Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Minta Bertahan Satu Minggu Lagi


__ADS_3

Akbar sudah sampai rumah,dan di jalan tadi ternyata macet,jam setengah tujuh malam Akbar baru sampai.


Vivi sedang bersama Fatir di kamarnya,Vivi sedang memberinya ASI.


"Sayang,,"kata Akbar saat buka pintu.


"Eh mas,kok baru sampai,mampir kemana dulu,?"


"Mas kena macet sayang,"Akbar mencium kening Vivi,setelah itu baru cium anaknya.


"Fatir,,udah dong Nen nya,, gantian sama papah,,Papah juga haus ,,"Sambil menoel pipinya.


"Mass,,jangan iseng ah,,Fatir nya mau tidur ,nanti malah ngga mau tidur lagi,udah Sanah mas mandi ,biar nanti Fatir Vivi taro di kamarnya,,sekarang biar dia nen nya kenyang dulu,biar anteng,,"


"Siap komandan,saya akan laksanakan tugas dari komandan,"Akbar sambil melucu yang membuat Vivi tersenyum.


Akbar masuk ke kamar mandi untuk mandi biar segar,sedang Fatir masih terus aja Nen ,setelah Fatir kenyang dia melepaskan Nen nya.


Vivi menggendongnya dan di bawa ke kamarnya,"Sus,,ini Fatir sudah tidur,"Vivi memangil suster sambil keluar dari kamarnya.


"Iya Bu,,"Lalu suster mengambil Fatir dari gendongan Vivi.


"Kalau nanti Fatir haus,Asi saya sudah ada di kulkas ya Sus,,"


"Iya Bu,,"Di kamar Fatir ada kulkas kecil untuk penyimpan ASI kalau untuk malam,jadi suster ngga perlu keluar kamar,karena di kamar Fatir juga sudah ada semua alat dari untuk menghangatkan ASI dan lainya.

__ADS_1


Vivi masuk ke kamarnya lagi,Vivi mengambilkan baju untuk Akbar pakai.


"Fatir sudah ke kamarnya,?"


"Sudah,,tadi Vivi Antarkan,ini Mas bajunya,"


Akbar mendekati Vivi,lalu merangkul pinggangnya,"Ngga usah pakai baju dulu,mending sekarang kita main satu ronde dulu,gimana hemm,,tadi lagi pengin kan,,"Vivi tersenyum malu.


"Ayo kita lakukan sekarang,"Akbar langsung mengendong Vivi ke kasur,setelah Vivi di tidurkan Akbar menarik handuknya,sekarang Akbar sudah polos.


Akbar dan Vivi pun melakukan satu ronde dengan saling memuaskan,Vivi sekarang sudah tidak malu lagi untuk bergerak indah di atas tubuh Akbar.


Akbar makin suka dengan semua permainan Vivi saat di atas badanya.


"Aaahh,,iyaaa,,,masss,,Vivi sudahhh ngga tahan...."


Akbar membantu dengan memegang pinggang Vivi agar bergerak cepat,sampai akhirnya keduanya berteriak bersama.


Aaaggghhhhhh........Teriakan keduanya menggema, untung saja kamarnya kedap suara kalau tidak mba di luar bisa dengar teriakan mereka.


Vivi langsung ambruk di atas badan Akbar dengan nafas keduanya yang sama sama memburu.


Di lain tempat Jihan sedang menatap Frengki yang sedang tidur sambil duduk,dengan kepalanya di sandarkan di kursi lalu tanganya di sidakepkan ke dada.


"Mas,,,Aku sudah ngga kuat,semoga Aku bisa melahirkan anak kita,Aku ingin meninggalkan sesuatu yang bisa membuat kamu selalu ingat denganku,maaf Aku selalu merepotkan mu dari dulu,Aku mencintai kamu Mas,,semoga nanti kamu bisa mendapatkan penggantimu yang bisa menyayangi anak kita dengan tulus,juga mencintai kamu ,Aku bahagia Mas bisa menikah dengan mu,,semoga nanti di surganya Tuhan kita bertemu,"Jihan berkata dalam hatinya sambil air matanya keluar.

__ADS_1


Keadaan Jihan memang sudah sangat lemah,badanya kurus dan hanya perut yang besar,Frengki sudah sangat tau dengan keadaan Jihan tapi Frengki selalu berfikir positif.


Jihan merasakan sakit di punggungnya,Jihan berusaha bangun tapi susah,sedang Jihan tidak mau membangunkan Frengki,Jihan menangis sedih karena merasa benar benar sudah tidak bisa apa apa.


"Ya Tuhan,,kuatkan Aku,,satu Minggu lagi Tuhan,Aku minta waktu satu Minggu lagi ,,biarkan anak ku lahir dulu,Aku sudah ikhlas kalau engkou akan mau mengambilku,,"Sambil terus menahan sakit.


Frengki terbangun saat mendengar tangisan,"Sayang,,kamu kenapa,,kenapa menangis hemm,,kamu pengin apa,,?"Jihan tersenyum.


"Ngga papa Mas,,Aku hanya ingin duduk,tapi ngga bisa ,jadi Aku sedih,,"


"Kenapa ngga bangunkan Mas sayang,,sinih Mas bantu,,"


"Iya Mas,,makasih yah,,"Jihan pun duduk.


Frengki mengambilkan minum untuk Jihan,"Makasih Mas,,Mas ini sudah malam,kamu belum makan malam,pergilah makan dulu,"


"Iya,,Nanti aja tunggu Mamah datang,biar kamu ada yang temani,"


"Kan ada suster Mas,lagian Aku sendiri ngga papa kok,udah Sanah pergilah,,Aku ngga mau kamu sakit,,"Jihan sambil mengusap pipi Frengki,dan juga mengusap rambutnya.


Frengki mengambil tangan Jihan lalu di ciumnya,"Aku mencintai kamu Mas,,makasih selama ini sudah mau merawat,menjaga dan menyayangiku,,"


"Iya Sayang,,Mas juga sangat mencintai kamu,,bertahanlah demi Mas dan anak kita,pasti kamu akan sembuh,kita akan hidup bahagia bersama keluarga kecil kita,"Frengki mencium kening Jihan cukup lama.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2