
Fatir sudah umur 40 hari,dan hari ini Fatir mau di botakin,Mamah,Papah sama Iza dan Beni sudah balik ke Jakarta selesai acara aqiqah Fatir,sekarang Vivi mengurus Fatir sendiri tidak di bantu suster,Vivi ingin menikmati mengurus anaknya sendiri tanpa bantuan,kecuali nanti kalau Vivi sudah balik ke Rumah Sakit.
Fatir di cukur oleh Vivi sendiri,dan di bantu Mba,Fatir untungnya anteng jadi Vivi tidak kesusahan mengerok rambut nya.
"Bu,,Den Fatir untungnya anteng yah,,jadi cepat,"
"Iya Mba,,ini sudah selesai,,,mba,,buang rambut Fatir ke tanah yah,dan buangnya pelan,"
"Iya Bu,,"Mba membawa mangkuk yang berisi air dan rambut Fatir ke belakang rumah,sedang Vivi membawa Fatir ke kamar,karena sudah jam 4 sore Fatir akan di mandikan.
Selesai di mandikan Vivi kasih Nen biar Fatir tidurnya nyenyak,Fatir sudah dua Minggu ini kalau malam selalu bangun,jadi Vivi dan Akbar selalu gantian jaga.
Soalnya kalau siang Fatir kebanyakan tidur,jadi kalau malam sekarang bangun dan ngajak main.
"Sore sayang,,"Akbar buka pintu kamar dan langsung masuk.
"Sore Mas,tumben jam segini sudah pulang,"Vivi mendekat ke Akbar.
"Iya,,Mas ngantuk karena semalam Fatir sampai jam 4 pagi baru tidur,dan Mas sekarang rasanya ngantuk sekali,"sambil mencium kening Vivi.
"Ya udah Sanah bersih bersih dulu,"
"Iya,,tapi tunggu bentar Mas ingin lihat Fatir,"Akbar melihat Fatir yang tidur dengan nyenyak,dan Vivi belum kasih tau Fatir di botakin ,Akbar sedikit kaget melihat anaknya botak gitu.
"Yang,, kok Fatir botak gini,kapan di cukurnya,?"
"Tadi,,"
"Sama siapa,,?"
"Sama Vivi,,"
__ADS_1
"Kok kamu bisa Yang,,ngga takut yah,takut kesilet gitu,,"
"Ya kan Vivi udah sering botakin bayi,jadi ngga susah lagi,"
"Ya Tuhan Anak ku jadi gini amat yah,jadi kelihatan bulat,,Mas mau fotoin ya Yang,mau kirim ke semuanya,"Vivi hanya tersenyum melihat Akbar memfoto Fatir.
Akbar mengirimkan ke Mamah,Papah,Tiya dan Iza,Akbar tidak pernah mengaplod foto anaknya di media sosial atau Sw nya,karena Akbar ngga suka anaknya di xespos.
"Sudah mas sanah mandi,,"
"Iya,,"Akbar baru mau masuk kamar mandi,tapi menengok ke belakang lagi.
"Yang,,Fatir berarti sudah 40 hari dong sekarang,,?"
"Iya,,kenapa emangnya,,?"
"Berarti Mas udah bisa buka puasa dong,,"Vivi tersenyum.
"Belum boleh Mas,,"
"Vivi sudah sembuh,tapi Vivi belum KB,"
"Aduhhh,,ya udah besok Mas antar kita ke Dokter,besok harus KB yah,"sambil masuk ke kamar mandi.
Vivi ambil hp lalu menelfon Tiya,"Iya halo kak,"
"Tiya tolong nanti ke rumah bisa ngga,,?"
"Bisa,,ada apa ya kak,,?"
"syukurlah,,Kaka mau minta tolong bawakan obat KB yah,yang buat satu bulan,sama suntik kan sekalian,"
__ADS_1
"Oh iya kak,nanti Tiya ke rumah Kaka,Kaka sudah 40 hari yah lahiran nya,"
"Iya sudah,,makanya Kaka mau KB,"
"Abang yang ngga sabaran ya Kak,"Vivi tersenyum.
"Iya begitulah Abang mu,ya udah dulu yah,Kaka tunggu,"
"Iya kak,"
Telfon pun mati,lalu Vivi mengambil baju untuk Akbar pakai.
"Sayang,,kita berangkat sekarang aja yuk ke rumah sakitnya,ada Tiya kan kalau masih jam segini,"Sambil balai baju.
"Mas,,kamu kenapa sih ngga sabar gitu,besok kan bisa,"
"Kamu tuh ngga ngrasain jadi Mas sih nahan gini ngga enak,Mas tuh sudah puasa 40 hari ,"
"Ya kenapa harus puasa,kan Mas bisa keluarin sendiri di kamar mandi,"
"Mana enak sih Yang,udah pokoknya sekarang kamu siap siap, kita ke rumah sakit sekarang,,"
"Trus Fatir sama siapa,,masa di tinggal,"
"Ya di ajak lah,udah ayo kita berangkat,"
"Vivi sudah telfon Tiya suruh datang kesini,jadi kita ngga perlu pergi ke rumah sakit,"
"Ngapain Tiya di suruh kesini,?"
"Ya suruh suntik KB ke Vivi,"
__ADS_1
"Oh gitu,ya udah itu lebih bagus,jadi sekarang mas tidur dulu yah,"Vivi hanya bisa buang nafas sama geleng kepala melihat tingkah Akbar yang sungguh seperti anak kecil,mau apa harus langsung di kerjakan.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...