Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Keputusan Frengki


__ADS_3

Sifa melihat ke Frengki ,dan menunggu penjelasanya tentang Jihan yang pergi.


"Tadi pagi saat Aku datang ke rumah sakit Jihan sudah tidak ada di kamar rawatnya ,dan Dokter bilang semalam Jihan minta pindah rumah sakit,"


"Kok bisa,kan lukanya masih parah,,Dokternya kenapa ngizinin,"


"Iya memang masih parah,tapi nyatanya dia pergi ,dan itu izin Dokter,,"


"Jihan pergi karena dia ngga ingin mengganggu hubungan kalian,"Akbar menambahinya karena Frengki tidak bicara tentang itu.


"Kok Mas Akbar bisa tau,,?"


"Kata Frengki,"Sifa melihat Frengki.


"Dokter yang bilang,katanya Jihan bilang ke Dokter tidak mau jadi beban kita dan ngga mau mengganggu hubungan kita,"


"Ya Tuhan Jihan,kenapa sampai begitu pemikirannya,apa Mas tau di rumah sakit mana Jihan di pindah ,?"


"Dokter ngga memberi tau,karena Jihan yang meminta nya,Dokter cuman kasih tau kalau Jihan di rumah sakit Singapura,"


"Apa mas akan mencarinya,,?"Frengki diam ,bingung mau menjawab.


Bram dari tadi hanya jadi pendengar,dan terus menatap Sifa.


"Jawab Mas,,Apa kamu mau mencari Jihan,apa kamu kuatir padanya,kalau kamu diam seperti ini berarti dugaan ku selama ini memang sepertinya benar,"Frengki menatap Sifa.


"Kamu masih suka sama Jihan kan Mas,"


"Sifa,,"

__ADS_1


"Sudah Mas ngga usah di jawab,Aku sudah tau jawabannya,"Sifa langsung memotong perkataan Frengki,karena Sifa ngga mau mendengarkan kenyataanya.


"Ngga Fa,,kamu harus dengar dulu,Aku mencintai kamu,ke Jihan Aku hanya merasa kasihan saja,"Sifa mengelengkan kepala tanda tidak percaya.


"Maaf memotong sebentar,sebaiknya Kalian bicara lah baik baik berdua,tidak baik kalau kalian di sini,"Akbar langsung memotong karena Sifa dan Frengki sedang sama sama panas otaknya.


"Freng,,benar kata Mas Akbar, Sifa ajak ke kamarmu ,kalian bicaralah baik baik,,"Vivi menambahi.


Frengki tanpa menjawab bangun dari duduknya,lalu mengambil tangan Sifa,"Ayo kita ke kamar ku,kita bicara di sana,"Sifa sebenarnya malas,tapi karena memang merasa harus menyelesaikan masalah ini,jadi Sifa bangun dan ikut Frengki.


Bram merasa gelisah,dan penasaran dengan keputusan mereka.


"Kamu sabar aja Bram dan tenanglah,nanti kalau mereka sudah ada putusan berarti itu yang terbaik untuk mereka,"Akbar melihat Frengki yang merasa gelisah,jadi Akbar sedikit menenangkannya.


"Yang,,pesan cemilan gih,biar kita lebih rileks,"Vivi menjawab iya lalu menelfon pihak hotel.


"Sudah jangan menangis,Aku minta maaf yah,"Sifa lalu melepas pelukan Frengki.


"Apa Mas benar mencintai ku,,"


"Iya,,Aku mencintaimu,"


"Kalau Mas mencintaiku,cium aku mas,,"Sifa rupanya sedang mencoba Frengki,karena Sifa sudah yakin Frengki tidak akan mau.


"Sayang,,kenapa harus seperti ini,"tangan Sifa sudah memegang pipi Frengki.


"Tatap mataku Mas,,"Mata keduanya saling tatap,Sifa makin mendekat dan bibir mereka pun sudah menempel,tapi Frengki lalu menarik kepalanya kebelakang,Sifa yang sudah tau akan begini tersenyum tipis.


"Aku tau kamu memang orang baik mas,yang ngga akan melakukan hal yang belum boleh di lakukan,sebaiknya kita akhiri hubungan kita saja,Aku menyerah Mas,,Aku iklaskan kamu bersama Jihan,Aku tidak mau menjalin hubungan dengan laki laki yang masih menyimpan rasa untuk wanita lain,"sambil memeluk Frengki,Frengki yang mendengar ucapan Sifa hanya diam.

__ADS_1


Sifa dan Frengki duduk bersebelahan di pinggir kasur,sambil tangan mereka saling genggam.


"Aku sudah tau akan begini,jadi Aku sudah menyiapkan semuanya,"


"Maafkan Aku kalau Aku menyakitimu,"


"Tidak,,Mas tidak menyakitiku,karena ini sepertinya sudah garis dari Tuhan,kita yang baru jadian tiba tiba dapat musibah menabrak Orang yang ternyata Jihan wanita yang Mas masih cintai,Tuhan rupanya sayang pada kita,biar kita belum terlalu dalam,kita jadian baik baik dan berpisah juga harus baik baik kan Mas,"Sambil tersenyum Sifa ke arah Frengki.


"Iya,,kita bisa jadi teman kan,,?"


"Iya,,kita jadi teman,,"keduanya tersenyum.


"Cari Jihan Mas,kejar cinta Mas,dan sampaikan salam ku untuk Jihan,"


"Iya,Aku akan mencarinya,kamu juga kembalilah bersama Bram,Bram orang baik dan sepertinya sangat tanggung jawab,yang pastinya dia sangat mencintaimu,,"


"Dari mana Mas tau,,"Frengki tersenyum.


"Ngga penting Aku tau dari mana,kita ke kamar Akbar yuk,pasti mereka sedang menunggu kita,,"


"Iya Mas,,"


Keduanya keluar dari dalam kamar,lalu menuju kamar Akbar.


Akbar,Vivi dan Bram sangat penasaran dengan keputusan Frengki dan Sifa,karena Sifa dan Frengki datang dengan wajah yang bahagia karena terus tersenyum.


***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


Maaf kalau ada yang tidak suka dengan keputusan ceritaku ini,Aku hanya ingin membuat cerita figuran yang sedikit panjang,agar cerita Vivi dan Akbar tidak lurus aja,nanti cepat tamat kalau ngga di kasih cerita figuran***.

__ADS_1


__ADS_2