
Frengki tidur di kamar Jihan dengan nyenyak,karena bukan hanya kamar nya saja yang bau kas Jihan, tapi bantal dan selimutnya juga bau Jihan,jadi Frengki saat memeluk guling sambil membayangkan memeluk Jihan.
Pagi pun datang,Vivi bangun duluan dan langsung mandi,selesai mandi Vivi membangunkan Jihan.
"Ji,,bangun,,ini sudah pagi,,"Jihan membuka matanya pelan.
"Rasanya baru tidur kok sudah pagi aja sih Vi,,jam berapa sekarang,?"
"Sudah jam 6 pagi,"Jihan lalu duduk sambil mengusap wajahnya.
"Aku numpang mandi di sini ya Vi,,?"
"Ya,,pake aja ,"
"Tapi Aku mau ambil baju dulu di kamar,"Jihan lalu keluar kamar Vivi dan akan masuk ke kamar nya.
Jihan dengan pelan membuka pintu kamarnya,dan mengutip Frengki lagi apa di dalam.
Saat di lihat Frengki masih tidur,Jihan masuk ke dalam, Jihan pelan pelan masuk kedalam,membuka lemari juga sangat pelan,takut Frengki bangun.
Setelah ambil baju Jihan langsung keluar,Jihan masuk ke kamar Vivi lagi dan mandi langsung karena sudah siang,Vivi yang sudah selesai bersiap,keluar menuju ke dapur untuk sarapan.
Sedang Jihan dia mandi tidak lama,karena bukan kamar mandinya jadi merasa tidak nyaman.
Setelah pakai baju,Jihan ke kamarnya lagi karena mau berdandan,saat buka pintu Jihan melihat Frengki masih di atas kasur.
__ADS_1
"Sepertinya dia masih tidur,,"kata Jihan dalam hatinya.
Jihan masuk lalu menuju meja riasnya,walau gelap tapi Jihan tau dimana letak alat alat mekup nya.
Rupanya Jihan tidak tau kalau ternyata Frengki sudah bangun,tapi masih malas bangun jadinya tetap tiduran .
Frengki terus saja menatap ke arah Jihan yang sedang berdandan,Frengki sampai berhayal saat nanti mereka menikah tiap hari pasti akan seperti ini.
Frengki melihat Jihan memakai henbody ke kakinya dan sampai paha,Jihan kira Frengki tidur jadi tidak melihat kaki jenjangnya yang di beri henbodi.
Setelah selesai Jihan sedikit melenggak lenggok di depan kaca,untuk melihat penampilannya sudah rapi apa belum.
Setelah di lihat rapi dan cantik,Jihan keluar kamarnya dan akan lanjut membantu Vivi memeriksa pasien,tapi Jihan mau sarapan dulu.
Sedang Frengki di kamar,memukuli bantal dengan tanganya,karena merasa gemas dengan Jihan.
Selesai mandi Frengki keluar dari kamar menuju dapur,dengan rambut basahnya dan badan yang segar Frengki terlihat tampan.
Vivi dan Jihan baru saja selesai sarapan,dan keduanya melihat ke Frengki yang datang.
"Gimana tidurnya semalam, nyenyak ngga,,?"tanya Vivi ,Frengki menjawab iya.
"Iya pasti nyenyak lah,tidur di kamar siapa dulu,,demenannya,,,"sambil tersenyum meledek,Jihan pura pura tidak dengar dan membereskan bekas makanya.
"Apa sih Vi,,,"Vivi tersenyum melihat Frengki yang salah tingkah.
__ADS_1
"Ya udah Aku duluan ya Ji,,kamu temani dulu Frengki sarapan,,"Jihan menjawab iya.
"Freng,,Saya duluan yah,,"
"Iya,,,"
Jihan menawari Frengki mau kopi apa Teh,Frengki lalu mau kopi,Jihan pun membuatkannya.
"Mau sarapan sekarang apa habis ngopi,,?"
"Aku kalau pagi ngga suka makan nasi,di sini ngga ada roti yah,,"
"Ngga ada, ini adanya nasi goreng,ini buatan si Bibi enak loh,coba aja dulu,gimana,,"Frengki sambil berfikir mau ngga.
"Mau yah,Aku ambilin,,"kata Jihan karena Frengki terlihat lama menjawabnya.
"Ya udah,,tapi dikit aja ,"
Jihan langsung mengambilkannya,setelah itu di berikan pada Frengki,saat Frengki makan Jihan membuat kopi,Frengki makan sambil tersenyum karena senang ,seperti punya istri di ladenin.
Kopi sudah jadi dan di letakan di meja,Jihan ikut duduk.
"Aku nanti habis sarapan langsung berangkat ke Jakarta,,"Jihan mengangguk.
"Soal yang semalam,yang bilang kalau Aku menyukaimu itu serius,Aku menunggu jawaban darimu, Aku akan sabar menunggunya,karena Aku mencintai kamu,,"
__ADS_1
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...