
Pagi harinya Akbar bangun duluan,karena akan pergi belanja untuk oleh oleh keluarganya,Akbar ke kamar mandi untuk mandi.
"Sayang,,bangun,,ini sudah pagi,,katanya mau temani Mas belanja ,"kata Akbar membangunkan Vivi selesai mandi.
"Iya Mas,,"Jawab Vivi tapi Vivi masih memejamkan matanya saja.
Akbar menuju koper untuk pakai baju,sesekali sambil memanggil Vivi agar bangun.
"Badan Vivi rasanya pada pegel Mas,,jadi malas bangun,,"sambil mengusap matanya.
"Mau Mas pijitin,,?"
"Ngga usah,ngga perlu,nanti malah Mas macem macem,,"Akbar tersenyum.
Vivi lalu duduk sambil memijiti pundaknya yang terasa berat dan pegal.
Setelah lebih enak,Vivi turun dari kasur,saat satu langkah,ternyata milik Vivi masih terasa sakit,membuat jalanya pelan.
"Kamu kenapa Yang,kok jalanya gitu,,?"Vivi bukanya menjawab justru jalan terus,Akbar sebenarnya sudah tau Vivi kenapa,karena semalam Akbar memaksa melihat milik Vivi yang ternyata merah.
Vivi di kamar mandi langsung mandi,selesai mandi Vivi mengolesi salep ke miliknya yang sudah tidak begitu merah karena semalam sudah di kasih salep.
"Emang masih sakit banget yah,, Yang,,?"saat Vivi keluar dari kamar mandi Akbar mendekati Vivi.
"Sudah ngga begitu sakit,cuman kan tadi bangun tidur jadi buat jalan pasti sakit,karena di bawa gerak,,"Vivi mengambil bajunya lalu kembali ke kamar mandi untuk mandi.
"Kenapa ngga pakai baju di sini aja,,?"
"Ngga mau,,takut ada setan berwujud manusia,,"Akbar justru tersenyum.
Selesai pake baju Vivi sedikit berdandan,"Yuk Mas kita berangkat,,tapi kita sarapan dulu kan,,?"setelah rapi.
"Iya,,kita sarapan dulu,,"Akbar dan Vivi keluar dari kamar dan menuju bawah.
__ADS_1
Akbar sambil merangkul pundak Vivi ,berjalan menuju Restoran Hotel.
Keduanya langsung makan karena sudah cukup siang.
"Nanti antar Mas ke Bandara kan,,?"
"Iya,,Vivi masuk jam 3 sore kok,,Mas jam 12siang nanti kan ke Bandara nya,,"
"Iya,,"
Selesai masak keduanya menuju tempat oleh oleh khas Brunai,Akbar di bantu Vivi memilih oleh oleh untuk keluarganya,Vivi juga titip oleh oleh untuk Bibi nya yang bekerja di rumah Akbar.
Jam 11 keduanya sudah selesai belanja,lanjut ke Hotel untuk menatanya di koper.
"Sayang,,kamu di sini hati hati,kalau pulang malam lebih baik naik taxsi aja yah,dan jangan macam macam,,awas kalau kamu sampai macam macam Mas akan bawa pulang ke Indonesia langsung,"Vivi malah senyum.
"Kenapa senyum senyum,, Mas serius nih,,"
"Yang harusnya bilang gitu tuh Vivi Mas, Mas jangan sampai macam macam,kalau Mas sampai selingkuh,,ini kamu Mas Vivi potong sampai abis,biar tau rasa,,"sambil Vivi mere*mas milik Akbar.
"Kamu tuh bilang aja pengin pegang,kenapa harus di remas,ini sakit,,"
"Siapa yang pengin pegang,Vivi tuh lagi ngingetin,kalau sampai Mas macam macam,,Vivi akan potong itu mas,"
Akbar yang masih merasakan sakit juga sambil tersenyum karena melihat Vivi yg ngomel.
"Sudah ngomelnya,sekarang kita berangkat ke Bandara yuk,ini sudah siang,,"
"Iya,,"jawab Vivi sambil cemberut.
Vivi dan Akbar memeriksa kamar hotel dulu takut ada yang tertinggal,setelah memeriksa keduanya keluar dari hotel dan langsung akan ke Bandara.
Sekarang Akbar dan Vivi sedang ada di taxsi yang melaju menuju Bandara.
__ADS_1
"Nanti pulang dulu kan ke kos kosan Yang,,?"tanya Akbar sambil mengusap rambut Vivi,Vivi menyandarkan kepalanya di pundak Akbar sambil tangan saling genggam.
"Iya Mas,,masih banyak waktu kok,jadi Vivi bisa istrirahat sebentar,,"
"Nanti kalau Mas sudah sampai ,Mas kabarin Vivi langsung yah,,"
"Iya,,nanti Mas akan kabarin langsung,"
Sampai di Bandara keduanya masuk,tangan kanan Akbar menggandeng tangan Vivi,sedang tangan kiri menarik koper.
Karena penerbangan masih ada waktu 10 menit,keduanya duduk dulu,dari tadi Vivi tidak mau melepaskan genggaman tanganya.
"Yang,kamu belum makan siang,nanti jangan lupa makan yah,biar ngga sakit,,"
"Iya,, Mas juga nanti jangan lupa makan siang,"
"Iya,,,"
Keduanya saling diam,karena merasa saling berat untuk berpisah,tapi mau gimana lagi.
Pangilan keberangkatan sudah berbunyi,Akbar dan Vivi bangun dari duduknya.
"Mas pergi dulu,,hati hati dan jaga kesehatan,Mas Akan tunggu kamu pulang ke Indonesia,"sambil mengusap kepala Vivi.
"Iya mas,Mas juga yah,,tunggu Vivi pulang,"keduanya saling peluk.
Akbar mencium kening Vivi cukup lama,setelah itu tangan Akbar mengusap Pipi Vivi.
"Mas pergi yah,"Vivi mengangguk,Vivi menahan air matanya agar tidak keluar,Vivi mencium tangan Akbar dulu,baru setelah itu Akbar berjalan untuk masuk.
Tangan keduanya saling melambai,setelah Akbar masuk barulah Air mata Vivi keluar,Vivi menangis sambil mengusap dadanya.
"Ya Tuhan,,rasanya sedih banget sih,,6 bulan lagi,,semangatt,,"Vivi menyemangati diri sendiri,setelah itu Vivi keluar dari Bandara.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...