
Frengki dan Jihan kaget melihat siapa yang bicara, ternyata Sifa yang datang.
"Siapa yang terluka Mas,,,apa maksud obrolan kalian tadi, Aku mendengar semuanya,,tolong jelaskan,,"Sifa mendekati Frengki.
Jihan merasa tidak enak,karena melihat dari nada suara Sifa.
"Aku akan jelaskan,,kita bicara di luar aja ayo,,"Sifa langsung jalan duluan,Frengki sebelum pergi keluar melihat ke arah Jihan ,dan untuk berapa detik mata mereka saling tatap.
"Ya Tuhan,,Aku mohon semoga semua baik baik saja,Aku tidak mau merusak hubungan orang lagi,,"Dalam hati Jihan berkata dengan rasa sedih.
Sifa jalan terus menuju taman,Frengki tidak bisa mengejarnya karena Sifa jalan cukup cepat.
Sifa lalu berdiri sambil melihat ke Frengki yang sedang berjalan ke arahnya.
"Aku minta maaf dulu sebelumnya,bukan maksudku membohongi atau apa pun padamu nanti,"Sifa hanya diam.
"Jihan adalah wanita yang pernah Aku suka,tapi Jihan tidak membalas cintaku,Jihan hanya menganggap ku teman saja,"
"Tadi Jihan memintaku untuk tidak terus menjaganya,karena dia takut kalau Aku masih ada rasa padanya,dan dia merasa ngga enak sama kamu,,,"
"Apa Mas masih menyukai Jihan,,?"Frengki tidak langsung menjawab,Sifa menatap wajah Frengki.
"Ya ngga lah,,Aku kan sudah punya kamu,,"
"Kamu bohong Mas,,Aku lihat di matamu masih menyukai Jihan,,"
"Ngga,,sungguh Aku sudah tidak menyukainya,Aku menyukaimu dan mencintaimu,,"sambil memegang kedua pundak Sifa.
Tapi Sifa tidak langsung percaya,Frengki lalu memeluk Sifa,tapi Sifa tidak membalas pelukan Frengki.
"Kita ke dalam yuk,,di sini dingin,,"sambil mengusap rambut Sifa.
__ADS_1
Frengki lalu merangkul pundak Sifa agar masuk ke dalam,Sifa masih terus diam.
Jihan pura pura tidur,saat dengar suara pintu terbuka,Frengki melirik ke Jihan untuk melihatnya.
Setelah melihat Jihan tidur,Frengki mengajak Sifa duduk.
"Sayang,,,Sudah makan belum,,,?"Tanya Frengki,Sifa menggeleng.
"Aku belikan makanan yah,,mau,,,?"
"Ngga usah,,nanti sekalian Aku pulang aja,,"
"Ini udah malam loh,,kamu belum makan nanti sakit,,Aku belikan aja yah di kantin ,"
"Ngga usah Mas,,,"
"Udah Aku belikan,,kamu tunggu yah,,ngga lama kok,,"Frengki tetap memaksa lalu pergi untuk membeli makan untuk Sifa.
Setelah Frengki pergi,Sifa melihat ke arah Jihan,Sifa faham kalau Jihan sebenarnya tidak tidur,Sifa lalu mendekati Jihan.
Vivi membukakan pintu saat suara pintu di ketuk.
"Silakan masuk,,"kata Vivi.
"Ngga papa nih Vi Aku masuk,apa ngga sebaiknya kita bicara di bawah saja,,"Vivi tersenyum karena Bram kira Vivi hanya sendiri.
"Aku ngga sendirian kok,di dalam ada Mas Akbar,,ayo masuk aja,,"
"Serius ada Mas Akbar,,?"
"Serius,,makanya ayo masuk,mas Akbar lagi di kamar mandi,,"Bram lalu masuk ke dalam,saat mau duduk di sofa,Akbar keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Hai Bram,,apa kabar,,"sambil mendekat ke Bram.
"Aku baik,,gimana kabar Mas Akbar,?"
"Aku juga baik,ayo duduk,,sayang ambilkan minum buat Bram,,"
"Iya Mas,,"
Vivi mengambil botol air mineral,"Ini Bram minum dulu,,"
"Iya Vi makasih,,"
Vivi lalu duduk sebelah Akbar,setelah Bram minum,Vivi langsung bertanya.
"Kamu mau minta tolong apa Bram ke Aku,,?"
"Sifa,,Sifa bilang dia sudah punya kekasih,apa benar Vi,,"Vivi melihat wajah Bram yang sedih,lalu melihat ke Akbar,Vivi juga bingung mau bicara gimana,takut tambah menyakiti Bram.
"Tadi saat kamu tanya Sifa,jawaban Sifa gimana,,?"Akbar yang bertanya.
"Saat Aku tanya apa kamu sudah punya kekasih dia menganggukan kepalanya,,"
"Ya berarti memang benar Sifa sudah punya kekasih,,"
"Apa kalian tau siapa laki laki itu,,?"
"Kita tau dan kita sangat kenal laki laki itu,"Akbar yang dari tadi terus menjawab.
Akbar juga punya keinginan untuk membantu,tapi hanya sekedarnya,tidak mau terlalu jauh,Akbar ingin membalas Budi karena dulu Bram telah menolong Vivi saat di Amerika.
"Siapa Dia,,Aku ingin bertemu dengannya,,?"
__ADS_1
"Kamu ingin bertemu dengannya mau ngapain Bram,,,?"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...