
Akbar mengajak Vivi masuk kamar agar ngobrolnya lebih enak,dan juga mau saling lepas rindu,karena takut Frengki ngintip apa mba dan tukang kebun mengintipnya.
Akbar dan Vivi masuk kamar,dan pintu langsung di tutup oleh Akbar,Akbar menarik pinggang Vivi agar mendekat padanya,lalu tangan satunya memegang leher Vivi dari belakang.
Akbar dengan tidak sabaran langsung mencium bibir Vivi,dan meluma#tnya dengan rakus,Vivi pun yang memang sangat merindukan Akbar,membalas ciuman Akbar,keduanya sama sama saling meluma#t bibir.
Akbar mengangkat badan Vivi tanpa melepaskan ciumanya,dan Akbar membawa Vivi ke kasur,tangan Vivi di kalungkan di leher Akbar.
Sampai di kasur,Vivi di jatuhkan ke kasur,"Aku sangat merindukanmu,dan sangat mencintai kamu,,"Akbar berkata dengan pelan di telinga Vivi,posisi mereka sekarang Akbar ada di tas badan Vivi.
Vivi yang mendengar perkataan Akbar,tersenyum bahagia dan mengusap rambut Akbar,Akbar setelah berbisik menciumi telinga Vivi dan ke lehernya juga,membuat Vivi merinding.
"Masss,,,,gelii,,,"Vivi yang merasa geli langsung mengeluarkan suara.
Tapi itu membuat Akbar makin ter#angsang,karena mendengar perkataan Vivi.
Akbar menciumi juga menji#lati leher Vivi,Akbar masih sadar dan tidak membuat tanda merah di leher Vivi.
Ciuman Akbar kembali lagi ke bibir,di bibir keduanya saling membalas dan saling melu#mat,sampai mereka benar benar tidak sadar sedang di mana,tangan Akbar juga ngga mau diam,tangan Akbar bermain di dada Vivi,tapi masih di luar baju.
Akbar sampai tak sadar mere#mas dada Vivi dengan kencang,membuat Vivi kesakitan.
"Aaww,,,Mas sakit,,"sambil Vivi melepaskan ciumanya karena sakit Akbar merema#s dadanya cukup kencang.
"Maaf,,sakit yah,Aku terlalu gemas,,"Akbar melepas tanganya.
__ADS_1
Akbar mencium kening Vivi,lalu menggulingkan badanya dari atas badan Vivi ,Akbar menyuruh Vivi tiduran di lengannya.
Keduanya saling hadap dan tersenyum bahagia karena sudah bertemu,tangan Akbar mengusap bibir Vivi yang basah lalu mengecupnya sekilas.
"Kok pulangnya lebih cepat bukanya tanggal 15 besok,"
"Pengin buat kejutan buat kamu,,sukses ngga,?"
"Sukses banget,,"sambil tersenyum dan tangan Vivi di letakan di pipi Akbar sambil mengusapnya.
"Kok bisa di sini,di vila nya Frengki,"
"Iya,,Aku dari Amerika langsung telfon Frengki,dan minta bantuannya untuk menjemput Aku di bandara,lalu saat Aku bilang minta tolong cariin Vila daerah puncak untuk bertemu denganmu,Frengki malah menawarkan vila nya,ya udah Aku langsung mau,"
"Apa orang tua mas tau kepulangan Mas,?"
"Apa ngga bakalan ketahuan,om Danu gimana,"
"Itu udah Aku urus,kamu tenang saja,"Vivi mengangguk.
"Mas ngga akan balik lagi ke Amerika kan,?"
"Ngga,Aku mau ambil S2 dan S3 di sini aja,sambil kerja nanti,"
"Trus gimana soal Jihan,,?"
__ADS_1
"Ngga usah bahas dia,sekarang kita hanya ngomongin kebahagiaan kita aja yah,masalah itu biar kan saja dulu,"
"Tapi Vivi takut Mas,,"
"Ngga usah takut,kan Aku sudah ada di sini,"Vivi memeluk Akbar sambil memendamkan wajahnya di dada Akbar,Tangan Akbar mengusapi punggung Vivi dengan sayang.
"Mas,,"
"Hemm,,"
"Vivi di beliin oleh oleh ngga,,?"
"Ngga ,,,katanya asal Aku pulang itu sudah cukup buat kamu,jadi Aku ngga beliin oleh oleh,"
"Iihh,,kok gitu sih,iya emang kamu pulang Vivi dah seneng banget Mas,tapi masa ngga di beliin oleh oleh sih,,"Akbar tertawa melihat Vivi yang ngambek.
"Iihh,,malah tertawa, bikin kesel aja deh ih,,"sambil bibirnya di manyunin.
"Ada kok tenang aja ,Aku dah siapin oleh oleh buat kamu,Cium dulu nanti Aku kasih,"
Vivi masih diam,lalu Akbar menarik Vivi agar berada di atas tubuhnya.
"Ciumm,,"Akbar memajukan bibirnya setelah Vivi berada di atasnya.
Vivi yang niatan hanya ingin mengecupnya,tapi Akbar justru menekan kepalanya,Akbar lalu mencium bibir Vivi lagi,keduanya sepertinya sangat menikmati ciumanya,dan mereka juga tidak bosan untuk melakukanya lagi dan lagi.
__ADS_1
Frengki di kamarnya hanya bisa tiduran sambil meratapi nasibnya yang jomblo.
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...