Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Pagi Menjelang Siang


__ADS_3

Tiya sudah ada di rumah sakit,tadi setelah di periksa Vivi ,Vivi bilang pada Tiya kalau besok tidak ada flek darah atau masih ada flek dikit Tiya di suruh USG,tapi kalau besok darah makin keluar banyak berarti tidak usah USG ,itu yang di katakan Vivi pada Tiya.


Beda dengan Tiya,Iza di rumah sedang ngga mau di tinggal sama Beni,Beni mau berangkat ke kantor ngga boleh,Iza menyuruh Beni tetap di rumah.


Saat ini keduanya sedang ada di kamar,walau Beni ngga ke kantor tapi Beni tetap bekerja di rumah dengan laptopnya.


"Sayang,,Mas pengin kopi nih,bilang ke mba yah suruh buatkan,"


"Iya,,mas mau kopi aja,,?"


"Iya,,kopi aja,"


Sekarang kamar Iza pindah ke bawah ke kamar tamu,karena perut Iza sudah 7 bulan jadi ngga boleh naik turun.


Iza keluar dari kamar dan ke dapur untuk bilang mba,"Mba,,tolong buatkan kopi buat Mas Beni yah,"


"Iya Non,,"


"Mba,,Iza juga mau kentang goreng juga yah,"Mba jawab iya lagi.


"Makasih ya mba,Iza ke kamar dulu,"


"Iya non,"


Iza mau ke kamar ,tapi sebelum masuk ketemu mamah dan papah yang sudah rapi.


"Mamah mau ikut Papah,,?"


"Iya sayang,,Mamah bosen di rumah,ngga papa kan mamah ikut papah,Adek kan ada Beni di rumah,"


"Iya Mah ngga papa,,nanti pulangnya Iza belikan makanan ya mah,"


"Iya,,nanti mamah belikan makanan,"Iza sekarang makin doyan makan ,dan ngemil, beratnya sekarang 70kg.


"Ya udah mamah sama papah berangkat,"


"Iya Mah,Pah,hati hati,"

__ADS_1


Iza lalu ke kamar,dan duduk di sofa dekat Beni yang sedang sibuk dengan laptopnya.


Iza mengambil hpnya dan memainkannya,tidak lama Mba datang dengan membawa kopi dan sepiring kentang goreng.


"Makasih ya mba,,"kata Beni.


"Iya den,,"Mba lalu keluar.


Iza lalu memangku piring yang berisi kentang goreng dan sambil memakannya.


"Yang,,bagi kentang nya,,Aaaa,,"Iza menyuapinya.


"Yang,,Mas seneng loh lihat kamu sekarang,"


"Kenapa,,"sambil menyuapi Beni.


"Kamu jadi tambah montok,Trus pipinya juga cabi,,"Sambil mencubit pipi Iza.


"Mas ngga bohong kan,di mulut bilang seneng di hati tapi bilang nya Aku jelek,"


"Hem gombal,,"


"Serius Yang,,ngga akan ada wanita lain yang bisa menggeser kamu dari hati Mas,"sambil meletakan laptopnya di meja.


"Awas aja kalau bohong kamu Mas,Aku potong potong itu adik kecilmu,,"


"Ya Tuhan serem amat sih ancamannya,"


"Aduhhhh,,,"Iza tiba tiba kesakitan,ternyata di dalam perut anaknya nendangin.


"Kenapa yang,mana yang sakit,?"Beni sudah kuatir langsung.


"Ini Mas anakmu nendang ,jadi perut Aku sakit,"Beni lalu mengusapi nya,benar saja perut Iza keras.


"Sekarang jadi sering gerak nih Mas,"


"Anak kita kaya cowok aja ngga mau diam,padahal kan cewek Yang,"

__ADS_1


"Iya,,tau nih Mas,,",Sekarang adik kecil Beni malah ikut bangun gara gara tanganya mengusapi perut Iza.


"Yang,,kenapa adik mas ke setrum yah,"tangan Beni masih terus sambil mengusapi perut Iza.


"Nyetrum gimana,?"


"Jadi Bangun nih coba pegang,"Beni mengambil tangan Iza untuk di arahkan ke adiknya.


"Yang,,SE ronde yuk,,"


"Iihh,,semalam kan udah,,masa mau lagi, Aku cape tau Mas,"


"Capek gimana,orang kamu diam aja kok,"


"Diam gimana,orang Aku yang di atas kok,"Beni tersenyum sambil tanganya menarik kain segitiga yang di pakai Iza.


Iza sudah di tidurkan di sofa sekarang,kain segi tiga pun sudah di lepasnya,Iza hanya bisa geleng kepala lihat kelakuan Beni.


Di bukanya kaki Iza dan langsung terlihat jelas inti tubuh Iza,dan langsung aja itu mulut Beni nyosor kaya bebek,buat Iza merem melek di pagi hari menjelang siang.


"Masss,,, eeemmmm,,,,,"tangan Iza sambil menjambak pelan rambut Beni karena merasa enak.


Terjadilah enak enak satu ronde antara Beni dan Iza.


Di lain tempat ,Jihan sedang di antar Frengki ke Dokter,mereka ingin memeriksakan kandungan dan kondisi Jihan,karena Jihan makin sering merasa kesakitan di punggungnya,apa lagi sekarang ke hamilnya sudah masuk 6 bulan.


Frengki melihat kondisi Jihan sangat sedih sebenarnya,tapi Frengki tidak menunjukan ya,Frengki selalu terlihat kuat dan selalu jadi orang yang pertama memberi selamat pada Jihan.


Mamah juga ikut karena ingin menemani Jihan,sampai di rumah sakit Frengki mengambilkan kursi roda untuk Jihan,agar Jihan tidak jalan.


Sampai di ruang Dokter Jihan di periksa,dan Dokter bilang Jihan harus di rawat,karena Jihan sudah sangat lemah ,walau Frengki dokter tapi di rumah nya tetap aja tidak ada alat medis,dan sebulan lagi Jihan harus sudah melahirkan bayinya,karena sudah masuk 7 bulan,Jihan tidak akan mungkin kuat untuk sampai 9 bulan kandungannya.


"Mas,,,Aku ngga mau di rawat,,,Aku mau pulang aja,,"Jihan berkata sambil terlihat sedih.


Frengki di dalam hatinya seperti tersayat,Frengki melihat ke mamah,Frengki memberi kode ke mamah yang bicara.


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2