
Iza mengeluarkan air mata,Beni yang melihatnya langsung mengusap air mata yang ada di pipi Iza.
"Kenapa,,kok malah nangis,,ngga usah Mita Maaf,,kamu ngga salah sayang,,"Beni langsung memeluk Beni.
Beni tau kalau Iza sedang hamil dan sifatnya berubah ubah,apa lagi Iza memang sangat manja.
"Sudah yah,,ayo duduk temani Mas makan yah,,"Beni menyuruh Iza untuk duduk,setelah Iza duduk Beni mengambil nasi dan lauknya.
Beni makan dengan lahapnya karena memang dari sore belum makan,Iza yang melihatnya jadi merasa bersalah banget,karena suaminya kerja sampai kelaparan.
Selesai makan Beni mengajak Iza untuk ke kamar,karena ini sudah malam,"Ayo tidur,ini sudah malam ngga baik buat kamu tidur malam malam,,"Beni langsung memeluk Iza.
Pagi harinya Iza bangun karena merasa mual,Iza muntah di kamar mandi,Beni yang mendengarnya ikut bangun dan membantu Iza memijit leher belakangnya.
Iza tiap pagi memang masih muntah muntah,tapi hanya pagi saja,"Sudah,,,"Iza mengangguk,Beni mengusap mulut Iza dengan air agar bersih.
Beni menuntun Iza ke kasur,Beni lalu mengambil minum untuk Iza,"Minum dulu ,,"Iza meminumnya.
Beni lalu tiduran lagi karena masih mengantuk,Iza masih duduk di kasur menunggu perutnya lebih enakan.
Iza melihat ke Beni yang sudah tidur lagi karena terdengar dengkuran halusnya.
Iza lalu keluar dari kamar menuju ke dapur,"Adek mau buat apa,,?"tanya Mba.
"Mau buat Su*su mba,,"
"Oh,, biar mba aja yang buat,Adek duduk aja yah,"
"Ngga papa Mba,Adek bikin sendiri aja,Mba lanjut aja masaknya,,"
__ADS_1
"Tapi ,,"
"Sudah Mba,,Adek aja yang buat,,Adek bisa kok,,Adek ngga mau repotin Mba,,"Sambil mengambil air panas.
Biasanya yang buatkan Beni,tapi Iza ngga mau repotin Beni karena Beni sedang tidur.
"Sayang,,tumben sudah bangun,?"tanya Mamah yang melihat Iza sedang duduk dan menikmati minuman nya.
"Iya mah,, Adek tadi habis muntah,,kenapa sih Mah Adek kalau pagi masih muntah aja,,"
"Ya sabar yah memang seperti itu,,nanti juga berhenti sendiri,"
Iza dan mamah mengobrol cukup lama,saat melihat sudah jam 7 Iza dan Mamah ke kamarnya masing masing.
"Mas bangun,,kamu mau kekantor ngga,ini sudah jam 7,"Iza membangunkan Beni.
"Mas,,,bangun Mas,,"Iza terus membangunkan Beni tapi Beni ngga bangun juga,makanya Iza terus membangunkannya.
"Hari ini hari apa Yang,,?"
"Hari Jumat,, "
"Kita ke rumah papah yuk,"sambil meletakan kepalanya di pangkuan Iza.
"Emang Mas ngga kerja,?"
"Ngga lah,Mas pengin libur dulu,"
"Katanya lagi banyak kerjaan,semalam aja sampai pulang malam,"
__ADS_1
"Kalau mikirin kerjaan sih ngga ada selesainya ,Yang Dedek udah berapa bulan yah sekarang,ini perut kamu udah kelihatan menonjol,"Tangan Beni sambil mengusapi perut Iza yang memang sudah kelihatan.
"Sudah tiga bulan Mas,seminggu lagi sudah 4 bulan,"Beni langsung duduk saat dengar Iza bicara umur kandungan nya.
"Serius sudah tiga bulan,,"Iza mengangguk.
"Sudah,,kenapa emangnya Mas,,?"
"Jadi Mas udah boleh melakukanya dong,kan katanya kalau kandungan sudah 3 bulan kita sudah boleh berhubungan,"Iza mengingat omongan Mamah dulu,Iza lalu mengangguk.
Selama tiga bulan ini Beni memang menepati janjinya untuk tidak melakukan hubungan dulu,Beni sebenarnya sangat tersiksa tiap malam,tapi mau gimana lagi,kadang Iza yang kasihan suka membantunya juga,tapi ya tetap kurang enak.
"Kita ke hotel yuk,,mau ngga,,?"
"Mau,,"Beni langsung tersenyum senang.
"Sekarang kita bersiap yuk,,bawa baju buat kita di hotel,"
"Emang kita di hotel mau berapa hari,?"
"Tiga hari,Jumat Sabtu Minggu,ok,,"Beni langsung ke kamar mandi,dan sebelumnya mencium kening Iza dulu.
Saat Beni di kamar mandi Iza mengambil baju di lemari,lalu di masukan ke koper kecil.
Iza juga sudah menyiapkan baju untuk Beni pakai,Setelah Beni selesai pakai mandi,sekarang gantian Iza yang mandi.
Sepuluh menit kemudian keduanya sudah rapi dan akan berangkat menuju Hotel.
"Sayang,,Mas udah pesan Hotelnya,kita tinggal berangkat saja,"Beni menunjukan layar hpnya ke Iza dan Iza hanya menjawab Iya.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...