
Vivi menelfon Akbar,menceritakan tentang Jihan,Vivi sungguh merasa takut ketahuan oleh Jihan,karena bisa bisa Jihan mengadukan pada Dinda dan agung,karena sepertinya Jihan masih mengharapkan Akbar.
"Udah ngga usah takut,nanti Aku telfon kamu nya kalau di situ pas malam saja,biar Jihan ngga curiga,"
"Iya Mas,,Mas jadi pulang tanggal 15 besok kan,"
"Jadi,,kamu mau oleh oleh apa Yang,,?"
"Vivi ngga mau oleh oleh,Vivi maunya ketemu Mas,Vivi dah kangen banget sama Mas,"
"Aku juga kangen,,ya udah dulu yah,kamu kan harus tugas lagi,Aku juga mau ke rumah sakit sekarang,"
"Iya mas,,selamat bekerja ya Mas,,"
"Iya sayang,,kamu juga selamat bertugas,"telfon pun mati.
Jihan di kamar menelfon Frengki duluan,rupanya Jihan ada maksud lain kenapa dia menelfon Frengki.
"Halo,,Aku ganggu ngga,,?"
"Ngga kok,,ini Aku baru selesai mandi,kenapa,,kuatir yah,,Aku sampai di rumah dengan selamat kok,,"
__ADS_1
"Iihh,,apa an sih,ngga tuh Aku biasa aja,ngapain kuatir,PD banget sih jadi orang,"Frengki tertawa mendengar perkataan Jihan.
"Trus ada apa telfon,,kalau ngga kuatir,,"
"Aku tuh cuman mau nanya tentang Vivi sama kamu,"
"Tanya soal Vivi yang gimana,,?"
"Eemmm,,kamu kan sama Vivi sudah kenal lama kan,,?"Frengki jawab iya.
"Kamu tau ngga pacar Vivi itu siapa,,?"Frengki lalu diam karena merasa aneh kenapa Jihan bertanya tentang pacar Vivi.
"Pacar Vivi,,,kenapa kamu nanya sama Aku,kenapa ngga nanya aja langsung ke orangnya,kan kamu selalu bersamanya,,?"
"Oh,,Aku ngga tau siapa pacar Vivi,cuman Aku sekedar tau Vivi punya pacar saja,soalnya Vivi kalau masalah pribadinya dia cukup tertutup,"
"Oh gitu yah,,ya udah deh,,maaf yah ganggu,aku tutup dulu yah,"
"Eh tunggu,,kok udahan sih,kita kan belum mengobrol,"
"Tapi Aku mau lanjut tugas dulu,jam istirahatku dah selesai,"
__ADS_1
"Oh gitu,ya udah deh,tar malam Aku telfon yah,"Jihan menjawab Iya lalu telfon pun di matikan.
Jihan lalu keluar dari kamar,saat Jihan buka pintu Vivi pun sama buka pintu.
Keduanya langsung memeriksa pasien inap dulu,Jihan lebih banyak diam,sedang Vivi yang sebenarnya sedang ngga nyaman juga,tapi tetap profesional.
Hari berlalu,Jihan masih saja penasaran dengan kekasih Vivi itu siapa,Frengki sampai bosen mendengar kata kata Jihan yang selalu bilang penasaran dengan pacar Vivi.
"Ji,,kamu tuh kenapasih penasaran dengan pacar Vivi,, Aku dari kemarin ingin bertanya sama kamu tapi aku tahan,tapi sekarang Aku ingin tau banget kenapa kamu penasaran dengan pacar Vivi,"Frengki dan Jihansedang mengobrol di hp.
"Soalnya,,,"Jihan terjeda bicaranya.
"Soalnya apa,,?"
"Sepertinya pacar Vivi itu orang yang Aku kenal,"Frengki sebenarnya sudah tau jadi tidak kaget.
"Kalau benar pacar Vivi orang yang kamu kenal ya ngga papa kan,kamu harusnya seneng teman teman kamu jadi pasangan,"Jihan diam,karena Jihan ngga ikhlas kalau sampai Akbar pacaran sama Vivi,karena di bandingkan dirinya Vivi sangatlah jauh.
"Ji,,kamu masih di situ kan,,"
"Eemmm,,,"Jihan hanya berdehem.
__ADS_1
"Ji kamu itu cantik,dan kamu orang yang sangat sempurna kalau bagiku,,kamu itu pantasnya di cintai dan di sayang,karena kamu pantas untuk di banggakan,tapi kalau kamu mengharapkan orang yang tidak mencintaimu untuk apa,kamu pasti akan sakit,banyak laki laki di luar yang pasti menyukai dan mencintai kamu,contohnya Aku,,coba mulailah mencintaiku,lupakan dia yang tidak mencintai kamu,"Frengki bicara panjang lebar,tapi Jihan hanya diam,karena Jihan ngga ada suara,Frengki pun mematikan telfonya.
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...