
Vivi yang tadinya ingin menghabiskan waktu dua malam di hotel karena sudah Free dari Hotel akhirnya hanya memutuskan satu malam saja,karena semalam Akbar benar benar tidak memberinya waktu istirahat untuk tidur.
Pagi hari Vivi bangun dengan bada yang di rasa sakit semuanya,makanya Vivi memutuskan untuk pulang aja,kalau pulang Akbar kan pergi ke kantor dan Vivi ada waktu untuk istirahat.
"Bener nih kita pulang aja,ngga mau menginap satu malam lagi di sini,?"
"Iya Mas kita pulang aja,"sambil masih tiduran,karena badan Vivi masih sangat lemas,jam sudah menunjukan pukul 11 siang.
"Ngga sayang satu malamnya yang masih free,,"Vivi menggeleng.
"Ya sudah kalau gitu kamu bersih bersih dulu sana Yang,Mas yang akan bereskan koper,"
"Tapi Vivi lemas Mas,,jalan juga sakit ininya,,bantuin yah,"
"Ya udah sinih Mas gendong,"Akbar lalu menggendong Vivi ke kamar mandi.
Di kamar mandi Vivi berendam dengan air hangat,agar badanya lebih segar.
Sedang Akbar membereskan barang barang,Akbar melihat noda darah di seprai yang sudah kering,lalu tersenyum karena itu darah milik Vivi.
Setengah jam Vivi berendam,dan badan sudah lebih baik,Vivi keluar dengan berjalan pelan.
"Bisa jalannya,,udah ngga sakit,?"
"Bisa,,ambilin Vivi baju dong Mas,,"Vivi lalu ke kasur untuk duduk,Akbar langsung mengambilkan baju untuk Vivi.
"Bisa pakainya,,"
__ADS_1
"Bisa,,"
Sekarang Vivi sudah rapi,Vivi hanya pakai lipstik saja,karena malas berdandan,tapi karena Vivi cantik hanya merapikan rambut dan pakai lipstik aja sudah cukup.
"Ayo Mas kita pulang,"
"Iya ayo,,"Akbar menarik koper sambil menggandeng Vivi,keduanya jalan pelan,Akbar mengimbangi Vivi berjalan.
Sampai rumah Mamah dan Papah langsung bertanya kenapa sudah pulang.
"Abang ada kerjaan Mah,"
"Ya Tuhan Abang,kalian itu baru menikah ,kamu udah mikirin kerjaan,,keterlaluan deh,,"Vivi yang melihat Mamah seperti marah langsung menjawab.
"Mah,,,ngga papa,,biar Mas Akbar kerja,soalnya harus tanggungjawab juga sama kerjaan ya,Vivi juga mau istirahat Mah,Mas Akbar ngga kasih Vivi istirahat semalaman,,badan Vivi sakit semuanya,,"Vivi ngomong tanpa sadar,Mamah dan Papah yang dengar malah tersenyum,Vivi melihat Mamah dan Papah tersenyum langsung sadar dan menutup mulutnya lalu melihat ke Akbar.
"Ya,,,Ya bukan itu juga,kan Mas kemarin bilang juga ada kerjaan kan,"
"Iya sih tapi kamu kan kemarin ngga mau pulang,pantesan tadi pagi tiba tiba minta pulang,"Vivi yang malu ketahuan langsung pamit ke kamar,dengan jalan sedikit cepat dan menahan rasa sakit.
Ketiganya tersenyum melihat tingkah Vivi,"Makanya Bang jangan mentang mentang pengantin baru langsung di hajar terus,Vivi juga butuh istirahat,,"Kata Papah.
"Ya mau gimana lagi Pah,orang rasanya sangat nikmat,ya udah ya Pah Mah Abang ke kamar dulu,"
"Iya Sanah,ingat beri istirahat buat Vivi,,"
"Iya Pah,,tapi Abang ngga janji,"Sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya.
__ADS_1
Mamah dan Papah hanya bisa geleng kepala lihat tingkah Abang,"Abang kamu banget ya Pah,,"
"Ya namanya juga anaknya,tapi dulu Mamah suka kan,,"
"Ngga tuh,,"jawab Mamah sambil pergi ninggalin papah.
Esok harinya saat selesai makan malam,papah mengajak semuanya untuk berkumpul di ruang keluarga,Papah mau bicara tentang rumah sakit.
"Abang dan Vivi kan sudah menikah,Vivi sekarang sudah jadi anggota keluarga kita jadi Papah dan mamah harap Vivi mau mengurus rumah sakit yang di Surabaya,"
"Masa Abang di pisah sih Pah,kita kan baru nikah,"Abang langsung protes.
"Abang bisa buat kantor di Surabaya kan,biar kantor yang di sini di urus Beni,"
"Iya benar sayang apa yang di katakan Papah,itu rumah sakit di bikin untuk kalian ,jadi kalian juga yang harus urus,Abang mengalah yah,Abang bisa buka kantor di Surabaya kan,nanti kalau Kaka dan Adek sudah lulus kuliah,mereka akan bantu Vivi di sana,mamah dan papah sudah ingin istirahat,paling Mamah dan Papah akan ikut terjun kalau memang di butuhkan,kita sudah tua ingin sedikit lebih santai,"
"Ya udah mau gimana lagi,kamu mau kan Yang,?"
"Vivi sih ngikut aja Mas,selagi itu yang terbaik untuk kita dan keluarga,"
"Tenang aja kak,kita nanti kalau udah lulus kuliah langsung ke Surabaya ini,"kata Iza.
"Iya kak,kita akan bantu Kaka dan kita akan majukan rumah sakit keluarga kita bersama sama,"kata Tiya.
Vivi pun tersenyum,Akbar lalu mengurus semua kepindahannya ke Surabaya,Abang membeli rumah yang tidak jauh dari rumah sakit agar Vivi kalau berangkat tidak jauh,Akbar yang baru beli rumah,jadi untuk kantornya baru sewa ruko untuk di jadikan kantor pengacara,karena Akbar sudah ada nama jadi tidak begitu sulit adaptasi di kota Surabaya.
***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1
Nanti cerita Abang dan Vivi akan loncat yah ceritanya,karena cerita si kembar akan ikut gabung ke sini,cerita cinta dua F sudah selesai,mereka sudah dapat pasangan masing masing,jadi Aku mau masukin cerita rumah tangganya si kembar kecerita ini,semoga suka ya kak***,,,