
Akbar Dan Sinta langsung menengok ke sumber suara,ternyata Vivi yang sudah terlihat marah karena Sinta sudah mau memeluk Akbar,Sinta pun menghentikan gerakannya.
"Siapa dia Mas,?"tanya Sinta ke Akbar.
Saat Akbar mau jawab,Vivi langsung bicara duluan,"Saya calon istrinya Mas Akbar,,"kata Vivi sambil berdiri di depan Sinta dan Akbar,Vivi langsung di tengah tengah membelakangi Akbar dan menghadap Sinta.
Sinta yang mendengar perkataan Vivi langsung tertawa seakan Vivi bohong.
"Kamu calon istrinya Mas Akbar,,kenalkan Aku istrinya,,"Sinta dengan pedenya mengenalkan dirinya sebagai istri Akbar karena tidak percaya dengan Vivi yang bilang calon istri nya Akbar.
Vivi melihat ke Akbar sambil matanya melotot,"Mas,,,apa benar dia istri kamu,,"suara Vivi sedikit di tekan dan mata jangan tanya,mata Vivi melotot dengan lebarnya.
"Bu,,bukan lah Yang,,Mas belum nikah,dan Mas akan nikah ya sama kamu ,,"
"Trus kenapa dia bilang istri kamu Mas,"
"Sin,,kamu tuh apa apa an sih,kamu jangan bikin masalah deh,Aku tuh bentar lagi mau nikah,jadi kamu jangan bikin ulah,pake bilang istriku lagi,,ini tuh Vivi calon istriku,"Akbar bicara pada Sinta.
"Masa sih Mas kamu mau nikah sama dia,kamu ngga lagi di guna guna kan Mas,penampilannya aja gini kok kamu mau nikah sama dia,,"
__ADS_1
"Eh,,jaga mulut kamu yah,,maksud kamu Aku ini cewe apaan Hah,,Aku ngga cantik,Aku ngga seksi kaya kamu yang aurat di lihat lihatin kaya gitu,walau pun Aku ngga secantik dan seseksi kamu tapi Mas Akbar tergila gila tuh padaku,buktinya sama kamu aja dia ngga mau kan,,berarti di mata Mas Akbar aku lebih segala galanya dari pada kamu,,iya kan Mas,,"Sambil Vivi mengalungkan tanganya di leher Akbar.
"Iya sayang,,kamu adalah wanita paling cantik di mata Mas,dan wanita yang Mas cintai sampai kita tua bersama,,"Vivi tersenyum senang lalu Vivi mencium bibir Akbar,niatan Vivi hanya mau menempel,tapi Akbar malah langsung mel*umatnya.
Keduanya pun ciuman di depan Sinta,mereka rupanya sengaja agar Sinta marah dan pergi,benar Saja Sinta yang kesal langsung marah dan pergi.
"Kalian benar benar gila,,,"Kata Sinta dan langsung keluar,saat pintu sudah tertutup Vivi langsung meremas adik kecil Akbar.
"Aaawwwww,,,,Yang,,sakit,,,"
Akbar kesakitan dan langsung memegang miliknya,"Syukurin,,makanya jadi cowok jangan ke cakepaan,,,"Vivi kembali ke Sifa dengan kesal.
"Mana ada cuman di gituin ancur,makanya jangan sok kegantengan,,"Vivi ngga mau memegang milik Akbar,Akbar masih meringis kesakitan,sebenarnya kasihan tapi Vivi merasa kesal tadi jadi gemesnya ngga lihat tempat.
Akbar duduk di sofa dan tiduran,karena Akbar masih kesakitan dan merasa nek gitu .Vivi melihatnya ngga tega lalu membantu mengusapnya tapi di luar celana.
"Terus Yang,,sakitnya jadi ilang kalau kaya gini,"tangan Vivi terus mengusap sampai milik Akbar sembuh dari sakit dan sekarang malah bangun.
"Sudah sembuh kan,,?"
__ADS_1
"Belum,,masih sakit,,terus Yang,,"
"Udah,,ini udah bangun , berarti sudah sembuh dong,udah ah capek,,Sanah Mas lanjut kerja,gantian Vivi yang mau tidur,"
"Cium dulu,,baru Mas bangun,,"
"Ngga,,nanti Mas bohong,udah bangun Mass,,"
"Iya cium dulu bentar aja,, Mas janji,,ayo cium,"
Vivi akhirnya mengalah,Vivi mencium bibi Akbar dan kedua pipinya,Akbar tersenyum senang lalu bangun dari tidurnya.
"Makasih sayang,Mas menciuntaimu,"Akbar bangun sambil mencium kening Vivi,Vivi hanya tersenyum.
Vivi langsung tiduran,Akbar berjalan menuju kursinya sambil membenarkan miliknya yang ada di dalam celana.
"Sabar yah,,10 hari lagi kamu sudah bisa masuk kandang dengan bebas,,"Akbar sambil mengusapnya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1