Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Ngga Mau Ada Penolakan


__ADS_3

Akbar diam menunggu Vivi lebih baik,karena Vivi masih kesakitan.


"Sayang,, apa sudah lebih baik,"Vivi hanya mengangguk.


Akbar lalu mencium bibir Vivi,Rupanya Akbar mengalihkan perhatian Vivi agar saat Akbar menggerakan pinggangnya,Vivi sibuk dengan permainan bibir.


Saat keduanya sudah saling Melu*mat ,Akbar menggerakan pinggangnya keluar masuk dengan pelan,Vivi merasa sakit tapi di tahannya,dan lama lama gerakan Akbar makin cepat.


Vivi sudah tidak merasa sakit lagi,tapi Vivi sudah mulai merasakan enak,Akbar lalu melepaskan ciumannya,Akbar melihat ke wajah Vivi yang terlihat seksi saat suara suara kenikmatan keluar dari mulutnya.


"Apa enak sayang,,?"tanya Akbar sambil tersenyum dan menggerakan pinggangnya,Vivi mengangguk dan tersenyum malu.


"Apa mau yang lebih cepat,?"


"Boleh,,"Akbar langsung tersenyum.


"Siap ya sayang,,"


Akbar meletakan kaki Vivi di pundaknya,Akbar sedikit membungkuk,Akbar langsung dengan cepatnya mengerjakan pinggangnya.


"Oohh,,Mass,,oohhh,,,terus Mass,,ini sungguh nikmat,,ayo Masss,,,"Akbar yang mendengar suara kenikmatan dari mulut Vivi tambah bersemangat.


Tenaga Akbar benar benar kuat,Akbar lalu mengganti posisi Vivi,Vivi di suruh ya untuk merangkak,dan Akbar dari belakangnya.


Dada Vivi sampai bergerak karena gerakan Akbar yang cukup kuat,mulut Vivi tidak hentinya mengeluarkan suara.


"Sayang,,gantian kamu yang atas yah,"Kata Akbar,Vivi lalu menjawab Iya.

__ADS_1


Akbar terlentang dan membantu Vivi untuk memasukan miliknya ke inti tubuh Vivi.


Setelah masuk Vivi mengerjakan pinggangnya ke depan dan ke belakang,kedua tangan Akbar ada di dada Vivi dan memainkannya.


Vivi rupanya sudah merasakan nikmat,dan lama makin lama Vivi seperti menggeram dan mencengkram pundak Abang.


"Maasss,,,Vivi sudah mau keluarr,,,"


"Iya sayang,,ayo keluarkan,,"tangan Akbar lalu membantu menggerakan pinggang Vivi.


"Iya sayang,, terus,,,oohh,,nikmat,,"Kata Akbar.


Vivi yang sudah merasakan nikmat,langsung bergerak sangat cepat di atas badan Akbar,Vivi akhirnya merasakan pelepasan.


"Maaasssss,,,aaaggghhhhhh........"kepala Vivi sampai mendongak ke belakang,setelah selesai Vivi ambruk di atas badan Akbar dengan nafas yang memburu.


Akbar lalu memasukan miliknya,setelah Vivi sudah lebih baik,karena milik Vivi sudah basah jadi tidak begitu sulit untuk Akbar memasukan miliknya.


Akbar mengerakannya dengan pelan karena sambil menunggu Vivi enakan,Setelah Vivi di lihat sudah berga*Irah Akbar main nya agak cepat,Akbar juga sebenarnya sudah ingin keluar tapi di tahannya.


"Sayang,,Mas mau keluarr,,,tahan ya sayangg,,ini sangat nikmat,,"


Akbar lalu lebih cepat lagi bergeraknya,Vivi sampai kualahan mengimbanginya,dan dari mulut Vivi juga keluar suara suara nikmat,sampai akhirnya Akbar menembakan laharnya ke rahim Vivi dan di susul dengan Vivi yang ikut merasa nikmat lagi untuk kedua kalinya.


"Aaahhgggggg,,,,,,"


"Maassss,,ooohhhhhhhj,,,"

__ADS_1


Akbar mencabut miliknya,lalu menjatuhkan badanya di samping Vivi,keduanya sama sama ngos ngosan.


"Mas,,Vivi haus,tolong ambilkan minum,Vivi lemas dan sakit badanya,"


"Iya Mas akan ambilkan,"Akbar bangun lalu mengambilkan minum untuk Vivi.


"Ini sayang minumlah,,"Akbar membantu Vivi untuk duduk.


Setelah minum Vivi minta di gendong untuk ke kamar mandi,karena Vivi merasa risih miliknya sangat lengket.


Saat Akbar mengendong Vivi,Akbar melihat darah di seprei ,dan juga basah karena terkena lahar milik Akbar yang keluar dari inti tubuh Vivi.


Akbar membantu Vivi untuk bersih bersih,setelah keduanya bersih bersih,Akbar mengendong Vivi lagi keluar dari kamar mandi,tapi Vivi sudah pakai handuk.


Vivi di dudukan di sofa,Akbar lalu menarik seprainya,karena dilihatnya ngga enak ada darah dan lendir gitu.


"Mau makan ,,?"


"Iya Mas,,biar Vivi ada tenaganya,"


"Ya udah makan lah yang banyak,biar kita nanti main lagi,"Vivi langsung membuka matanya lebar.


"Tapi Vivi capek Mas,besok lagi aja yah,,"


"Ngga ada penolakan,udah sekarang makan yang banyak yah,,"Vivi hanya bisa pasrah dengan nasibnya nanti mau gimana.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2