Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Calon Pacar


__ADS_3

Esok harinya Vandra sudah bersiap untuk berangkat kerja ke kantor,Papah Hendra sudah melarangnya untuk tidak ke kantor dulu karena luka di tangan Vandra belum kering,tapi Vandra merasa bosan di rumah jadi tetap memaksa berangkat kerja.


"Van,,Aku ikut kamu yah,,"saat Vano baru duduk di kursi meja makan,mereka mau sarapan.


"Kaka mau ke kantor,,?"tanya Vano.


"Iya,,bosan di rumah terus,"


"Kenapa ngga ikut Papah aja,,Aku mau ke rumah temen dulu,"


"Papah mau pergi sama Mamah,,"jawab Vandra lagi


"Emang Iya Mah,,Mamah mau pergi sama papah,?"


"Iya sayang,Mamah sama Papah mau pergi,"


"Ya udah Kaka ikut Aku,tapi nanti Aku ke rumah temanku dulu yah,,"Vandra jawab iya.


Selesai sarapan Mamah dan Papah pergi duluan,setelah itu baru Vandra dan Vano yang berangkat.


"Kak,,motor sudah di ambil belum di bengkel?"


"Belum,,nanti Aku suruh supir kantor aja yang ambil,,"keduanya saat ini ada di dalam mobil yang melaju.


"Lagian sih pake motor segala,Makanya pakek mobil aja biar lebih aman,,"


"Kalau motor tuh lebih cepat,ngga macet ,,dan ngga membosankan,,"


"Tapi lebih aman,,,"


"Kak,,eemmm,,,kalau Aku tunangan dulu sama pacarku gimana,,"


"Emang pacarmu udah mau tunangan,bukanya pacarmu itu selalu sibuk sama kerjaan model nya ,,"


"Kalau tunangan katanya sih dia udah mau kak,,gimana kak,Aku duluan yah,,"


"Tunggu sebulan lagi ,Kita tunangan bareng ,gimana,,,"


"Emang Kaka dah ada pacar,,?"


"Belum sih,tapi sudah punya calon pacar,,"Vano langsung tertawa saat Vandra bilang calon pacar.


"Ngapain kamu ketawa gitu,,?"


"Kaka tuh lucu banget sih,masa Aku suruh nunggu tunangan satu bulan lagi,karena Kaka mau bareng tunangan,sedangkan Kaka itu belum punya pacar tapi baru calon pacar,iya kalau itu cewe mau jadi pacar Kaka kalau ngga mau,,masa Aku harus nungguin Kaka yang ngga pasti sih,,"

__ADS_1


"Kamu tuh bukanya doain biar Kaka mu ini punya pacar malah ngehina gitu,,ya pokoknya tunggu sebulan aja,kalau sampai satu bulan Kaka ngga dapat pacar,kamu tunangan aja dulu,,"


"Ok ,,siap,,,"


Saat mobil Vano sudah mau dekat dengan rumah temanya,Vandra melihat mobil mogok di pinggir jalan,lalu selintas melihat seorang wanita yang ada di samping mobil ,Dan Vandra paham siapa wanita itu.


"Van berhenti,,pingirkan mobilnya ,,"Vano pun menurut.


"Ada apa sih Kaka,,?"


"Aku mau lihat mobil mogok itu,,"sambil menengok ke belakang.


"Ngapain sih Kaka,,ngga penting deh,Aku lagi buru buru nih,,"


"Udah tunggu bentar,,"Vandra pun keluar dari mobil.


Vandra mendekati si pemilik mobil,"Kenapa mobilnya,,"si wanita langsung kaget karena dari belakang ada orang.


Si Wanita langsung melihat Vandra ,"Kamu bukanya sodara Tiya yah,,"Vandra mengangguk,si wanita yang mobilnya mogok itu adalah Zee.


"Kenapa mobilnya,,"


"Ngga tau tuh mogok,,"


Vandra lalu melihat ke mesin yang penutupnya sudah di buka.


"Sudah,,bentar lagi katanya datang,,"Vandra mengangguk.


"Kamu mau kemana,,?"


"Aku mau ke kantor Papah daerah xx,,"


"Oh,,kita satu arah,,ikut dengan ku aja ,gimana?"


"Ngga usah makasih,,nanti Aku naik Taxsi aja,"


"Udah ngga papa,ikut aku aja,kan sekalian,,"


"Ya tapi Aku masih lama karena nunggu orang montir,,ngga papa kamu pergi aja duluan,,Aku ngga enak kalau kamu nunggu lama,,"


Saat Vandra mau bicara lagi,Vano keluar dari mobil dan memanggil kakanya.


"Kak,,udah ayo kita pergi,Aku lagi buru buru nih,,"Zee melihat pria yang keluar dari mobil dan orangnya sama persis dengan pria yang di depanya.


"Iya tunggu bentar,,"kata Vandra.

__ADS_1


"Kalian kembar yah,,"Vandra menjawab Iya.


Montir lalu datang ,dan Zee bicara pada montir tentang mobilnya.


Montir lalu memeriksanya,"Mba,,ini harus di bawa ke bengkel,,soalnya ada alat yang saya tidak bawa untuk memperbaikinya,"


"Ya udah Mas bawa aja mobilnya ke bengkel,ini kartu nama saya kalau ada apa apa kabari saya,,"Vandra malah yang bicara,Zee melihatnya herannya hanya diam karena masih saja terpana dengan ketampanan Vandra.


"Iya Mas baik,,"


"Udah ayo kamu ikut Aku,,"Vandra langsung menarik tangan Zee tanpa meminta persetujuan Zee.


"Ayo masuk,,"Vandra membukakan pintu belakang,Zee menurut saja lalu masuk.


Vino lalu menjalankan mobilnya,dan menuju rumah temanya.


"Eemm,,,Mas,,Ini mau ke mana yah,Aku soalnya mau ke arah kiri,ini kok ke kanan,?"Zee bicara dengan pelan.


"Udah ikut aja,,lagian ngapain kamu mau ikut,,"Vano bicaranya sedikit jutek,membuat Zee langsung ngga enak.


"Nanti Aku antar,,kamu tenanglah,,Adiku mau ke rumah temanya dulu,,"Vandra yang bicara membuat Zee lebih tenang dan mengangguk.


"Kita belum kenalan,,Aku Vandra,ini Adiku Vano,kamu siapa,,?"


"Aku Zee,,,"


"Zee,,,kamu teman Tiya sama Iza yah,,?"


"Iya,,kita berteman dari SMP sampai kuliah kita bareng,"


"Jadi kamu Dokter,,?"


"Iya,,Aku Dokter,,"


"Pantas Karin kamu bisa mengobati luka ku dengan cepat dan pintar,,"


"Kapan Aku mengobati lukamu,,?"


"Apa kamu ngga ingat siapa Aku,,"Zee menggeleng.


"Aku yang kemarin kamu tolong saat Aku jatuh dari motor,,"


"Oh apa itu kamu,,?"


"Iya,,ini lukanya,,"sambil menujukan lengannya.

__ADS_1


"Kak,,apa Cewek ini yang Kaka bilang calon pacar,,?"


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..


__ADS_2