
Akbar yang mendengar Vivi memangilnya sambil kesakitan langsung berlari menuju dapur.
"Sayang,,,,kamu kenapa,,,?"Akbar melihat Vivi kesakitan sambil memegangi perutnya,Akbar langsung merangkul nya takut Vivi jatuh ke bawah.
"Vi,,kenapa,,?"tanya Mamah.
"Perut Vivi sakit banget,,Mah Air ketubannya sepertinya keluar,,celana Vivi basah,,"Mamah langsung memegangnya,dan benar sudah basah.
"Ayo kita ke rumah sakit sekarang,Vivi kayanya mau melahirkan,,"kata Mamah mengajak ke ruang depan.
"Mah,bukanya masih 3 mingguan lagi,,?"tanya Akbar yang terlihat panik juga.
"Bayi lahir kita ngga bisa perdiksi pastinya Bang,,,bisa maju dan bisa mundur dari HPL,ini kuasa Tuhan,,Vivi dudukan dulu,Mamah panggil papah,dan siapkan barang yang mau di bawa ke rumah sakit,"
Vivi lalu duduk di sofa,Mamah ke kamar untuk panggil papah,sedang Akbar yang heboh sendiri karena melihat Vivi yang kesakitan dan celananya makin basah.
"Mbaa,,,ambil kan baju ibu,,Trus sekalian tas yang sudah di siapkan di kamar,,"teriak Akbar memangil mba nya.
"I,,iya Pak,,,"kedua mba langsung masuk ke kamar Vivi .
"Pak supir,,,siapkan mobil,,,"
"Mas,,,kamu jangan teriak teriak gitu ah,ngga baik,,Vivi ngga papa kok,,"sambil menahan sakit Vivi bicara.
"Orang kamu kesakitan gitu kok ngga papa,,mbaa lama banget sih,,buruan,,"
Mamah dan Papah keluar dari kamar,"Abang,,kamu ngapain teriak teriak sih,,"
__ADS_1
"Mba lama banget,ini celana Vivi sudah basah Mah,,Vivi juga kesakitan,,"
"Orang melahirkan itu kaya gitu bang,,kamu ngga usah riweh,,"Mamah ngomel karena Abang berisik teriak teriak.
"Pah,,papah keluar dulu siapkan mobil,Mamah mau lihat Vivi sudah pembukaan berapa,"
"Iya Mah,,"Papah pun keluar,walau Papah sudah tau inti wanita setiap pasiennya,ini kan beda ini menantu dan lagian ada Mamah yang juga dokter.
"Abang,,lepaskan celana Vivi,Mamah mau periksa Vivi sudah pembukaan berapa,,"Mamah sambil memakai sarung tangan bicara sama Abang,Abang lalu melepaskan celana Vivi.
Vivi duduk di sofa,lalu di suruh mamah untuk buka kakinya,setelah itu Mamah memasukan jarinya ke inti tubuh Vivi untuk melihat sudah pembukaan berapa.
"Sudah pembukaan 5,,masih 5 lagi bang,orang melahirkan itu harus sampai pembukaan sepuluh,jadi Abang jangan terlalu riweh,"Mamah menjelaskan.
"Tapi Vivi kesakitan Mah kasihan,"
Vivi di bantu bangun,tapi saat bangun air ketuban mengalir lagi.
"Sayang,,kenapa air ketuban kamu selalu mengalir,,ini harus segera di bawa ke rumah sakit,,"kata Mamah yang membaut Akbar langsung bertanya.
"Apa bahaya Mah,,"Mamah mengangguk.
"Ayo mah kita langsung bawa Vivi,,Abang ngga mau ada apa apa sama mereka berdua,"
"Iya Ayo,,"Vivi berjalan sudah sedikit susah.
Tas sudah di masukan di mobil,pak Supir dan Papah sudah di mobil,Lalu Akbar Mamah dan Vivi masuk ke mobil,tas yang berisi baju sudah di masukan mba ke mobil.
__ADS_1
Mamah meminta kain ke mba untuk Vivi karena air ketuban terus mrembes.
"Pah,,Ari ketuban Vivi terus mrembes,,"mamah bilang ke papah saat di dalam mobil.
"Mamah bisa cek masih banyak ngga itu air ketuban,,"
"Bisa sih Pah,,tapi posisi Vivi susah,,"
"Ngga usah Mah,nanti saja kalau sudah sampai rumah sakit,di sini ada pak supir,Abang ngga mau di lakukan di sini,"
Akhirnya Mamah ngga jadi mengecek,Mamah menelfon Tiya mengabari untuk menunggunya di loby dan menyiapkan ruangan yang sudah di kusus kan buat keluarga.
"Masss,,,sakitt,,,,"perut Vivi mules lagi ,dan Vivi mencengkram tangan Akbar untuk jadi pegangan.
"Iya Sayang,,,sabar yah,,,"Vivi sambil atur nafas.
"Masss,,,usap usap punggungnya Mas,,"Akbar menurut dan langsung mengusapi punggung Vivi.
Mamah mengusapi perutnya,sambil mengajak bayinya mengobrol.
Sampai di rumah sakit Tiya yang sudah menunggu mobil abangnya,langsung bersiap karena mobil sudah sampai.
"Sinih Mas gendong aja,,"
"Ngga Mas,,Vivi takut jatuh,jalan aja,,"
"Tapi kamu kesakitan gitu,,"
__ADS_1
"Ngga papa,,"mau turun mobil aja Akbar masih rempong aja,sampai Mamah dan Papah juga Tiya geleng geleng kepala,Akbar benar benar Riweh.