
Vivi dan Jihan sudah selesai makan baso ,Vivi membungkus 10 bungkus buat suster sama yang lainya.
Sampai di klinik,, Vivi memberikan pada Mamang untuk di bagi ke yang lainya.
Jihan dan Vivi lalu masuk ke dalam ruanganya,tapi sebelum masuk Suster bilang ada tamu yang sedang menunggu Vivi di dalam ruanganya.
"Vi Aku ke kamar dulu sebentar yah,kamu ada Tamu kan,"kata Jihan.
"Iya,,"jawab Vivi dan Jihan langsung pergi ke dalam ruanganya sedang Jihan berjalan ke kamarnya.
Vivi buka pintu ruanganya ,lalu melihat ada laki laki yang sedang duduk di kursi depan meja kerjanya,Laki laki itu dengar pintu terbuka langsung berbalik,dan langsung tersenyum kearah Vivi.
"Hai apa kabar,,"Sambil bangun dari duduknya,lalu pria itu mendekati Vivi,laki laki itu merentangkan tanganya ingin memeluk Vivi tapi Vivi menggeleng kan kepala sambil tersenyum.
"Saya baik,,kamu ngapain ke sini ,apa ada yang penting,?"sambil Vivi mendorong laki laki itu agar mundur,lalu Vivi menuju kursinya dan duduk.
"Aku kangen sama kamu,,"
"Udah deh jangan becanda,ada apa,,"Laki laki itu malah tertawa.
"Aku lagi liburan di Villa puncak bersama orang tuaku,Aku ingat kamu kerja di Bandung,makanya Aku minta alamat klinik ke Bu Dinda,setelah di kasih alamatnya,Aku langsung datang ke sini,"
"Oh,,enak yah yang liburan ,bisa menyegarkan fikiran,,"
"Kalau kamu mau ikut ke Villa ayo ikut,kita bisa menikmati udara segar di puncak,besok aku antar,,"
"Saya tuh kerja di sini,ngga segampang itu mau pergi,"
"Aku serius loh,Aku telfon in Bu Dinda yah,gimana,,"
__ADS_1
"Ngga usah trimakasih,,"
"Aku serius loh Vi,,"
"Saya juga serius,,Saya ngga mau,,"
"Kenapa,,apa Dia masih posesif ,,"Vivi diam.
"Hubungan kalian masih kan,"Vivi mengangguk.
"Ferng,,Saya boleh minta tolong sama kamu,?"yang datang menemui Vivi adalah Frengki temanya saat kuliah di kota.
"Minta tolong apa,,kalau Aku bisa pasti akan Aku bantu,?"
"Hubungan saya dengan dia ngga ada yang tau termasuk orang tuanya,dan yang tau hanya kamu saja,jadi Saya mohon padamu untuk merahasiakan nya,"Frengki diam.
"Saya sangat mencintainya,"
"Baiklah,asal kamu bahagia Aku akan menuruti kemauanmu,"
"Terimakasih,,"
"Eeehh,,itu ngga gratis yah,Aku minta imbalan"
"Imbalan,,imbalan apa,,?"belum sempat Frengki jawab,Jihan masuk ke ruangan Vivi.
"Maaf Vi ganggu,mau periksa pasien ngga yah,,"Jihan sambil berjalan mendekat ke Vivi,Frengki yang melihat Jihan langsung melihatnya.
"Oh iya ,,tunggu bentar yah,,"kata Vivi.
__ADS_1
"Freng,,Saya tinggal dulu yah,kamu di sini dulu ngga papa kan,,?"
"Iya ngga papa,pergilah,,Aku tunggu di sini,,"jawab Frengki,Jihan melihat ke Frengki begitu juga Frengki,keduanya sama sama tersenyum tanda sapa.
Jihan dan Vivi pun keluar dari ruangan Vivi dan lanjut periksa.
"Itu tadi laki laki siapa Vi,,?"tanya Jihan.
"Yang mana,,?"
"Ya yang di dalam ruanganmu itu,,"
"Oh,,dia teman kuliahku dulu,namanya Frengki,sekarang sudah jadi Dokter,"
"Kirain Aku dia pacarmu,"
"Bukan,,dia hanya teman,"Jihan mengangguk.
Lalu keduanya mulai memeriksa pasien inap,setelah selesai Vivi kembali keruangan nya bersama Jihan,dan Frengki masih duduk di bangku sambil memainkan hpnya.
"Maaf ya Feng,,lama,,"saat masuk ke dalam.
"Ngga papa,,santai saja,,"
"Oh iya Freng,,kenalin ini Jihan,dia lagi KKN di sini,"Vivi mengenalkan Jihan pada Frengki.
Keduanya lalu saling berjabat tangan dan menyebutkan nama mereka masing masing.
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih..
__ADS_1