
Frengki mendengarkan Jihan bicara merasa kesal sendiri,ternyata Jihan benar benar egois.
"Siapa pun orangnya pasti ingin hidupnya bahagia,tapi keinginanmu untuk bahagia sangat egois,kebahagiaan yang kamu inginkan menyakiti banyak orang,"
"Aku menyukainya dari dulu,Aku sangat bersabar untuk mendapatkannya,"
"Tapi orang yang kamu suka dan cintai itu tidak menyukaimu dan dia sudah mencintai orang lain Ji,,kamu tuh kenapa sih,kenapa egois,keras kepala dan ngga punya hati,kalau kamu menikah dengan Akbar,kamu cuman dapat raganya,tapi hatinya tidak untukmu,rumah tangga macam apa yang ingin kamu bangun kalau hati kalian saja tidak menjadi satu,,"Frengki terlihat emosi,Jihan hanya diam saja.
"Asal kamu tau Ji,Aku menyukaimu dengan serius dan tulus,tapi ternyata sifat kamu seperti ini,Aku rasanya sungguh menyesal telah menyukaimu,sekarang apa pun yang ingin kamu lakukan terserah kamu saja,Aku sudah ngga mau tau,,Aku harap kita tidak akan bertemu lagi,,selamat tinggal,,"Frengki lalu berdiri dari duduknya,Jihan yang melihatnya langsung mencegah Frengki.
"Tunggu Freng,kamu jangan pergi,jangan tinggalin Aku sendirian seperti ini,Aku butuh kamu ,"Jihan sambil menangis.
"Aku mohon Freng,,"Frengki yang memang ada rasa pada Jihan rasanya ngga tega,Frengki bicara seperti tadi hanya ingin Jihan sadar dengan adanya dirinya.
Jihan memeluk Frengki,Frengki yang tidak tega akhirnya tidak jadi pergi.
Sedang Akbar sekarang sudah sampai di kantor Papahnya Jihan,Akbar lalu masuk dan menuju ke resepsionis.
"Selamat siang Mba,saya ingin bertemu Pak Gunawan,apa beliou ada ,"
__ADS_1
"Pak Gunawan nya ada, bapa siapa yah,,"
"Saya Akbar,,"
"Tunggu sebentar ya Pak,"Akbar lalu menunggu.
Tidak lama resepsionis menyuruh Akbar menuju lantai 15,Akbar langsung menuju lif.
Sampai di lantai 15 Akbar langsung di suruh masuk oleh sekertaris nya papah Jihan.
"Selamat Sore Om,,,"kata Akbar sambil mengulurkan tanganya.
"Ada apa kamu sampai datang ke kantor Om,"
"Saya mau bicara tentang perjodohan antara Saya dan Jihan Om,dan juga tentang uang yang Om pinjamkan ke Papah Saya,"
"Oh masalah itu,,kamu mau gimana emangnya,"
"Saya tidak ingin bertunangan dengan Jihan Om,dan saya akan kembalikan uang om berserta dendanya,,"
__ADS_1
"Wah wah wah,,kamu hebat juga yah bisa mengembalikan uang dan dendanya juga,ngga di sangka uang kamu banyak juga ternyata,"
"Saya ngga punya uang sebanyak itu om,tapi demi memperjuangkan cinta saya,saya akan lakukan apa pun itu,"
"Cinta,,kamu mau perjuangin cinta,cih ,,,di dunia ini yang terpenting itu uang,,cinta akan datang dengan kita banyak uang,apa kurangnya anak saya sampai kamu tidak mau dengan nya,dan kamu justru memilih wanita kampungan dan dia cantik pun tidak ,kalau kamu menikah dengan Jihan hidupmu akan enak,karena ini perusahaan buat Jihan, kalau kamu suaminya pasti kamu yang akan memegangnya,tapi kamu justru mementingkan cinta ,,"
"Saya ngga gila harta Om,yang saya cari hidup bahagia bersama orang yang saya cintai,saya hanya menganggap Jihan sebagai teman dan itu tidak lebih,kalau kita tetap menikah saya tidak jamin kebahagiaan kepada Jihan,masalah uang kalau kita terus berusaha dan rajin bekerja kesuksesan pasti akan datang dan Uang pun mengalir,"
"Baiklah kalau begitu saya ingin uang itu kembali hari ini juga,10 miliyar,kalau sampai besok pagi uang itu belum ada,naik menjadi 12 miliyar,,"
"Om,,kenapa om seperti ini,Om dan papah bersahabat,tapi Om kenapa jadi seperti renternir begini,,"Akbar sangat kesal.
"Hahaaa,,teman teman,bisnis ya bisnis,,kamu masih terlalu muda untuk tau hal itu,"
"Baik uang itu akan segera saya kirim ke rekening om,tapi saya harap om jangan lagi berhubungan dengan keluarga saya lagi,"
"Hahaaa,,baiklah,karena saya ngga merasa rugi juga tidak berhubungan dengan keluargamu itu,,"Akbar langsung keluar dengan rasa kesalnya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1