Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Vivi Tidak Mau Menjawab Pertanyaan Jihan


__ADS_3

Akbar mendengar perkataan Vivi lalu diam sesaat,Akbar mengerti ketakutan Vivi.


"Sayang,,,,kamu jangan berfikir yang tidak tidak yah,itu ngga mungkin,kalau pun iya Aku di jodohkan dengan Jihan,Aku tidak akan mau,,"


"Mas belum lihat Jihan,siapa tau saat nanti Mas melihatnya langsung suka,Jihan itu sangat cantik Mas,benar benar wanita sempurna,"


"Tapi bagi Mas wanita tercantik di dunia ini hanya kamu dan mamah,kamu sama mamah sama sama penyayang dan sabar,buat apa cantik wajah kalau hatinya tidak baik,"


"Ya sudah ya Mas,kamu harus istirahat kan,besok kalau ada waktu kita sambung lagi,"


"Iya sayang,kamu harus jaga kesehatan yah,jangan lupa makan biar ngga sakit,dan jangan berfikiran yang tidak tidak,percaya sama aku,Aku mencintaimu,,"


"Iya Mas,Vivi juga mencintai Mas,"


Lalu telfon pun mati,dan Vivi mengusap dadanya yang tiba tiba terasa sakit.


"Aku mencintai kamu Mas,tapi Aku juga takut,takut kalau orang tuamu tidak merestui kita,"


Vivi diam sekitar 10 menit,lalu Vivi yang sudah merasa lapar keluar dari kamarnya dan menuju dapur klinik untuk makan.


"Siang Dok,ada yang bisa Bibi bantu Dok,?"

__ADS_1


"Saya mau makan Bi,biar saya ambil sendiri aja,"


"Oh ya Dok silakan,,"Vivi pun makan.


Hari berlalu ,Jihan sudah sehat dan sudah bisa bantu Vivi untuk memeriksa pasien,Jihan belajar dengan giat karena Jihan tidak ingin membuat malu Papahnya ke Agung dan Dinda.


"Vi,,,ini kan jam istirahat,kita makan Baso di luar yuk,Aku lagi pengin yang hangat hangat nih,"


"Tapi Aku ngga pernah pergi ,kalau kamu mau Sanah kamu yang pergi Aku nitip aja,"


"Yah masa Aku pergi sendiri,"


"Ajak aja suster apa Bibi,"


"Baiklah,tapi kita ngga bisa lama yah,"


"Iya siap,ayo pergi,,"


Vivi dan Jihan pergi,dan Vivi berpesan kalau ada pasien suruh pak Aldi yang menanganinya dulu.


Jihan dan Vivi pergi menaiki mobil klinik,Jihan yang menyetir karena Vivi ngga bisa nyetir.

__ADS_1


"Vi,,kamu udah punya pacar belum sih,?"


"Kalau Aku ngga mau jawab ngga papa kan,?"


"Kenapa ngga mau jawab sih Vi,orang tinggal jawab udah atau belum doang ini,"


"Maaf,,biar itu hanya Aku saja yang tau,"


"Kamu ternyata tertutup juga yah,takut pacarmu di ambil Aku yah,,"Sambil tersenyum Jihan berkata,Vivi juga tersenyum tipis.


"Tenang aja sih Vi,Aku tuh ngga akan suka sama pacar teman ,apa lagi pacar kamu,,"


"Sudah jangan bahas itu yah,sekarang kamu sudah ngga galau lagi nih sepertinya,ada apa nih,,apa Abang kamu itu sekarang suka menelfonmu apa kirim pesan,?"


"Ya,,sekarang Aku dah ngga galau lagi,sekarang Aku bukan mencari perhatian nya,tapi Aku sekarang lebih mendekat pada Tuhan dan banyak berdoa pada Tuhan,Aku ingin supaya Abang menjadi Jodohku,Abang kemarin terahir telfon saat Aku masih sakit,dia banyak menasehati aku untuk membuka hati pada laki laki lain,tapi Aku ngga bisa,Abang juga bilang hanya menganggap ku adik saja,tapi Aku ngga mau Aku maunya menjadi kekasihnya lalu jadi istrinya,makanya Aku sekarang meminta pada Tuhan biar Abang menjadi Jodohku,"Vivi mendengarkannya sambil tanganya sedikit menggenggam karena merasa sakit.


Mereka sudah sampai di warung baso,Jihan markirkan mobilnya,"Makasih ya Vi kamu mau dengerin ceritaku,"Vivi sambil tersenyum tipis menjawab iya.


"Yuk kita turun,,"ajak Jihan.


Lalu keduanya pun turun dan masuk ke kios penjual baso.

__ADS_1


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih..


__ADS_2