Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Vivi Takut


__ADS_3

Akbar sampai di apartemen terus saja diam karena sedang berfikir tentang kejadian semalam dengan Jen dan Jek.


"Mas,,kamu kenapa,,kamu sakit,,kok dari tadi diam terus,,?"tanya Vivi.


"Ngga kok,,Aku ngga kenapa kenapa,,dingin banget yah Yang,Aku mau buat coklat hangat dulu yah,"Akbar berusaha mengalihkan ,karena ngga mau sampai Vivi tau.


"Oh ,,sukurlah,kalau gitu Vivi ganti baju dulu yah,"


"Iya,,"Vivi masuk kamar,sedang Akbar masuk dapur.


Akbar langsung menerka kalau ada persekongkolan antara laki laki itu dengan Jek dan Jen.


"Tapi kenapa mereka melakukan itu pada Vivi,"kata Akbar pelan.


"Aku harus selidiki ini,,"Akbar mengambil hpnya,lalu menelfon Brayen.


"Halo Bar ada apa,,?"


"Aku butuh bantuanmu,"


"Bantuan apa,tumben biasanya kamu ngga butuh bantuan orang kok sekarang minta bantuan,"

__ADS_1


Akbar lalu menceritakan kejadian Vivi semalam,juga tentang Jek dan Jen,Brayen yang mendengar ceritanya langsung mau membantu Akbar.


Akbar jadi lebih lega karena ada yang mau membantunya.


"Mas,,,mana coklat hangatnya,,?"tanya Vivi yang masuk ke dapur.


"Ini lagi buat,,"


"Dari tadi belum jadi,,"Akbar menggeleng sambil tersenyum.


Vivi lalu membantunya agar cepat jadi,setelah jadi mereka membawanya keruang depan.


"Vi,,kamu kan besok lusa pulang,dan kita ketemu akan lama lagi,sekitar 1 tahunan,Mas harap kamu mau akan selalu setia dan menjaga cinta kita yah,,"


"Iya,Mas juga janji,,ngga akan melirik cewe lain,Mas akan selalu setia dan menjaga cinta kita,,"Vivi tersenyum lalu memeluk Akbar.


"Pengacara Tampan Ini hanya milik Dokter Vivi yang cantik seorang,,"kata Akbar dan keduanya langsung tersenyum sambil Vivi mendongakkan wajahnya.


Akbar yang terpana dengan senyuman Vivi langsung mencium bibir Vivi.


Akbar langsung mel#umat bibir Vivi dan Vivi juga menyambutnya,keduanya saling menikmati ciumanya.

__ADS_1


Akbar dengan pelan mendorong badan Vivi ke belakang agar tiduran di sofa tanpa melepaskan ciumanya.


Setelah Vivi tiduran Akbar ada di atas badan Vivi,membuat Akbar lebih leluasa melakukan aksinya.


Vivi mengalungkan tanganya di leher Akbar,dan ciuman keduanya masih saling melu#mat dengan rakus.


Milik Akbar yang sudah bangun menekan ke milik Vivi,membuat Vivi merasa sakit tapi juga ada rasa aneh yang mengalir di dalam dadanya.


Akbar melepaskan ciumanya,lalu Akbar bangun dari atas badan Vivi,setelah itu Akbar mengendong Vivi menuju kamar,Vivi yang takut jatuh mengalungkan tanganya ke leher Akbar.


Sampai kamar Akbar menidurkan Vivi di kasur,dan setelah itu Akbar mengambil hpnya dari kantong dan di matikan hpnya agar tidak mengganggu.


Vivi yang melihatnya hanya tersenyum,Akbar juga mengambil hp Vivi yang ada di meja dan langsung di matikan juga.


"Aku mau pipis dulu yah,,"kata Akbar yang berjalan ke kamar mandi,Vivi hanya mengangguk.


Vivi melihat ke arah Akbar yang masuk ke dalam kamar mandi,"Ya Tuhan,,dia benar benar tampan,,"kata Vivi dalam hatinya sambil tersenyum.


Akbar setelah pipis melepaskan baju nya juga,Akbar hanya memakai celana pendek saja.


Akbar keluar dari kamar mandi,Vivi yang melihat Akbar ngga pakai baju malah takut.

__ADS_1


"Masss,,,kenapa ngga pake baju gitu sih, hawanya dingin loh,nanti masuk angin lagi,,"Kata Vivi ,Akbar tersenyum karena tau kalau Vivi merasa takut.


Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2