
Frengki tidur di ruang tamu di sofa panjang,Sifa memberinya selimut dan bantal,setelah itu baru Sifa masuk ke kamar nya untuk tidur karena memang sudah malam.
"Kamu memang laki laki baik,tapi Aku tau kamu masih ada rasa untuk Jihan,sepertinya Aku memang harus mundur,Aku tidak mau memiliki hubungan dengan laki laki yang masih ada rasa untuk wanita lain,"Kata Selfi bicara sendiri di kamarnya sebelum tidur.
Frengki juga sama belum tidur,Frengki rupanya tidak tenang meninggalkan Jihan di rumah sakit sendirian.
"Nanti kalau dia pengin minum gimana, Suster kan tidak mungkin menjaganya terus,,"Frengki terus saja bergerak karena kepikiran Jihan ,dan belum bisa tidur.
Sekitar satu jam kemudian Frengki akhirnya tidur juga,saat pagi datang Sifa membangunkan Frengki karena sudah jam setengah tujuh.
"Mas mau kopi apa teh manis hangat,?"saat Frengki sudah duduk sambil mengusap matanya.
"Ngga usah,,Aku mau ke kamar mandi aja,"
"Iya Mas,,itu kamar mandinya di sebelah sana,"Sifa sambil menunjuk ke arah kamar mandi.
Setelah Frengki pergi ke kamar mandi,Sifa ke dapur untuk buat sarapan.
Frengki terlihat buru buru,"Sifa,,ayo berangkat,,"Frengki sedikit teriak.
"Iya Mas,,ini sarapan dulu,,"Frengki lalu mendekat ke Sifa sambil memakai jaketnya.
"Ngga usah,ini sudah siang,kamu harus kerja kan,,?nanti Aku sarapan di kantin rumah sakit aja,,"
"Iya tapi ini Aku udah buat roti panggang,,"
__ADS_1
"Ya udah taro kotak makan aja,kita makan di taxsi,,"Sifa mengikuti omongan Frengki.
Setelah siap,keduanya keluar dari rumah dan menunggu taxsi,setelah dapat taxsi akan mengantar Sifa ke rumah sakit tempatnya kerja.
"Mas,,ini aa,,,"Sifa mengarahkan roti panggang ke mulut Frengki,Frengki lalu memakannya.
"Enak ngga,,?"
"Enak,,,"sambil mengunyah.
Frengki abis dua lembar roti panggang,sedang Sifa hanya satu,Sifa juga bawa botol minum.
"Aku turun dulu ya Mas,,Mas hati hati di jalan,"saat taxsi sudah berhenti depan tempat kerja Sifa.
"Iya,kamu juga kerjanya hati hati yah,,"
"Kamu terlihat kuatir sekali sama Jihan Mas,,Aku tau itu,,"lalu Sifa masuk setelah taxsi tidak terlihat lagi.
Frengki turun dengan cepat setelah taxsi berhenti di rumah sakit tempat Jihan di rawat.
Frengki jalan sedikit berlari,entah kenapa Frengki merasa Jihan sedang tidak baik baik saja.
Di lain tempat Bram ingin sekali menelfon Frengki,tapi Bram sedikit tidak enak.
"Sifa,,Aku mencintai kamu dengan tulus dan sungguh sungguh,sampai Aku mempelajari Agamamu,dan akhirnya Aku pun pindah mengikuti nya,tapi kalau kamu sudah bahagia dengannya,Aku ikhlas,,cinta tidak harus memiliki,,Aku akan balik ke singapur nanti sore,"Frengki mengirim pesan untuk Sifa.
__ADS_1
Pesan hanya conteng satu,karena Sifa sedang sibuk bekerja.
"Hai,,salam kenal,Aku Bram,,kamu Frengki kekasih Sifa kan,Aku mantan Sifa yang masih sangat mencintainya,tapi tenanglah Aku tidak akan merebutnya darimu,Aku hanya minta padamu jaga Sifa dan cintai dia dengan tulus,Aku tau no kamu dari Vivi dan Akbar,,"Pesan pun di kirim,sudah masuk centang dua tapi belum di baja,Bram lalu meletakan hpnya di meja.
Bram menuju balkon kamarnya,dan memandang kota Singapura di pagi hari.
Frengki masuk ke dalam ruang rawat Jihan,Frengki melihat ranjang yang kosong.
"Jihan pergi kemana yah,"Sambil melihat ke kamar mandi.
"Kosong semua,dan kamar nya juga rapih gini,"tapi koper Frengki masih ada di situ.
Frengki keluar dan mencari Suster,"Sus,,maaf mau tanya pasien yang di kamar itu kemana yah,,?"Frengki sambil menunjuk ke arah kamar rawat.
"Oh nona Jihan ya Pak,,"
"Iya betul Sus,,"
"Nona Jihan sudah pergi Pak,,tadi malam,,"
"Apa ,, Pergi,,apa maksudnya Sus,gimana dia bisa pergi sedang dia masih terluka parah,,"Frengki kaget dan marah saat mendengar kata pergi.
"Saya tidak tau persisnya gimana Pak,silakan Bapa bisa tanya saja ke Dokter yang mengurus kepergian nona Jihan,"
"Di mana ruangan Dokternya,,"Suster lalu mengantarkan Frengki ke ruang Dokter.
__ADS_1
***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
Maaf kemarin ngga up,Aku baru balik dari kampung,masih cape***,,,