Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Cantika Ajeng Rengganis


__ADS_3

Tiya dan Torik saat ini ada di dalam ruang kerja Tiya,keduanya sedang sama sama bahagia.


"Mas,,kita harus kasih tau yang lainya,,"


"Iya,,kita harus kasih tau kabar bahagia ini,,Mas sangat bahagia sayang,makasih yah buat semuanya,,"


"Tiya juga sangat bahagia Mas,,"Keduanya saling pelukan,Torik mencium kening Tiya.


Sedang di rumah sakit kota,Jihan masih belum sadar dari pasca melahirkan dua hari lalu,keadaan Jihan masih sama,cuman Jihan tidak koma cuman keadaanya lemah,seakan untuk buka mata atau bangun itu masih belum kuat dan bisa.


Frengki dan Tim Dokter rumah sakit bekerja sama untuk menjaga dan melakukan pemeriksaan sangat intens.


Mamah dan Papah juga tiap hari datang untuk melihat cucunya dan mengantar makanan untuk Frengki,Frengki tidak mau pulang ,Frengki tidur di rumah sakit untuk menemani anak dan istrinya.


"Sayang,,ayo bangun,,anak kita sudah ingin pelukan hangat dari mu,apa kamu tidak ingin melihatnya,dia sangat cantik seperti dirimu ,Mas sudah punya nama untuknya,semoga kamu suka yah,tapi Mas belum mau kasih tau sekarang,,Mas akan kasih tau nama anak kita nanti saat kamu sudah bangun,,makanya ayo bangun sayang,,"Frengki mengajak Jihan mengobrol sambil mengusapi wajahnya dengan handuk basah dan tangan nya juga.


Mama dan Papah sedang ada di tempat bayi,Dia sangat senang melihat cucunya itu,"Pah,,mamah sudah ngga sabar ingin bawa cucu kita pulang,,"


"Iya,,papah juga sudah ingin bawa pulang,pasti rumah kita akan sangat ramai nanti,,tapi kita harus bersabar karena berat badanya belum normal,"


"Iya Pah,,,"


Anak Jihan menangis dengan kencang, rupanya ingin minum susu,suster datang dan langsung memberinya.


"Sus,,cucu saya apa berat badanya sudah naik,,?"


"Sudah Bu,,sekarang sudah 2,4 kg ,"


"Syukurlah,,kira kira kita boleh bawa pulang kalau cucu saya sudah berapa kilo ya Sus,,"

__ADS_1


"Baiknya kalau sudah 3 kg,,tapi kalau sudah 2,5 juga sudah bisa tapi harus masih pakai alat penghangat seperti ini,dan maaf Bu saya cuman bilang saja ,harga tempat kaya gini cukup mahal sampai 15 juta,,"Mamah hanya mengangguk.


"Cukup mahal juga yah sus,,"


"Iya Bu,,"


Mamah dan Papah lalu menuju ruang ICU tempat Jihan berada.


"Sayang,, gimana Jihan,,?"


"Masih sama Mah,,"


"Sayang,,coba bawa anakmu ke sini,letakan anakmu di dadanya Jihan,biarkan dia menangis,siapa tau itu bisa merangsang Jihan agar bisa bangun,,"


"Benar kata Mamah,ikatan batin seorang anak dan Ibunya pasti sangat kuat,,"


"Iya Pah Mah,,Frengki akan bawa anak Frengki ke sini,"


Suster dengan pelan mengambil si bayi dari dalam box yang hangat dan meletakan di dada Jihan dengan pelan.


Itu juga di awasi dokter Bian,biar kalau ada apa apa bisa langsung bertindak.


Si bayi mulai menangis pertama merengek ,dan lama lama tangisan sangat kencang.


Di alam sadar Jihan,Jihan mendengar tangisan bayi yang sangat kencang,Jihan ingin sekali bangun dan membuka matanya tapi rasanya sangat susah,Jihan hanya bisa tiduran diam dan tidak bisa bergerak.


"Ya Tuhan,,ampuni segala dosa dosaku selama ini,berilah hamba mu ini kesempatan kedua,Aku ingin merawat anak ku dan juga suamiku,Aku mohon Ya Tuhan,,"


Air mata Jihan keluar dari matanya,semua orang melihatnya,"Sayang,,,jangan menangis,kita semua sayang kamu dan kita akan menunggu kamu sampai sadar,,anak kita sekarang sangat sehat,dia menangis sangat kencang,,"sambil mengusap air matanya Jihan.

__ADS_1


Berlahan Mata Jihan terbuka,Frengki langsung bisa melihatnya,,"Sayang,,kamu bangun,,Ya Tuhan,,, trimakasih,,,"Frengki sangat senang.


Suster langsung mengambil si bayi dari atas badan Jihan,lalu di letakan lagi dalam Box dan di beri susu agar berhenti menangis.


"M,,as,,,"kata Jihan pelan.


"Iya Sayang,,Mas di sini,ada Mamah dan papah juga,,anak kita juga ada di sini,,dia yang membangunkan mu,,"Frengki mencium kening Jihan.


Bian lalu memeriksa Jihan,dan terlihat detak jantung Jihan sudah normal,dan tekanan darah juga normal.


Semua yang di situ mengucap syukur,Frengki langsung mengurus kamar rawat untuk Jihan,karena Jihan akan di pindah dari ruang ICU.


Satu jam kemudian Jihan sudah berada di ruang rawat,Mamah masih ada di situ,sedang papah harus pergi ke kantor jadi Papah pamit pergi dulu.


Mamah sangat bahagia,dan terus menemani Jihan,Mamah sambil menyuapi Jihan makan,karena Frengki masih sibuk dengan lainya Frengki rupanya ingin Box bayi kusus anaknya di letakan dalam kamar rawat Jihan.


"Mah,,Mas Frengki apa sudah siapkan nama buat Dedek,,?"


"Katanya Sudah,,tapi Mamah ngga di kasih tau,,katanya nanti di kasih taunya kalau kamu sudah bangun,,"


"Oh gitu,,"


Frengki masuk dan tersenyum karena di belakangnya ada box bayi yang sedang di dorong Suster.


Setelah box bayi di atur dekat Jihan,suster pun keluar.


"Sekarang kita bisa berkumpul bersama anak kita di sini sayang,,"Jihan tersenyum.


"Nama anak kita siapa Mas,,,?"Frengki tersenyum.

__ADS_1


"Nama anak kita Cantika Ajeng Rengganis,"


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2