
Pagi harinya Jihan bangun ,dan Jihan merasakan tidurnya sangat nyenyak dan hangat karena ada di pelukan Frengki.
Jihan membuka matanya,lalu tersenyum saat melihat wajah Frengki ada di hadapannya.
Saat Jihan mau bangun kepalanya tiba tiba terasa pusing,Jihan lalu diam sebentar menunggu kepalanya lebih enakan,sekitar 5 menitan Jihan bangun dengan pelan.
"Mau ke mana Yang,,?"Frengki merasakan Jihan yang bangun.
"Aku haus Mas,,Aku keluar dulu yah,,"
"Hemm,,,iya,,Jam berapa sih sekarang,?"
"Sudah jam 6 Mas,,Aku keluar dulu yah,"
"Iya,,"
Jihan keluar dari kamar tapi Jihan cuci muka dulu sebelumnya.
"Pagi Mba,,"
"Pagi Non,,ada yang mau di bantu,?"
"Saya mau minum mba,,"
"Oh iya silakan Non,,"
Jihan mengambil minum dan meminumnya,"Mba Vivi sudah bangun belum yah,"
"Sudah Non,,Non Vivi ada di teras belakang,Non Vivi sedang olahraga hamil,"
"Oh,,ya udah saya ke Vivi ya Mba,"Jihan menuju teras belakang.
"Pagi Vi,,"sapa Jihan.
"Hai Ji,,pagi ayo sinih duduk,"
"Kamu udah selesai,?"tanya Jihan saat duduk di sebelah Vivi yang sedang mengusap keringat.
"Sudah,,"
"Kamu tiap pagi senam hamil gini,"
"Iya,,biar nanti saat lahiran lebih enak,"
"Oh,,,"Jihan lalu memegangi kepalanya lagi yang terasa pusing.
"Vi,,kamu punya obat sakit kepala ngga,kepalaku pusing nih,,kayanya gara gara kemarin Aku telat makan,"
__ADS_1
"Oh,,ada nanti yah Aku ambilkan,"Vivi lalu mengajak Jihan masuk karena Vivi mau ambil obat.
"Ji kamu harus makan dulu yah baru minum,"sambil memberikan obatnya.
"Iya,,makasih yah,"
"Ya udah yuk kita ke meja makan,"
Keduanya ke meja makan,Mba sudah membuatkan nasi goreng.
"Ji,,kamu makan dulu gih,biar kamu bisa minum obat,"
"Apa ngga papa nih,masa Aku duluan kamu sama suami kamu aja belum sarapan,"
"Udah ngga usah sungkan gitu,makan aja gih,kamu kan lagi pusing kepalanya,"
"Ya udah Aku makan yah,"saat Jihan sedang sarapan Akbar datang dan sudah terlihat rapi.
"Pagi sayang,"Sambil mencium kening Vivi dan juga mencium perutnya,setiap pagi Vivi olah raga Akbar belum bangun,tapi Vivi sudah siapkan baju untuk kerja.
"Pagi,,Ji,,"Akbar gantian menyapa Jihan,Jihan menjawab pagi,Akbar menarik kursi untuk dia duduki.
"Frengki mana,,?"
"Tadi sih belum bangun,"
"Ada apa kamu nanyain Aku Bar,?"Frengki rupanya sudah bangun dan menuju meja makan,Frengki mendengar Akbar menanyakan dirinya.
"Oh udah bangun Bos,,ayo sarapan,"Frengki lalu duduk dekat Jihan.
"Kamu pergi jam berapa Freng,kok belum rapi jam segini,"sambil menyuapkan sendok ke mulutnya.
"Aku pergi jam sembilan nanti,Yang Mas juga mau makan dong,"
"Ini piringnya pake punya Aku aja ya Mas,Aku udah kenyang,"
"Oh ya udah,tadi makanya udah banyak kan,?"
"Sudah kok mas,"Vivi mendengar perkataan Jihan lalu melihat piring Jihan,Vivi melihat tadi Jihan hanya makan 3 apa 4 sendok saja.
Vivi membiarkannya,nanti Vivi akan bertanya saat berdua saja.
Setelah mengambilkan nasi goreng ke piring,Jihan lalu bangun dan menuju dapur,rupanya Jihan mau minum obat tapi tidak ingin Frengki melihatnya,Vivi merasa aneh pada Jihan.
Selesai minum obat Jihan kembali duduk lagi dan ikut ngobrol.
"Yang nanti kamu ikut Mas ngga,?"tanya Frengki pada Jihan.
__ADS_1
"Ngga Ah,Aku mau di rumah aja sama Vivi,"
"Oh ya udah ngga papa,lagian nanti kamu kalau ikut juga pasti bosan,"
Akbar selesai makan,setelah itu Akbar pamitan pada Vivi ,Frengki dan Jihan.
Vivi mengantar sampai mobil,dan menyuruh Akbar untuk hati hati.
Setelah itu Vivi masuk kamar untuk mandi dan istirahat,Jihan di kamar lalu tiduran karena kepalanya ternyata masih pusing,tapi Jihan ngga mau bilang pada Frengki.
"Yang,Mas mandi dulu yah,"
"Iya Mas,,"
Frengki Mandi,dan Jihan mencoba untuk memejamkan matanya agar tidur,biar rasa sakit di kepalanya nanti sembuh pikir Jihan saat setelah tidur.
Frengki keluar dari kamar mandi lalu pakai baju,Setelah rapi Frengki membangunkan Jihan.
"Yang,,Mas berangkat dulu yah,kamu tidur yah,ngga baik loh yang tidur pagi pagi,"
"Iya Mas,,Aku ngga tidur kok hanya memejamkan mata saja,kamu hati hati di jalan ya mas ,"
"Iya,,"Jihan cium tangan dulu,dan Frengki cium kening Jihan.
Setelah itu Frengki pun pergi,Jihan lanjut memejamkan matanya lagi karena masih pusing.
Sekitar jam 11 siang Jihan bangun,ternyata kepalanya masih merasa pusing saja,Jihan memutuskan mandi agar lebih segar.
"Kepalaku kenapa pusing gini sih,,padahal sudah minum obat,,"Kata Jihan bicara sendiri di kamar mandi.
Selesai mandi Jihan keluar dari kamarnya,Vivi ternyata sedang duduk sambil nonton tv,"Siang Vi,,,"
"Siang,,kamu tidur,,?"
"Iya,,,"Jihan duduk sebelah Vivi.
"Apa kepalnya masih pusing,,?"
"Masih Nih,,tumben Aku sakit kepala lama banget gini,biasanya kalau sudah minum obat juga sudah sembuh,"
"Mau Aku periksa,,"
"Ngga usah lah,,Aku cuman kecapean kali,"Vivi tapi mengambil tangan Jihan,Vivi ingin memeriksa denyut nadinya.
Vivi sedikit mengerutkan keningnya saat merasakan denyut nadi tangan Jihan.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1