup nya sangat menderita,Frengki mengingat semua kesusahan Jihan dan bibi dari awal masuk sampai sekarang jadi merasa sedih.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2