
Sudah 5 hari Akbar di Surabaya sendirian,Vivi sudah sangat kangen, karena selama menikah mereka tidak pernah berpisah.
Malam ini Akbar sebenarnya pulang ke Jakarta,tapi bilang ke Vivi lusa baru balik ke Jakarta.
Vivi sangat kesal,sampai seharian ngga mau mengangkat telfon Akbar dan pesan pun hanya di bacanya tidak mau di jawab.
Akbar tau kalau Vivi marah padanya,padahal Akbar mau bilang kalau malam ini mau balik ke Jakarta.
"Ya Tuhan,,kalau sudah ngambek bener bener deh ini istriku,,"kata Akbar dalam hatinya ,karena Telfonnya lagi lagi ngga di angkat.
Padahal Akbar sudah ada di Bandara,sedang menunggu keberangkatan pesawat,sekarang memang sudah jam 9 malam,Akbar naik pesawat jam terakhir jurusan Jakarta Surabaya.
Jam setengah 11 malam Akbar sudah sampai di rumah,Akbar naik taxsi dari Bandara.
"Den Akbar sudah pulang,"Kata Mba Siti saat membukakan pintu.
"Iya Mba,,,Vivi di mana,,Fatir rewel ngga hari ini,,?"sambil keduanya jalan ke dalam.
"Non Vivi ada di kamar,kayanya sudah tidur Den,,kalau Dek Fatir ngga rewel ,"
"Syukur lah Mba,Saya ke kamar dulu Mba,,"
"Iya Den,,,"
Sampai di kamar Akbar melihat Vivi yang sudah tidur,Akbar dengan pelan masuk,lalu meletakan tas ranselnya,Akbar tidak ganti baju,hanya melepas jaket dan celana panjangnya,karena Akbar pakai celana pendek.
Akbar langsung ikut tidur di samping Vivi dan memeluknya dengan erat dari belakang.
__ADS_1
Vivi sebenarnya merasakan pelukan,tapi Vivi seperti mimpi jadi tetap lanjut tidur.
Pagi harinya Vivi bangun dan merasakan ada tangan yang memeluknya dari belakang,Vivi dengan cepat menengok,dan Vivi langsung melihat wajah Akbar yang sedang tidur dengan nyenyak nya.
"Mas Akbar,,,kapan pulang,,kok Aku ngga tau,,Trus kenapa pulang ngga bilang,"kata Vivi dalam hatinya berkata.
Akbar tanpa membuka matanya berkata,"Pagi sayang,,,"kata Akbar.
"Mas kapan pulang,,kenapa mau pulang ngga bilang,?,"
"Gimana Mas mau bilang kalau mau pulang,seharian Telfon Mas kamu ngga mau angkat,kirim pesan cuman di baca doang,,"
"Ya Lagian sih Mas bikin kesel,di Surabaya lama banget,,ngapain sih,,"
"Kerjaan Mas kemarin kan nanggung,,jadi niatnya masih dua hari lagi di sana, tapi di bantu teman jadi cepat, makanya Mas bisa cepat pulang,"sambil buka mata.
"Oh gitu,,ya maaf karena kemarin mengabaykan telfon Mas,,"
"Hukuman apa,jangan macam macam ya Mas,,"
"Ngga,,tenang aja,,hukumannya bikin enak kok,"kata Akbar sambil menindih Vivi langsung.
"Aaww,,,Mas ihh,,pelan,,Vivi belum gosok gigi sama cuci muka,,bau,,awas dulu,,"
"Sudah ngga perlu,,bau kamu malah Mas Suka kok,,"
Baru saja Akbar menciumi pipi dan leher Vivi,Fatir menangis dengan kencang.
__ADS_1
"Mas,,Fatir bangun,,awas dulu,,"Akbar langsung buang nafas nya karena kesal harus berhenti.
Akbar turun dari atas badan Vivi,Vivi langsung bangun dan mengambil Fatir dari Box.
"Sayang bangun,,mau ***** yah,,,hemm,,"Vivi membawanya ke kasur,lalu Vivi menidurkan Fatir dan memberi Nen.
Posisi Vivi miring,jadi Akbar yang sudah pengin langsung aja dari belakang melepaskan kain segi tiga yang masih Vivi pakai.
Saat sudah terlepas,Akbar mau menurunkan celananya,tapi tiba tiba mamah buka pintu.
"Sayang,,,sudah bangun belum,,"kata mamah yang main masuk.
Mamah yang melihat Akbar ada di belakang Vivi dan daster yang Vivi sudah naik,Akbar langsung menutup daster Vivi dan keduanya malu.
"Loh,,kok Abang sudah di rumah,kapan pulang,,?"
"Mamah tuh kalau mau masuk ketuk pintu dulu kek,,untung Aja tadi adik Abang belum masuk,,"Vivi terlihat malu,sedang mamah juga Tersenyum.
"Ya maaf,,mamah kan ngga tau Abang udah pulang,ya udah kalau gitu sok silakan di lanjut,Mamah pergi dulu,,"
"Eehhh,,tunggu Mah,jangan pergi dulu,Fatirnya ajak keluar,biar Abang tidak di ganggu,"Vivi yang dengar perkataan Akbar langsung memukul Abang ,karena Vivi makin malu.
"Ya udah sinih Fatir mamah bawa keluar,,cucu nenek yang ganteng ayo ikut Nenek yah,papah sama mamah ngga mau di ganggu dulu,,"
"Maaf ya Mah,,"Kata Vivi yang malu dan ngga enak.
"Iya ngga papa,,itu kamu urusin aja bayi gedenya,,"sambil mengendong Fatir.
__ADS_1
Mamah pun keluar,setelah keluar Akbar ngga buang buang waktu ,langsung tancap gas dan ngga kasih ampun ke Vivi,karena sudah 6 hari Akbar menahannya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...