
Tiya pergi bersama Torik sambil membawa pesanan Vivi ke rumah Abang,mereka saat ini sedang ada di dalam mobil yang melaju.
"Mau apa sih Yang ke rumah Abang,?"
"Kak Vivi mau minta tolong,"
"Minta tolong apa,,?"
"Mau suntik KB,,"
"Kak Vivi sakit,,"Tiya tersenyum.
"Kak Vivi ngga sakit,tapi kak Vivi cuman mau suntik KB,suntik KB itu biar kak Vivi ngga hamil dulu,"
"Mas ngga ngerti,,"
Tiya lalu menjelaskan tentang suntik KB ke Torik,dan Torik pun sudah paham.
"Oh gitu,,Fatir cepat banget yah sudah 40 hari aja,,berarti besok kalau kamu lahiran Mas juga harus puasa 40 hari Yang,,?"
"Ya iya Mas,,semua suami pasti akan puasa dulu selama 40 hari,"
"Lama banget yah 40 hari,"
"Ada loh Mas yang sampai dua bulan lebih,,"
"Kok bisa,,"
"Ya bisa,,mungkin karena luka di perut istri belum sembuh,atau suami nya yang kadang ngga tega untuk melakukanya dulu,karena suami takut istri kesakitan,"Torik mengangguk karena mengerti.
Sampai di rumah Abang,keduanya turun dari mobil,Vivi dan Akbar memang sudah menunggu kedatangan Tiya Dan Torik.
"Malam Kak,,,"Tiya cipika cipiki ke pada kedua kakanya,Torik hanya berjabat tangan.
"Tiya sama Torik belum makan kan,,ayo kita makan bareng dulu,,"
__ADS_1
"Emang Kaka belum pada Makan,,?"
"Belum,,kita nunggu kalian,ayo kita makan ,,"
"Ayo,,,"Ke empatnya masuk ke ruang makan.
"Wah,,enak nih ada rendang,,kesukaan Abang,"kata Tiya.
"Iya,,Abang kamu tuh ke rendang daging ngga ada bosennya,,"
"Soalnya enak ,ayo kita makan,,Rik cobain rendangnya ini enak banget,,resep dari mamah,,"
Ke empatnya makan bersama,"Yang,, Mas tambah yah,,"kata Torik ke Tiya.
"Jangan Mas ngga baik makan terlalu kenyang,,"kata Tiya karena tadi nasi Torik sudah cukup banyak piring nya.
"Tiya,,biar suami kamu nambah,,ngga tiap hari ini ngga bakalan jadi penyakit,,"kata Abang yang dengar Tiya bicara.
"Tapi nasi Mas Torik tadi udah banyak Bang,,"
"Ya Ngga papa biar suruh nambah lagi,kaya tiap hari aja,udah ayo ambilkan suami kamu nasi,,"
Tiya mengambilkan nasi buat Torik dan rendangnya juga,"Makasih,,,"kata Torik sambil senyum.
Tiya memang sangat menjaga pola makan,bukan buat dirinya tapi buat suaminya juga,karena Tiya ingin suaminya tidak terkena penyakit seperti kolestrol apa darah tinggi dan asam urat,makanya Tiya selalu menjaganya.
Selesai makan mereka santai di ruang keluarga,"Oh iya Fatir mana Kak,,?"
"Dia masih tidur,,"
"Fatir jam segini sangat nyenyak,tapi kalau jam dua belas apa jam satu dia bangun dan tidurnya lagi jam 4 apa jam 5 ,dan itu kita harus temenin ngga boleh kita tinggal tidur,,"Akbar menceritakan semua kelakuan Fatir.
"Serius kak apa yang di katakan Abang,,"
"Iya,,dan kita selalu gantian buat jagain,,"
__ADS_1
"Berarti Abang kalau di kantor suka tidur dong,,"
"Ya Iya,,jam istirahat Abang tepar langsung,,"
"Kalau ada sidang gimana tuh Bang,,ngga ngantuk,,?"tanya Torik.
"Iya minum kopi dulu kadang Abang tidur sebentar sebelum sidang,,"
"Kak,,udah Sanah Kaka mu di suntik,biar obatnya kerja cepat,,Abang udah pengin buka puasa nih,,"
"Mas,,kamu tuh apa apa an sih,,"kata Vivi.
"Ya Emang benar kan biar cepat,,"
"Udah udah jangan ribut,ayo Kak kita lakukan sekarang aja ,dari pada lihat Abang ribet,"kata Tiya yang bangun dari duduknya.
Keduanya masuk ke ruang khusus,dan Tiya langsung menyuntik Vivi,setelah selesai keduanya gabung lagi sama Abang dan Torik.
"Kak,,Tiya mau lihat Fatir dong,,"
"Eehh,,ngga usah,Fatir sedang tidur,kalau mau lihat besok main aja,,sekarang mending kamu pulang aja,ini sudah malam pasti suami kamu juga pengin istirahat,,"
"Ya Tuhan Kak lihat kelakuan suami Kaka,,Tiya sama Mas Torik di usir,,"Tiya sungguh sebal dengan Abangnya.
"Kamu kan udah tau rese nya Abang mu itu kalau punya keinginan,kaya anak kecil kalau ngga di turutin ngomong aja,,"
"Sayang,,,kamu jangan jatuhkan harga diri Mas yah,,"Tiya dan Vivi malah tertawa,Torik ikut tersenyum.
"Ya udah deh Kak,,kita pulang dulu,besok Kita main ke sini kalau hari libur,,Tiya ingin main sama Fatir,,"
"Iya main aja,,makasih yah sudah mau di repotkan,,"
"Ngga papa kok Kaka,santai aja,,Abang,,Tiya pulang,,ingat main nya yang pelan,takutnya jahitan di perut Kaka sobek lagi,,"
"Apa,,serius bisa sobek lagi,,?"
__ADS_1
"Iya,,kalau Abang main nya kasar,,nanti kalau sobek ya di jahit lagi Abang puasa lagi deh,,"Akbar yang di kerjai Tiya percaya dan langsung diam karena membayangkan perut Vivi di jahit lagi.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...