Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Pulang Ke Indonesia


__ADS_3

Malam harinya Bibi sudah selesai memasak,Bibi lalu memangil Frengki dan Jihan yang sedang nonton tv.


"Non,,Aden,,makan malamnya sudah siap,silakan makan dulu,"


"Iya Bi,,makasih,,"jawab Jihan.


"Mas bantu Aku bangun ,Aku pengin jalan,"


"Ngga usah jalan,Aku gendong aja,,"Frengki langsung mengangkat badan Jihan,dan di gendong di depan untuk menuju ruang makan.


"Mas,Aku tuh pengin belajar jalan,kenapa selalu di gendong terus sih,"


"Besok kalau sudah di Jakarta aja belajar jalanya,sekarang biar Aku yang menggendong mu,"Jihan tersenyum senang karena Frengki sangat perhatian.


Frengki tadi datang dengan membawa koer nya sekalian,Frengki juga membeli obat yang bagus untuk tulang dan buah buahan.


Ketiganya makan bersama,Frengki sesekali menambahkan lauk ke piring Jihan,biar Jihan makanya banyak.


"Sudah Mas,,Aku sudah kenyang,,"


"Ini daging,kamu harus banyak makan,,sekarang kamu harus makan banyak biar badanya berisi,,"Jihan diam karena memang sekarang badanya sangat kurus,sebelum sakit juga sudah langsung di tambah sakit banyak pikiran juga,badan Jihan makin habis.


Jihan memakan apa yang Frengki suruh,Jihan menurut karena agar Frengki senang,sekarang ngga ada yang di banggakan darinya,tapi setidaknya dengan menurut Frengki pasti senang dan tidak akan sia sia mengurusnya.


Selesai makan,Bibi membereskan piring kotor,sedang Frengki mengupas buah untuk Jihan.


"Kita pindah ke sofa yuk,biar kamu duduknya enak,,Aku sudah selesai potongin buahnya,"Frengki mengendong Jihan lagi,tangan Jihan sambil membawa mangkuk isi potongan buah.


"Apa kamu ngga punya kursi roda Ji,,"


"Ngga Mas,,"sambil Jihan memakan buahnya.


"Trus kalau turun ke bawah atau naik ke atas gimana,,?"


"Pinjam kursi roda fasilitas Apartemen,setelah itu di balikan lagi,,"


"Yang kemarin Aku lihat itu kursi roda milik Apartemen,,"Jihan mengangguk.


Frengki menyiapkan obat buat Jihan,"Ini kamu harus minum obat yang ini,minumlah,,"Frengki memberikan obat 4 butir sekaligus,Jihan tau obat itu dan meminumnya langsung.


Obat yang Frengki berikan adalah obat tulang,harganya juga cukup mahal.


"Ini sudah malam,ayo masuk kamar dan tidur,"


"Iya Mas,,"


Frengki mengendong Jihan ke kasur,setelah di tidurkan Frengki menyalakan AC dan menyelimuti nya.

__ADS_1


"Mas,,besok kita berangkat jam berapa,,?"


"Jam 10 pagi,,oh ya mana paspor kamu sama Bibi,"


"Di tas itu Mas,,"Jihan Menujuk tas.


Frengki mengambilnya lalu mengambil paspor milik Jihan dan bibi.


"Ya sudah tidur yah,,"


"Mas mau kemana,,?"


"Mau keluar lah,apa boleh Aku tidur di sini berdua sama kamu,,"Jihan menggeleng.


"Mas mau tidur di mana,,?"


"Di sofa depan tv,,"


"Oh iya udah,selamat malam Mas,,"Frengki menjawab Iya,Frengki lalu berjalan ke arah pintu,Frengki sebelum keluar menengok ke Jihan,Jihan tersenyum ke arahnya.


Frengki bukanya keluar malah balik lagi mendekat ke Jihan.


"Ada apa Mas,kok ngga jadi keluar,?"


"Ada yang ketinggalan,,"


Frengki tidak menjawab tapi langsung mencium kening Jihan,"Selamat malam sayang,,mimpi yang indah yah,"Jihan tersenyum bahagia.


Frengki keluar dan menuju sofa untuk tidur,Bibi yang melihat Frengki keluar dari kamar,Bibi sekarang yang masuk,Bibi tidurnya bersama Jihan.


Pagi hari bibi buat sarapan,sedang Frengki menata koper yang akan di bawa,semuanya ada 3 koper dengan ukuran besar.


Setelah sarapan ketiganya bersiap,Bibi membantu Jihan ganti baju dan yang lainya,Frengki meminjam kursi roda ke bawah.


"Sudah siap belum,,kalau sudah ayo kita berangkat sekarang,"


"Udah Den,,"Bibi membantu Jihan duduk di kursi roda,sedang Frengki menarik koper ,ketiganya berangkat menuju Bandara,Jihan sebenarnya tidak ingin pulang ke Indonesia ,karena pasti akan sangat sedih,di Indonesia sudah tidak punya siapa siapa.


Sampai bandara mereka menunggu sekitar setengah jam,Frengki selalu perhatian pada Jihan sampai Jihan merasa ngga enak.


"Aaa,,sayang,ini enak loh,,"Frengki tadi beli makanan di Bandara buat cemilan ,Frengki sesekali menyuapi Jihan,dan minum juga di ambilkan.


Jihan melihat ke Frengki yang sedang makan,"Ya Tuhan,,semoga orang tua Mas Frengki merestui hubungan kita,"Jihan berkata dalam hatinya sambil terus melihat Frengki.


Panggilan keberangkatan sudah berbunyi,ketiganya berjalan menuju pesawat,Frengki tadi meminjam kursi roda dari bandara,jadi Jihan duduk dengan nyaman.


Sampai di pesawat ,tangan Jihan dan Frengki saling genggam,dan kepala Jihan di letakan di pundak Frengki,Frengki sesekali mencium rambut Jihan.

__ADS_1


"Kalau mengantuk tidurlah,,"


"Iya Mas,,"


Sekitar kurang lebih satu jam, Pesawat sudah turun di bandara Jakarta.


Frengki membawa Jihan dan Bibi langsung ke apartemen nya.


"Bibi kamarnya di sebelah situ yah,Jihan biar sama saya di sini,"


"Mas,,masa kita sekamar,,"


"Nanti kalau tidur Aku di sofa depan,soalnya semua baju dan yang lainya miliku ada di kamar ini,"


"Ya udah ayo masuk ,kita istirahat,,bibi juga istirahat yah, nanti makanan biar pesan lewat aplikasi saja,"


"Baik Den,,"


Sampai di kamar Frengki menggendong Jihan agar tiduran di kasur.


"Istirahat yah,,kamu cape kan,,"


"Iya mas,,Mas pinggang sebelah sini kenapa sakit banget yah,apa tadi karena kebanyakan duduk yah,"


"Coba sinih Aku periksa,"


"Jangan mas,Aku malu,,"


"Ngga usah malu,Aku tuh Dokter,sering melihat kaya gini,sudah diam lah,,"Frengki memeriksanya ,lalu Frengki mengoleskan balsam agar hangat.


"Nanti juga sembuh,ini benar karena kamu tadi kebanyakan duduk,sudah tidur yah,Aku mau pesan makanan dulu,"


"Jangan pergi Mas,di sini aja,, Mas juga capek kan,tidurlah di sebelahku,kasurnya kan lebar,"


"Aku takut khilaf,,"


"Khilaf apaan sih Mas,orang Akunya aja sakit gini,emang bisa di ajakin Khilaf,"Frengki di suruh tidak lah menolak ,Frengki langsung tiduran di sebelah Jihan.


Frengki lalu memeluk Jihan,dan meletakan kepala Jihan di tanganya.


"Kamu tau ngga Ji apa yang Aku rasakan,,?"Jihan jawab tidak tau sambil mendongak.


"Aku sangat bahagia,,"sambil tersenyum Frengki menjawab,Jihan juga tersenyum.


Lalu dengan berani Frengki mendekatkan bibirnya ke bibir Jihan,bibir keduanya pun sudah menempel.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2