Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Rencana Ingin Ke jakarta


__ADS_3

Akbar baru keluar dari kamar mandi,setelah itu mengambil hpnya,Akbar membaca pesan masuk dari mamah yang memberitahukan kalau Iza sudah melahirkan.


"Sayang,,,Iza sudah melarikan ,"Akbar bicara ke Vivi.


"Serius Mas,,kapan,,?"


"Semalam,ini mamah semalam juga menelfon,tapi Mas ngga tau,,"


"Ada foto bayinya ngga,?"


"Ada,,"Akbar lalu memberikan hpnya ke Vivi.


"Wah cantiknya,,kita kapan ke Jakarta Mas,"


"Iya nanti Mas lihat kerjaan dulu yah,"


"Iya Mas,,Vivi mau telfon mamah nanti,"


"Iya,,sekarang temani mas sarapan yuk,"


"Mas ngga ke kantor pagi,,?"


"Ngga,,nanti Mas berangkat jam 9 aja,, Mas mau sekalian bertemu Klaten,"


"Oh gitu ya udah yuk kita sarapan,,"


Akbar merangkul Vivi keluar dari kamarnya untuk pergi sarapan,selesai sarapan Akbar bermain dengan Fatir di ruang keluarga.


Fatir sudah makin gemesin,dan sudah bisa di ajak becanda,Akbar sangat senang saat saat begini.


"Mas,,Vivi mau diet yah,"


"Ngapain Diet,,ngga usah,,"


"Tapi badan Vivi gemuk gini Mas,,ngga pede,"


"Biarin kaya gitu,itu bukan gemuk tapi berisi,Mas suka yang kaya gini,"


"Tapi Vivi merasa jadi jelek Mas,"


"Ngga sayang,kamu bagi mas sangat cantik,ya kan Dek mamah sangat cantik,,yah ,,"Sambil mengajak Fatir bicara.


Vivi tersenyum senang,karena Akbar sangat mencintainya,"Yang,,Mas mau bersiap yuk sudah jam 8,,"


"Iya,,ayo,,"

__ADS_1


"Fatir kasih suster dulu yah,"


"Loh kenapa ngga di ajak ke kamar aja,"


"Udah kasih suster dulu,Mas minta jatah sebentar,,"Sambil tersenyum dan menarik turunkan dua alisnya,Vivi yang tau maksudnya hanya tersenyum.


Keduanya masuk ke kamar setelah Fatir di kasih ke Suster,dan benar saja Akbar langsung minta jatah.


Tiya juga sudah melihat pesan dari mamah,dan Tiya langsung telfon.


"Pagi Mah,, Adek gimana sekarang,?"


"Pagi sayang,Adek sedang kasih Nen tuh,"Mamah langsung mengganti panggilan menjadi Vc.


"Adek,,selamat yah sudah melahirkan,"


"Iya kak,,Kaka kapan kesini,?"


"Kaka nanti tanya ke kak Vivi dulu biar kita ke Jakarta bareng,"


"Iya kak,,Kaka mabok ngga,?"


"Ngga sih,,anak anak Kaka sayang sama Kaka jadi ngga mabok,"


"Syukur deh kak,"


"Ya ampun Dek,,cantik banget,pipinya cabi lagi,kaka jadi ngga sabar pengin lihat,siapa namanya,,?"


"Mas Beni belum kasih tau,katanya nanti kejutan,"


"Oh gitu,,ya udah dulu ya Dek,Kaka mau ke rumah sakit,"


"Iya kak,,"


Telfon pun mati,Tiya lalu sarapan bersama Torik,"Mas nanti bisa ambil cuti kan ,kita ke Jakarta bareng kak Vivi sama Abang biar rame,"


"Iya Mas akan ambil cuti,,"Tiya tersenyum senang.


Akbar sudah rapi dan akan pergi menemui Kliennya di luar.


"Hati hati ya Mas,"


"Iya,,"sambil mencium kening Vivi,setelah itu Akbar masuk mobil.


Akbar menuju restoran di mana tempat untuk bertemu dengan kliennya.

__ADS_1


Sampai di parkiran Restoran Akbar langsung keluar dari mobil,dan masuk ke dalam.


"Selamat pagi Bu Sindi,,"sapa Akbar.


"Pagi pak Akbar,, silakan duduk,,"


"Iya Trimakasih,,maaf saya telat,,"sambil duduk.


"Oh ngga kok Pak,,saya yang memang datangnya kecepatan,"


"Oh syukur lah kalau saya tidak telat,,"


"Iya Pak,,oh iya saya sudah pesankan kopi untuk bapak,,silakan di minum,"


"Iya Trimakasih,,,jadi apa yang bisa saya bantu,,?"


"Saya ingin bercerai dengan suami saya Pak,suami saya rupanya telah berselingkuh dari saya,,"


"Apa Ibu sudah ada bukti kalau suami Ibu berselingkuh,,"


"Ada,,ini saya punya buktinya,,"Ibu Sindi memberikan bukti seperti foto juga bukti trferan ke rekening si wanita.


"Sudah berapa lama ibu menikah dengan suami ibu,,"


"Sudah 5 tahun Pak,,"


"Apa sudah ada keturunan,,?"


"Belum pak,,,"Akbar mengangguk.


Akbar sambil melihat ke bukti bukti yang ada,Si wanita yang melihat Akbar dengan gagahnya sampai bicara dalam hatinya,"Ya Tuhan ini orang ganteng banget sih,sukses lagi jadi pengacara muda,"kata Si Bu Sindi.


"Baiklah ini akan saya bawa ke kantor saya,besok ibu silakan datang ke kantor saya biar kita bisa langsung membuat surat ke pengadilan,"


"Iya pak,saya pasti akan datang besok ke kantor bapak,"


"Baiklah saya akan tunggu,kalau gitu saya permisi dulu,"


"Oh iya silakan,,"


Keduanya keluar dari restoran bersama sama,saat sedang berjalan,tiba tiba Bu Sindi terpeleset karena ada lantai yang basah dan akan jatuh,untung saja Akbar dengan cepat menarik tanganya.


Bu Sindi yang takut jatuh langsung memeluk Akbar,dengan nafas yang memburu.


Bukanya cepat di lepas,Bu Sindi malah nyaman di pelukan Akbar,Samapi tanpa mereka sadari ada yang memfoto mereka.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2